RSS

Arsip Tag: tsunami

CINTA DAN WAKTU**

Menjalani hidup ini adalah suatu peran yang kita tekuni sesuai talentanta yang di anugrahkan bagi setiap insane manusia,dan ketika tibanya waktu peradilan Tuhan maka setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa saja yang telah diperbuat selama hidupnya. Ada sebua cerita dengan menampilkan tokoh-tokoh abstrak yang ada dalam kehidupan kita setiap hari.

Ada sebuah kisah disuatu pulau kecil,tinggallah berbagai macam benda abstrak antara lain,ada cinta,kekayaan,kegembiraan,kesedihan,kecantikan,dan waktu.Mereka hidup berdampingan dengan baik.Namum suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu,air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu kecil itu, maka semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.cinta sangat kebingungan karena Dia tidak bias berenang dan tidak mempunyai perahu.Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan, sementara itu air semakin naik membasahi kakinya. Tak lama cinta melihat kekayaan sedang mendayung perahunya. “ kekayaan ! kekayaan! Tolong aku! Teriak cinta minta tolong. ”aduh maaf cinta!” kata kekayaan perahu, telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tengelam. Lagi pula tak ada tempat bagimu di perahu ini. Kekayaan pun cepat-cepat mendayung perahu pergi.
Cinta sedih sekali, namun dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “kegembiraan tolonglah aku!” teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu kegembira karena menemukan perahu untuk menyelamatkan diri sehinga ia tidak mendengar teriakan cinta.air semakin tingi cintapun semakin panic karena air sudah sampai ke pingangnya.

Tak lama lewatlah kecantikan .”kecantikan! bawahlah aku bersamamu.” Teriakcinta lagi.” Wah cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisah membawamu ikut, nanti kamu mengotori perahu ku yang indah ini.” Sahut kecantikan, cinta sedih skali mendangarnya. Ia menangis tersuik-siak. Saat itu lewatlah keseddihan, “oh kesedihan, bawalah aku bersamamu,”kata cinta penuh harapan ,”maaf cinta aku sedih dan ingin sendiri saja,” kata sedih sambil terus berlalu menigangalkan cinta seorang diri.

Cinta putus asa.ia merasakan air makin naik dan akan menengelamnya. Pada saat kritis ituah tiba-tiba terdengar suara, “cinta marilah naik cepatke perahuku!” cinta menoleh keaarah suara itu dengan melihat seorang tua dengan perahunya.cepat-cepat cinta naik ke perahu itu, tepat air sebelum menengelamnya. Mereka mendayung di pulau yang terdekat orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu, cintapun menayakan kepada seorang penduduk tua di pulua tersebut,siapa sebenarnya orang tua tadi itu.”oh orang tua tadi itu? Dia adalah waktu,”kata orang itu. “ tapi kenapa ia menyelamatkanku, aku tidak mengenalnya. Bahkan teman- temankupun egan menolongku.” Tanya cinta heran. “sebab” kata orang itu, hanyalah waktu yang tahu berapa nilai sesunguhnya dari cinta itu.

Iilustrasi ini mengambarkan hidup dewasa ini. Terkadang kekayaan membuat orang egois dan tidak mempedulukan hidup orang lain begitu pula oranh merasa hebat dari orang lain sehinga membuat dirinya menjadi sombong, ada juga orang yang larut dan terperangkap dalam sebuah kesedihan yang mendalam sebagai akibat dari berbagai persoalan hidup yang dialami sehinga ia tidak pernah mau mengerti apa makssud Tuhan diballik persoalan hidup.
Karena sesunguhnya di balik persoalan hidup yang kita alami ada hikmah yang besar. Dan seiring waktu berjalan, setiap perbutan kita yang baik ataupun buruk, telah dicatat oleh Tuhan. Menunguh waktu penghakiman yang akan tiba maka semuanya di hitung berapa nilainya atau ditimbang berapa beratnya, dan masing-masing orang akan mempertangungjawabkan hal itu.

**oleh: Yarid AP (Mahasiswa Fakultas Teknik Uncen) 16 Juni 2008

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2009 in CUCI OTAK, KARYA TULIS, RENUNGAN

 

Tag: , , , , , , , ,

Geoscience Australia : BENCANA BESAR MENGANCAM INDONESIA

Indonesia terancam diguncang bencana alam berskala besar yang bisa merenggut sekitar satu juta orang.

The Sydney Morning Herald, Jumat (26/12), mengutip sebuah laporan ilmiah yang menyebutkan bahwa Indonesia masuk dalam daerah Asia-Pasifik yang terancam terkena bencana alam besar selain Filipina dan Cina. Menurut The Sydney Morning Herald, laporan tersebut merupakan hasil penelitian Geoscience Australia(GA). GA adalah sebuah badan yang dimiliki pemerintah Australia, dan bertugas melakukan riset tentang kebumian. GA memiliki banyak ahli di bidang ilmu kebumian dan yang terkait.

