RSS

Arsip Tag: pmk uncen

SITUS RESMI UNCEN,!! KAPAN DIRESMIKAN??

Pertama tama kami minta maaf jika ada yang marah dan tersinggung.

namun kami sebagai mahasiswa yang belajar dan diajar di Universitas tercinta ini merasa risih sebab , jika dibiarkan begitu saja . malah akan menjadi kangker  dalam pikiran kami dan takutnya dapat membunuh kreatifitas  kami sebagai akademisi yang harus tanggap pada lingkungan dan kondisi masyarakat  di sekitar.

dan permasalahannya adalah situs resmi Universitas Cenderawasih Kami yang tercinta, pertama saat saya pertama kali ingin membuka situs resmi Uncen, gambaran pertama kami adalah …situs ini pasti terlihat WAH karna penampilan fisik di Kampusnya saja sudah WAH dan juga akan bermanfaat serta menjadi sumber informasi tentang apa yang terjadi di papua pada umumnya dan jayapura pada khususnya,  serta situs ini juga menampilkan wajah dari Mahasiswa Cenderawasih yang notabene menjadi barometer intelektualitas mahasiswa di papua, (tanpa mengesampingkan Unipa, USTJ,Uniyap dan UKIP )

Dan tanpa sengaja pula kami menemukan link resmi dari beberapa universitas besar di indonesia  (termasuk Uncen)


































































































































dan tanpa bermaksud untuk membuat malu civitas akademika tapi kami ingin  bertanya, “KAPAN DIRESMIKAN, tuh situsnya??”  karena situs Universitas Negeri yang lain Sudah  Online dan selalu diupdate,

sayang yah .. kalo tidak ada sesuatu yang ditampilkan , dan hanya tampilan ini saja.

uncen…. GET BACK SOON???  sampe kapan??? natal?paskah?atooo…???

Kami harap orang-orang yang berada dalam  tim operator situs (ataupun mereka yang terkait didalamnya) dapat menidak lanjuti keresahan kami ini.

Bid Humas Warta PMK Uncen  (Get Back Soon!!)

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 1 April 2009 in BERITA, CUCI OTAK

 

Tag: , , , , , , ,

GENERASI HAK ASASI MANUSIA (GENERASI HAM)

Hak Asasi Manusia, merupakan produk aturan normatif dari sebuah penyesuaian zaman. dan untuk lebih memahami hakikat Hak Asasi Manusia beserta ruang lingkupnya dan prioritasnya, sangatlah penting untuk melihat asal usul dan pemikiran-pemikiran awal yang terbangun serta usaha-usaha yang dilakukan sejak permulaan tradisi Hak Asasi Manusia itu sendiri.

Generasi ham internasional sendiri terbagi dalam tiga generasi yang diperkenalkan oleh ahli hukum Perancis bernama Karel Vasak,  yang sangat  terinspirasi oleh tiga tema Revolusi Perancis, yaitu :

Liberté: Hak Sipil Politik
Generasi pertama, hak sipil politik muncul pada abad 17 hingga 18 melalui teori-teori kaum reformist yang berkaitan erat dengan revolusi-revolusi di Inggris, Amerika dan Perancis. Dimulai dengan filosofi politik tentang kebebasan individu dan hubungan ekonomi serta doktrin sosial “laissez-faire” (sebuah doktrin yang menentang campurtangan pemerintah dalam masalah ekonomi selain kepentingan untuk memperbaiki perdamaian dan hak kepemilikan). Generasi pertama ini lebih menempatkan hak asasi manusia dalam terminologi negatif (freedoms from) daripada sesuatu yang positif (rights to). Kepemilikan bagi generasi pertama ini adalah hak-hak sebagaimana yang tertuang dalam pasal 2 -21 Dekalarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang mana termasuk didalamnya adalah bebas dari diskriminasi gender, ras, dan bentuk-bentuk diskriminasi lainya hak untuk hidup, bebas dan merasa aman; bebas dari perbudakan atau perbudakan tanpa disengaja, bebas dari penyiksaan dan kekejaman yang tidak manusiawi; penangkapan dan pengasingan yang sewenang-wenang, hak untuk mendapatkan pengadilan yang adil; bebas dari campurtangan dalam hal-hal pribadi; bebas untuk berpindah dan menetap; hak untuk mendapatkan perlakuan yang layak pasca penyiksaan, bebas untuk berpikir, berpendapat dan beragama; kebebasan untuk beropini dan berekspresi; kebebasan untuk mendapatkan ketenangan dan berserikat; dan hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan secara langsung atau melalui pemilihan yang bebas. Juga didalamnya adalah hak untuk memiliki kekayaan hak milik. Hak dasar inilah yang di perjuangkan pada saat revolusi Amerika dan Perancis dan yang mengilhami kebangkitan kapitalisme.
Namun akan salah bila kita menyatakan hak-hak tersebut dan hak generasi pertama lainnya merupakan ide “negative” semata seperti dipertentangkan dengan hak “positive.” Hak merasa aman, untuk mendapatkan pengadilan yang adil, untuk mendapatkan suaka atau perlindungan karena penyiksaan dan pemilihan yang bebas, sebagai contoh, tidak bisa diwujudkan tanpa tindakan nyata dari pemerintah. Konsep generasi pertama ini adalah harapan kebebasan, sebuah perlindungan yang melindungi seseorang, baik secara individu maupun dalam sebuah perserikatan dengan lainnya terhadap penyalahgunaan otoritas politik. Inilah pokok pikirannya. Yang ditonjolkan oleh konstitusi di hampir semua negara di dunia dan diadopsi oleh mayoritas kovenan dan deklarasi internasional sejak PD II, merupakan konsep dasar liberal barat tentang hak asasi manusia yang kadang-kadang dibuat dengan sentuhan romantisme yang mengetengahkan suatu kejayaan individualisme alaThomas Hobe dan John Locke terhadap statisme Hegelian.
Égalité : Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya
Generasi kedua, hak ekonomi, sosial dan budaya berasal dari tradisi sosialis, yang telah dibayangkan oleh para penganut paham pergerakan Saint-Simonian di perancis pada awal abad 19 dan di promosikan dengan cara yang berbeda-beda melalui perjuangan-perjuangan revolusioner dan pergerakan kesejahteraan yang telah terjadi sejak saat itu. Hal ini, sebagian besar, merupakan suatu response terhadap penyalahgunaan perkembangan kapitalis dan konsepnya yang tidak kritis secara esensi mengenai kebebasan individu yang mentolerir dan bahkan meligitimasi ekploitasi kelas pekerja. Sejarah memperlihatkan bahwa hal ini merupakan ”counterpoint” terhadap generasi pertama akan hak sipil dan politik dimana mereka memandang hak asasi manusia lebih pada terminologi yang positif (hak untuk) dari pada terminologi negatif (bebas dari) dan mengharuskan lebih banyak intervensi negara untuk menjamin produksi yang adil dan distribusi nilai-nilai atau kemampuan yang ada. Ilustrasi dari beberapa hak-hak tersebut dijelaskan dalam pasal 22-27 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia seperti hak akan keamanan social, hak untuk bekerja dan hak perlindungan terhadap ketidakadaan pekerjaan, hak untuk mendapat standar hidup yang cukup untuk kesehatan dan kesehjateraan diri sendiri dan keluarga, hak untuk pendidikan dan hak untuk perlindungan terhadap hasil karya ilmiah, sastra dan seni.
Oleh sebab itu dengan cara yang sama kita tidak bisa mengatakan bahwa semua hak yang diangkat oleh masyarakat generasi pertama dalam hak sipil dan hak politik tidak dapat di dipandang sebagai “hak-hak negative” dan sebaliknya semua hak yang dianut generasi kedua dalam hak ekonomi, social dan budaya tidak bisa dilabel “hak-hak positif.” Sebagai contoh, hak memilih pekerjaan, hak untuk membentuk dan bergabung dengan kumpulan dagang, hak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan budaya masyarakat (pasal 23 dan 27) tidak harus mewajibkan tindakan nyata dari Negara guna menjamin ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Meskipun demikian, sebagian besar hak generasi kedua mengharuskan intervensi negara sebab hak tersebut menyangkut harapan akan materi dari pada barang-barang yang bersifat tidak nampak (non materi). Secara fundamental hak generasi kedua diklaim sebagai kesetaraan social. Akan tetapi, karena keterlambatan munculnya, socialist-komunist dan pengaruh “Dunia Ketiga” yang sesuai dengan masalah2 internasional, penginternasionalisasikan hak-hak ini relative lambat muncul. Dan dengan kekuatan kapitalisme pasar bebas yang menggunakan ”bendera” globalisasi pada awal abad 21, maka belum terlihat hak-hak keadilan tesebut akan muncul dengan segera pada waktu ini. Sebaliknya, dengan semakin jelas ketidak adilan sosial yang diciptakan oleh kapitalisme nasional dan transnasional yang bebas dan tidak ada pertanggung jawaban melalui penjelasan-penjelasan gender atau ras, maka mungkin harapan untuk hak-hak generasi kedua akan bertumbuh dan menjadi matang. Kecenderungan ini sudah jelas dengan berkembangnya Uni Eropa dan usaha-usaha yang lebih luas untuk meregulasi institusi keuangan interpemerintah dan Korporasi transnational guna melindungi kepentingan public.