Laporan itu menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun mendatang dampak bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami semakin parah karena populasi yang terus meningkat dan perubahan iklim. The Sydney Morning Herald menyebutkan bahwa laporan tersebut membuat Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono membentuk pusat penelitian dan pelatihan penanggulangan bencana. Pihak Geoscience Australia sendiri belum bisa dihubungi. The Sydney Morning Herald menyatakan bahwa para ilmuwan Australia telah menganalisa kemungkinan terjadinya gempa bumi, angin topan, tsunami, dan gunung meletus di kawasan tersebut serta memperkirakan jumlah korban tewas. Menurut penelitian itu, daerah di sabuk Himalaya seperti Indonesia, Cina, dan Filipina diperkirakan dilanda gempa bumi yang korbannya bisa mencapai satu juta orang. Indonesia dan Filipina juga terancam diguncang letusan gunung berapi yang bisa menelan korban ratusan ribu orang. Sementara, negara kecil seperti Bangladesh dikhawatirkan bakal dihantam tsunami, banjir bandang, dan angin topan.

Seorang ilmuwan dari Geoscience Australia, Alanna Simpson, mengatakan kepada The Sydney Morning Herald bahwa penelitian tersebut menggunakan data di Asia-Pasifik dalam 400 tahun terakhir. Simpson menambahkan bahwa meningkatnya populasi penduduk merupakan alasan utama Asia-Pasifik rentan bencana.

Disiapkan Rp 509 Miliar
Simpson mengatakan, bertambahnya penduduk merupakan penyebab utama mengapa bencana alam di Asia Pasifik (termasuk di Indonesia) akan sangat memakan korban. “Ketika jumlah penduduk bertambah, manusia mulai merambah ke tempat-tempat yang ratusan tahun lalu sebetulnya bukan tempat untuk hidup mereka.

Kini lereng-lereng gunung yang curam atau tepian sungai-sungai besar sudah didiami manusia. Akibatnya, penduduk di situ rawan terkena tanah longsor dan banjir setiap tahun,” kata Simpson.

Menurut The Sidney Morning Herald, PM Rudd dan SBY telah sepakat selama pertemuan APEC untuk mengeluarkan dana 67 juta dolar Australia (sekitar Rp 509 miliar) guna membangun sebuah fasilitas penanganan bencana di Jakarta.

Fasilitas yang diperkirakan akan beroperasi pada April 2009 itu, bertujuan untuk mengurangi dampak dari bencana alam dengan memberikan pelatihan terhadap para tenaga darurat, serta menyelenggarakan riset mengenai risiko dan ancaman bencana.

Simpson menyebutkan, salah-satu cara yang lebih baik untuk mencegah risiko bencana adalah dengan memahami apa dan bagaimana bencana alam itu. Misalnya, kalau kita mengetahui bahwa suatu wilayah berpotensi tinggi terjadi gempa bumi, maka bangunan di sana harus memenuhi syarat tahan gempa.

“Dengan begitu, saat betul-betul terjadi gempa, jumlah korban jiwa bisa dihindari sebanyak mungkin,” katanya.

Sementara itu, peneliti bencana dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Ir Amien Wdodo MS mengungkapkan bahwa bencana alam geologis memiliki ketidakpastian yang sangat tinggi. Karena sifatnya yang sulit ditebak, maka diperlukan analisis statistic sebagaimana yang dilakukan GA.

“Data-data yang ada dikumpulkan dan kemudian disusun atau dikompilasi. Bila penelitian tersebut menggunakan data sepanjang 400 tahun, maka hasilnya memang bisa diperkirakan,” ucap Amien mengomentari hasil penelitian GA, Jumat (26/12).

Bila dilihat dari posisi wilayahnya, kata Amien, Indonesia memang memiliki daerah-daerah yang rawan bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung dan tanah longsor.

Menurut dia, hasil studi GA itu cukup membantu. Berdasarkan hasil studi itu, persiapan untuk mengurangi jumlah korban dan mengatasi akibat bencana menjadi lebih terarah.

“Di sinilah perlunya contingency plan, yaitu rencana tindak lanjut. Contingency plan ini berfungsi sebagai persiapan sebelum terjadinya bencana, saat terjadinya bencana, dan pasca terjadinya bencana,” lanjut Amien.

Dengan begitu, masyarakat pun bisa disiapkan diri sebelum bencana terjadi. Sumber daya apa saja yang mesti dimaksimalkan saat itu. Infrastruktur pun harus diperhatikan. Hal ini bertujuan untuk menekan jumlah korban.

Source :

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/12/26/brk,20081226-152636,id.html

http://www.france24.com/en/20081226-huges-disasters-era-threatens-asia-pacific-china-philippines-indonesia

http://www.surya.co.id/web/Headline/Gempa-Besar-Ancam-Jawa.html

http://article.wn.com/view/WNATA723DF74B017ED8745AFF162FECD3A05/

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Desember 2008 in BERITA

 

Tag: , , , , , , , , , , ,