Fraternité: Hak Solidaritas
Akhirnya, generasi ketiga yang mengusung hak solidaritas, dengan menarik inti dari dan menkonseptualkan kembali harapan-harapan dari dua generasi hak sebelumnya, perlu dimengerti sebagai suatu produk yang muncul dari kebangkitan dan kemunduran nation-state dalam pertengahan abad 20 terakhir. Bersandar pada pasal 28 Deklarasi HAM yang menegaskan “setiap orang berhak atas tatanan sosial dan internasional” yang mana hak tersebut diangkat dalam deklarasi ini untuk dapat diwujudkan secara penuh, generasi ini muncul untuk mengangkat dan memperjuangkan enam hak yang di klaim oleh kedua generasi sebelumnya. Tiga dari hak-hak ini mencerminkan munculnya nasionalisme Dunia Ketiga dan revolusinya dalam mengangkat harapan-harapan (misalnya harapan untuk suatu pembagian kembali kekuasaan, kekayaan, dan nilai dan kemampuan penting lainnya): hak atas politik, economy, social, dan penentuan sendiri secara budaya, hak untuk perkembangan social dan hak untuk turut berpatisipasi dan merasakan manfaat dari “warisan untuk manusia. Tiga hak lain dari generasi ketiga adalah: hak untuk perdamaian, hak untuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan, hak untuk memperoleh bantuan kemanusiaan bencana.
Semua enam hak ini cenderung dianggap sebagai hak kolekti yaitu menghendaki usaha-usaha bersama dan intensif dari semua kekuatan sosial. Akan tetapi, masing-masing dari ini juga mencerminkan dimensi individu. Maksudnya adalah meskipun dikatakan bahwa hak tersebut merupakan hak kolektif semua bangsa dan masyarakat (khususnya Negara-negara berkembang dan masyarakat yang masih bergantung) untuk menjamin sebuah tatanan ekonomi internasional baru yang akan menghilangkan halangan-halangan bagi pembangunan economy dan social mereka, ini juga bisa dikatakan merupakan hak individu setiap orang yang turut merasakan manfaat dari kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kepuasaan materi dan kebutuhan non materi lainya. Penting juga dikatakan bahwa mayoritas dari hak solidaritas ini adalah lebih bersifat aspiratif dan statusnya sebagai norma hak asasi manusia secara internasional masih tidak ambigiu.
Dengan demikian, dalam berbagai tahap sejarah modern, isi dari hak asasi manusia telah di defenisikan secara luas dengan harapan bahwa hak yang dianut oleh setiap generasi perlu saling mengisi bukan dibuang dan digantikan yang lain. Isi dari sejarah hak manusia mencerminkan suatu persepsi yang berkembang dari suatu tatanan nilai-nilai telah dipupuk yang mengharapkan adanya suatu keberlanjutan demi kestabilan manusia. (Petrus Fernaubun/Victor Mambor)

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2009 in MATERI KULIAH

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

SUSUNAN BADAN PENGURUS UKM – PMK UNCEN PERIODE 2008-2009

SUSUNAN BADAN PENGURUS

UKM – PMK UNCEN

PERIODE 2008-2009

KETUA UMUM : MARTHA KORWA

SEKERTARIS : DAUD FRENGKY HELUKA

BENDAHARA : LAURA TABITHA SOBUBER

KETUA I :MEFI MASNANDIFU

KETUA II :YOSAM MAGAYANG

KETUA III :ROCKY WARFUR

SEKERTARIS FUNGSI I : DAVID YOHANIS BARANSANO

SEKERTARIS FUNGSI II :BETHUS WAHLA

SEKERTARIS FUNGSI III :EVI IRIANI TIONG


I. BIDANG ACARA

KOORD : YONATHAN KAMSI

ANGG :

  1. DEVIANA AYER

  2. MERLIN IWANGGIN

II. BIDANG HUMAS & WARTA

KORD : YARID MENAHEM AP

ANGG :

  1. ALBERT BATLAX

  2. KEYS KORWA

III. BIDANG PEMBINAAN

KOORD : HERRY SOLL

ANGG :

  1. DEMINA DELFI YOMAN

  2. MINGGUS AYOM

V. BIDANG DOA

KOORD : AMOS YENINAR

ANGG :

  1. SELINA YARU

  2. ROMY SOKOY

VI. BIDANG PEMERHATI

KOORD : JACLINE SAYORI

ANGG :

  1. YUSUF ASMURUF

  2. ORPA KORWA

VII. BIDANG PENDANAAN

KOORD : CRISTIAN PEDAY

ANGG :

  1. MEY WEYAI

  2. AGUS WALLE

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Maret 2009 in BERITA, INFO PMK, SURAT-SURAT

 

Tag: , , ,

PENGINDERAAN JAUH

I.PENDAHULUAN

Dalam pembuatan makalah ini merupakan salah satu dalam unsur dalam materi peginderaan jauh dimana radar ,satelit ,wahana, adalah materi penyajian dalam perkulihan.sehigga dengan melihat materi radar , satelit , wahana harus dipraktekan dalam penyajian materi .Agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmu , teknik, penginderaan jauh sebagai ilmu maupun ilmu aplikasi dalam pembagunanan . memberikan Ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang pengertian penginderaan jauh . perkembangan penginderaan jauh [filosofi penginderaan jauh ] ,Tenaga penginderaan jauh [energi remote sensing ],sensor dan wahana ,foto udara ,satelit ,radar .pengunaan remote sensing dan aplikasinya [citra digital dan sistim informasi geografi ].Radar , satelit, wahana,merupan suatu kebutuhan bagi dunia perkuliahan untuk dapat mempelajari.Karena di era globalisasi ini penginderaan jauh memegang peranan penting dalam aspek kehidupan .selain sarana komunikasi , juga dalam aspek kehidupan ,teknologi .ilmu pengetahuan dan sebagainya oleh Karena itu sangat penting bagi kita untuk mempelejari mata kuliah peginderaan jauh .Dengan demikian penginderaan jauh merupakan ilmu yang harus dipelajari.

II.LATAR BELAKANG

Latar belakang penulisan makalah ini berdasarkan suatu konsep dari mata kuliah penginderaan jauh yang memegang peranan penting dalam ilmu atau teknik penginderaan jauh .Dalam system penginderaan jauh .teknologi pencitraan dengan mengunakan gelombang mikro masih relative baru,terutama sejak digunakan sistim side looking airbone radar pada awal tahun 1970-an .pengunaan teknologi ini ceapat sekali berkembang , mengingat kememampuannya yang ‘lebih ‘ di bandingkan dengan metoda sebelumnya , yaitu dapat menembus awan dan bisa dilakukan dalam kondisi apapun (siang, malam,hujan,berawan dsb).disamping berkembang dalam teknologi radar ,perkembangan wahananya pun sangat menunjang dalam penginderaan jauh sistim radar.dimulai dari pesawat terbang , satelit dan lain-lain.sejak terbakarnya satelit sea-sat tidak lama setelah peluncuran ,pengembangan sistim radar dengan wahana satelit dan terus dikembangkan .adalah Radarsat (Canada) ,ERS (konsurrsium negera-negara Eropa/ ESA), JERS (jepang) dan peningkatan sistim radar pada space shuttle.

VI .TUJUAN

Tujuan dari pada penulisan ini adalah :
A .Mampu menyebutkan, menjelaskan ,membedakan radar ,satelit,wahana.
B.Mampu menyebutkan ,menjelaskan ,membedakaan : jenis foto udara, satelit,dan radar.
C.Mampu menyebutkan , menjelaskan ,membedakan :hasil remote sensing/ PJ dan peranannya serta aplikasinya (Citra Digital Dan Sistim Informasi Geografi) .
D.mampu menerapkan hasil-hasil PJ dalam berbagai kegiatan perkuliahaan lainya.

V.ISI

A.TEKNOLOGI RADAR DALAM PENGINDERAAN JAUH

Radar adalah singkatan dari Radio Detection And Ranging,bekerja pada gelombang radio dan gelombang mikro ,dengan panjang gelombang beberapa millimeter hingga sekitar satu meter , sistim pencitraan Radar sebagai sumber energi elektromaknetik, meng ‘iluminasi’ permukaan bumi kemudian energi pantulannya terdeteksi dan terekam oleh sistim radar tersebut sebagai citra.sehingga dengan demikian sistim ini sering disebut dengan penginderaan jauh aktif.pada tabel 1 ditunjukkan panjang gelombang radar tersebut yang digunakan dalam penginderaan jauh ,sedang pada tabel 2 menunjukan beberapa band yang di gunakan oleh mereka yang mengembangkan sistim radar untuk aplikasi tertentu

3.1 Konsep Radar
Konsep radar adalah mengukur jarak dari sensor ke target ,ukuran jarak tersebut didapat dengan mengukur waktu yang diperlukan gelombang elektromaknetik selama perjalananya mulai dari sensor ke target dan kembali lagi ke sensor.pada awalnya penggunaan system radar pada pemetaan / pengginderaan jauh ,dilakukan dengan system Real Apeture radar [RAR].Pada system ini digunakan antena cukup panjang ,akan tetapi dengan pemakaian antenna yang panjang tersebut ,sangat banyak keterbatasan nya, terutama menyakut ketelitian spasial dan penempatan antena wahana .
3.2.Geometri Pencitraan Radar
Pencitraan radar ,baik dengan wahana pesawat terbang maupun satelit ,selalu dilakukan kearah miring [side looking ],untukjelasnya dapat di lihat dan hal ini akan berakibat timbulnya suatu resolusi spasial , yang terdidri dari komponen resolusi kearah melintang lintasan (range resolution ) dan resolusi searah lintasan ( azimuth resolution ).
Resolusi melintang lintasan adalah resolusi pada arah tegak lurus terhadap arah terbang wahan.untuk dapat merekam secara terpisah dua obyek yang berdekatan pada arah tegak lurus arah terbang ,semua sinyal yang dipantulkan oleh kedua obyek harus diterima antena secara terpisah.sedangkan resolusi searah lintasan adalah resolusi searah lintasan wahana.

3.2.Dasar –dasar Radar Apertur Sintesa

Teknik Radar paling canggih saat ini yang di gunakan dalam penginderaan jauh adalah Radar Apertur Sintesa ( Synthetic Aperatur Radar / SAR ).dalam sistim ini, digunakan antena yang relative kecil dan mampu mengantikan antena yang panjang .perbedaan dengansistim radar konvensional ,gelombang tidak di deteksi secara bersama –sama ( serentak ) dalam seluruh bagian antena sintesis.sebagai pengganti , selam antena kecil bergerak sepanjang lintasan, sinyal yang di terima pada setiap posisi di rekam , kemudian di kombinasikan dengan sistim pengolahan data.sebagai ilustrasi ,bahwa target.kualitas hasil di setiap titik sangat tergantung dari intensitas energi balik yang di pantulkan oleh setiap obyek di lapangan.oleh karena itu intesitas sinyal balik ini sangat tergantung pada sifat fisis dan bentuk permukaan yang di indera . ( bentuk topografi , kekasaran, liputan vegetasi ), juga sifat elektrisnya ( konduktifitas).

3.3.Radar Aperatur Sintesa Interferometri

Radar Aperatur Interferometri merupakan suatu teknik radar aperatur sintesa dengan mengubakan dya antena.kedua antena merekam data amplitude dan fasa dari radiasi pantulan.kedua antena dapat di pasang pada satu wahana dalam posisi memanjang wahana kedua teknik tersebut sering di sebut dengan lintasan tunggal ( single pass ).karena kedua antena terletak di wahana yang sama .teknik lain yang terletak di wahana
Yang sama .teknik lain yang terus berkembang dan sangat menjanjikan di masa mendatang adalah pengunaan satu antena , akan tetapi melintas di lokasi yang sama pada saat yang tidak sama pada saat yang tidak sama ( repeat pass )

3.4.1.Radar Aperatur Sintesa Interferometri – melintang lintasan

Pada teknik ini kedua antena di pasang melintang terhadap arah lintasan wahana.salah satu antena bekerja dengan mengirim dan menerima sinyal , sedang antena lainnya hanya menerima sinyal pantul.teknik ini sampai sekarang hanya di terapkan di wahana pesawat terbang.

3.4.2.Radar Aperatur Sintesa Interferometri – melintang lintasan
Teknik ini juga mengunakan lintasan tunggal ( single pass )akan tetapi kedua antena di pasang pada posisi memanjang wahana ,searah terhadap lintasan wahana.teknik ini juga hanya di terapkan di wahana pesawat terbang.

3.4.3.Radar Apertur Sintesa Interferometri – pengulangan lintasan.
Pada teknik ini,hanya di gunakan satu antena dimana pada saat melintas pada satu lokasi , di hasilkan satu citra dan pada saat kesempatan lain di hasilkan citra untuk daerah yang sama dari posisi wahana yang sedikit berbeda.garis hubung yang menghubungkan kedua posisi antena di sebut basis ( baseline ).pada teknik ini di lakukan dengan mengunakan wahana satelit.teknik ini di sebut pengulangan lintasan ( repeat pass) karena wahana melintas pada posisi yang hampir sama pada saat yang berbeda .hubungan antara beda fasa ∆ө, panjang gelombang λ,basis B dan beda jarak antara antena dan objek p2-p1.
Dari beda fasa yang terjadi ,baik pada sistim radar interferometri melintang lintasan ,memanjang lintasan maupun pengulangan lintasan , kemudian diolah melalui proses phase- unwrapping, yaitu pengolahan fasa untuk menyelesaikan ambiguitas 2π .hasil sehingga dengan demikian bisa di turunkan model ketinggian digital untuk area yang dicakup.
B PENGINDERAAN JAUH DENGAN SATELIT

1.Konsep
Untuk itu digunakan kamera yang terpasang pada wahana ruang angkasa yang diluncurkan ke angkasa luar dan sering disebut sebagai satelit .Satelit merupakan suatu banda yang mengelilingi suatu obyek yang lebih besar .contohnya bumi yang merupakan satelit dari matahari .ataupun bulan yang selalu mengintari bumi . Bumi atau bulan merupakan satelit alami sedangkan wahana ruang angkasa yang diluncurkan manusia keluar angkasa merupakan satelit buatan dan merupakan topic perkuliahan .

Kamera yang di pasang pada satelit berfungsi sebagai indera penglihatan yang melakukan perekaman terhadap permukaan bumi pada saat satelit tarsebut beredar mengelilingi bumi menurut garis orbit atau edarnya ,sensor yang ada pada kamera akan mendektsi informasi permukaan bumi melalui enrgi radiasi matahari yang dipantulkan oleh permukaan keatas , data energi pantulan radiasi ini di olah menjadi gejala listrik dan data di kirim ke stasiun pengolah satelit yang ada di bumi.

Terdapat 7 komponen dalam penginderaan jauh : (1) sumber cahaya matahari,(2) gelombang elektromagnetik yang sampai ke permukaan bumi ( Ei = incoming electromagnetic),(3) objek yang ada di permukaan bumi,(4) Gelombang electromagnetic yang di pantulkan (ER=Reflect electromagnetic) atau dikembalikan oleh permukaan bumi ,(5) sensor yang ada di kamera yang terpasang pada satelit di ruang angkasa ,(6) stasiun penerima dan pengolah data satelit dan (7) pengunaan data citra satelit.

Suatu Ei yang sampai di permukaan bumi terdiri dari sinar tampak (visible light), sinar infra merah dekat ( near infra red /NIR) dan infra merah gelombang pendek ( short wave infra red / SWIR).komponen Ei yang sampai di permukaan bumi akan terbagi atas ER
(Reflect Elektromagnetic ). EA adalah gelombang electromagnetic yang di serap (Absorp Elektromagnetic ) dan ET (Transmittan Elektromagnetic) yaitu di teruskan .skema pereedaran dan interaksi gelombang electromagnetic ini komponen dari ER berasal dari spectrum cahaya tampak dan infra merah dekat .sebagian dari Ei ada juga yang di serap (EA= energy adsorp ) yang berada pada spectrum infra merah thermal.ET yang merupakan energy yang di teruskan akan berada pada spectrum daerah visibel biru dan hijau.semakin besar energi yang di serap maka suhu objek yang naik pula yang mengakibatkan timbulnya radiasi emisi atauEe yang semakin tinggi pula.untuk .untuk ER tergantung kepada objek.semakin tinggi nilai ER semakin besar pantulan yang mengakibatkan semakin jelas kenampakan objek .tidak semua sensor kamera dapat menerima ER sedangkan Ee akan diterima oleh sensor thermai yang berada pada kisaran daerah infara merah thermal ( thermar infra red =TIR ).

Besarnya nilai persentase pantulan objek akan mencerminkan warna dari suatu objek .untuk vegetasi akan terlihat pada spectrum cahaya tampak antara 0.4-0.7 , dengan nilai 0.4-0.5 cm untuk daun yang sehat yaitu pada kisaran warna biru dan hijau ( sebagian besar gelombang electromagnetic di serap oleh klorofil ) dan jika warna daun yang merah akan terlihat pada 0.65 cm.persentase pantulan dari daerah yang tertutup vegetasi berkisar antara 5-45 % tergantung kerapatan dan jenis vegetasi yang menutupi daerah tersebut untuk tanah kering yang terbuka akan terlihat coklat abu-abu dengan pantulan berkisar antara 5-45%.sedangkan air jernih spectrum cahayanya akan terdapat pada panjang gelombang 0.4-0.78 cm dengan pantulan yang rendah kurang dari 5%.skema dari spectrum electromagnetic.

System penginderaan jauh didesain memiliki sifat multi aplikasi yaitu multi spectral.multi spasial dan multi temporal .sifat multi spektraldari system penginderaan jauh di karena kan sensor kamera satelit mengunakan saluran penginderaan dua atau lebih pada saat yang bersamaan.semakin banyak kanal atau saluran yang gunakan maka informasi yang didapati semakin banyak dan lengkap .sifat multi spasial berarti system pengideraan jauh memeliki ketajaman (ketelitian) spasial sebanyak 2 atau lebih , serina juga di sebutkan ketelitian spasial ini sebagai resolusi spasial.jika resolusi spasial semakin tinggi maka semakin tinggi ketelitian citra yang berarti mempunyai skala yang semakin besar pula.sedangkan sifat multi temporal berarti kemampuan sensor penginderaan jauh untuk melakukan pengulangan penyapuan suatu daerah tertentu pada waktu yang telah di tetapkan .kembalinya satelit untuk menyapu suatu kawasan dapat pada peroade tertentu 1 jam , 1hari hingga 1 bulan berikutnya.

Resolusi spasial dari citra satelit dapat di bagi menjadi 3 yaitu : makro, sedang dan mikro dengan interpretasi deskripsi citra secara umum, agak rinci .resolusi spasial di katakan makro jika pada suatu kawasan disebut mempunyai penutup lahan bervegetasi .jika kawasan itu di sebutkan mempunyai penutup lahan terdiri dari perkebunan, hutan atau sawah maka resolusi citranya di sebut sedang dan jika disebutkan suatu daerah mempunyai vegetasi hutan pinus ,hutan jati,hutan bakau atau perkebunan kelapa sawit maka resolusi spasialnya adalah mikro.

System sensor penginderaan jauh yang bekerja pada daerah sisnr tampak ( fotografi) disebut sebagai sensor optis .adapun sensor berkerja pada daerah sinar inframerah di sebut sebagai sensor thermal sedangkan yang bekerja pada gelombang mikro dikenal sebagai sensor radar .masing-masing sensor mempunyai kelebihan dan kelemahaan masing-masing .sensor optis dan thermal mudah di gunakan dan diinterplasikan tetapi hanya bekerja optimal pada thermal mudah di gunakan dan diinterplasikan tetapi hanya bekerja optimal pada keadaan ruang angkasa yang cerah tanpa ditutupi oleh awan ,kabut atau hujan.sensor optis dan thermal tidak mampu menembus hambatan ini.untuk digunakan sensor radar.

C.WAHANA SATELIT
Wahana satelit adalah alat pengankut kamera pemotretan adalah satelit.kamera yang di gunakan pada citra satelit adalah jenis kamera yang lebih dikenal dengan scan.scan cara rekamannya dalam bentuk panyapuan pada suatu panjang jalur edarnya .sistim ini banyak di gunakan untuk dewasa ini untuk mengelabui birokrat papua dalam merencenakan pembangunan .citra yang di peroleh kita adalah citra non foto karena data yang di terima oleh stasiun dalam bentuk digit.
Wahana yang di gunakan baik berupa roket atau satelit ,selain gelombang elektromaknetic di gunakan juga gelombang pulsa aktif roket atau satelit menghasilkan citra sesuai dengan fungsi satelit tersebut begitu pula saluranya.

Satelit umumnya dalamorbitan mencapai ketinggian atas 5000 km seperti :
Landsat 79 km liputan 34.000 km.
NoAA 950 km : 10.000.000 km
GMS 36.000 km : 30% luas permukaan bumi

Satelit yang di gunakan untuk risede adalah ribuan di angkasa dengan resolusi spasial yang terus mengalami perbaikan dengan perekaman ulang terus mengalami perbaikan .

VI.CARA KERJA

TENAGA DAN GELOMBANG
A.Tenaga dalam penginderaan jauh
Tenaga penginderaan jauh adalah tenaga / kekuatan untuk membawah data (gejala obyek,daerah ) target ke sensor.tenaga (1) distribusi gelombang bunyi ,(2) distribusi tenaga elektromaknetik .

Obyek,daerah, gejala :mempunyai karateristik terhadap tenaga PJ,contoh:
Gravimeter –gravitasi bumi
magnetomete

B.Tenaga elektromagnetik [ jenelek]

Paket praktis dan magnetis yang bergerak demgan kecepatan sinar pada frekuensi dan panjang gelombang tertentu dengan sejumlah tenaga tertentu .
Tenelek –dari matahari – merupakan sumber tenaga alami dan tenaga buatan.
Alami – pasif – debu , air .uap , atau obyek –obyek lain –lain di bumi
Bautan- aktif – pulsa .
Tenaga – berlangsung kecepatan tetap dangan gelombang yang teratur dan sama . tenga ini mempunyai panjang gelombang dengan frekuensi berjalan terbalik .

Panjang gelombang – jarak puncak gelombang ke puncak berikutnya .
Frekuensi – sirklus gelombang yang melalui titik|detik.

VII. KELEMAHAN ATAU KEUNGGULAN

A.kelemahan dari radar , satelit , wahana

1.merupakan teknolilogi yang lambat dalam penyajian data
2.merupakan suatu sinyal yang di pantulkan oleh kedua obyek harus di terima antena secara terpisah
3.spektum elektromagnetik dalam kondisi yang stabil

B.keuggulan dari radar , satelit , wahana .
1.Mampu menyajikan data yang akurat
2.sistim penggunaan radar , satelit , wahana semakin canggih
3.teknolgi penerapan radar , satelit , wahana.
4.obyek penentuan dapat di sajikan .

VIII.KESIMPULAN

Dari tulisan di atas kita dapat melihat bahwa dengan system radar , satelit , wahana , kita bisa mendaparkan informasi tematis , melalui interprestasi citra maupun informasi ketinggian melalui pengolahan fasa .sehingga dengan demikian bisa didapat pete yang menyajiakan ketiggian dan liputan lahannya . tentu saja apa yang di hasilkan masih sangat terbatas dan sampai saat ini masih di teliti . kendala lain adalah liputan lahan , bentuk topografi , atmosfir . stasui antena , yang banyak berpengaruh pada hasil akhir system penginderaan jauh aktif ini.
OLEH: ROMMY SOKOY (mahasiswaFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN prog study PENDIDIKAN GEOGRAFI)

DAFTAR PUSTAKA

BPP tecnologi [ 1993 ] . ERS-1 LANDSAD ,SPOT : Applicatios complementary approach , collection of course materials .

Gens rudiger & jhin van genderen [1995 ] ,Sar interferometry – issues , techniques , applications the intenational journal of remote sensing , ITC . the Netherlands .

Geofrafi 1 SMA [2004 ] yudistira bandung

Warnet 27 des 2008

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Maret 2009 in BERITA, KARYA TULIS

 

Tag: , , , , , , , ,

SEJARAH HUKUM PIDANA

Sejarah hukum tertulis dimulai dengan waktu kedatangan orang Belanda yang pertama di Indonesia. Sejak dahulu maka hukum yang berlaku bagi orang Belanda di Indonesia sebanyak mungkin disamakan dengan hukum yang berlaku di negeri Belanda. Asas konkordansi itu senantiasa dipegang teguh selama orang belanda itu menguasai perundang-undangan di Indonesia (pasal 131 ayat (2) sub a. IS). Jadi sejak permulaan, hukum pidana tertulis yang berlaku bagi Read the rest of this entry »

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2009 in MATERI KULIAH

 

Tag: , , , , , , ,