RSS

Arsip Tag: penolong

MENCARI ARTI KEHIDUPAN***

Ul 30:19-20 “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

Apakah arti hidup? Bagaimana saya dapat menemukan tujuan, pemenuhan dan kepuasan dalam hidup? Apakah saya memiliki potensi untuk mencapai sesuatu yang Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2010 in RENUNGAN, SEBAIKNYA ANDA TAU!

 

Tag: , , , , ,

BENARKAH ADA KIAMAT ???

Melihat kepada segala ketegangan internasional, konflik-konflik, perang dingin dan perang hangat, pertentangan di antara bangsa-bangsa, tindakan-tindakan yang berani membinasakan jiwa manusia karena perbedaan ideologi, agama, pengacauan- pengacauan dan seribu satu macam kejahatan yang kini terjadi, banyak orang mengambil kesimpulan bahwa, peradaban modern dalam dunia dewasa ini sedang bergerak dengan cepat dan pasti dan tak dapat dihalang-halangi menuju nasibnya.
Banyak orang dengan rasa takut melihat kepada tindakan-tindakan di luar hukum yang semakin memuncak, ketegangan-ketegangan rasial, kenaikan harga bahan pokok sehari-hari, sebagai gejala bahwa dunia pasti akan sampai kepada suatu malapetaka besar.
Kita dapat membenarkan bahwa dunia kita sedang diantar menuju satu jurusan tertentu! Nasib apakah yang menanti dunia ini? Jurusan manakah sedang ditujunya? Orang bertanya, apakah benar ada hari kiamat? Jika benar ada, bilakah dan bagaimanakah kiamat itu?
Apakah dan mengapakah hari kiamat itu?
Ya, kita dapat menyaksikan bahwa dunia dengan keruntuhan-keruntuhannya yang meluas itu menyatakan bahwa sejarah memang ada akhirnya, dan di masa lampau, berakhirnya sejarah bagi bangsa-bangsa keturunan dan manusia sudah terjadi.
Lihat saja, piramide-piramide peninggalan Mesir kuno, dan hasil-hasil penggalian kota-kota Niniwe, Babel, Forum Romanium di Roma, dan banyak lagi, semuanya menyatakan tentang kekayaan dan kemuliaan yang pernah ada dalam sejarah, akhirnya telah menemui ajal dan sejarahnya telah selesai. Tidak peduli betapa besar dan berkuasanya satu bangsa di zamannya sendiri, maka ia akan sampai kepada saat kebinasaannya.
Dua ribu tahun yang lalu Kristus telah mengumumkan mengenai rencana Allah yang besar untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada Yesus Kristus dan menganugerahkan kepada mereka kehidupan yang tenang, damai dan abadi!

Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” Yohanes 14:1-3.

1. MENGAPA YESUS KRISTUS HARUS DATANG KEMBALI?

Apabila kita mempelajari Kitab Suci, mengenai peristiwa yang terjadi pada akhir zaman, maka kita akan dapat mengerti mengapa Yesus Kristus harus datang kembali.
Yesus harus datang kembali karena manusia kini sedang merusakkan bumi dengan penemuan berbagai-bagai jenis bom-bom dan alat-alat peperangan. Allah tidak akan membenarkan tindakan manusia ini berlangsung terus, melainkan Ia akan menghukum mereka.
Jika Kristus tidak segera datang, maka keadaan dunia akan terus dirusakkan oleh manusia, dengan berbagai alat senjata modern! Ledakan bom-bom nuklir, pengotoran-pengotoran udara, dan tindakan-tindakan penghancuran lainnya sedang terjadi di segenap bagian bumi ini.

“Dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi, dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.” Wahyu 11:18.

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.” 2 Timotius 2:1-5.

Inilah gejala-gejala akhir zaman, bahwa manusia dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, mempunyai sikap menolak kenyataan beragama kepada Allah yang benar. Kejahatan manusia semakin bertambah-tambah.
Yesus harus datang kembali, karena umat Allah yang setia telah lama menunggu kedatangan-Nya, agar mendapat kelepasan dari dosa, penyakit dan kematian.
Yesus Kristus harus datang kembali ke dunia ini, karena la telah berjanji memberikan pahala kepada orang-orang benar.

“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut per-buatannya.” Wahyu 22:12.

“Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah Yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” Titus 2:13.

“Dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam surga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya.” 2 Tesalonika 1:7.

Sementara Yesus datang untuk menyelamatkan umat yang beriman, juga Yesus harus datang untuk menghukumkan orang-orang jahat.

“Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.” Wahyu 18:5.

“Di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” 2 Tesalonika 1: 8.

Yesus Kristus harus datang kembali untuk mendirikan kerajaan Kristus yang kekal abadi. Bangsa-bangsa di dunia ini terus bertempur satu dengan yang lain, dan Kristus harus meniadakan semua kerajaan di dunia ini.

“Tetapi pada zaman raja-raja. Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya. dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.” Daniel 2:44.
“Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan-Nya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” Daniel 7:14.

2. BAGAIMANAKAH CARA KEDATANGAN YESUS KRISTUS KEMBALI?

Ada beberapa pandangan orang terhadap kedatangan Yesus Kristus kembali ke dunia ini, yang tidak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Ada orang menganggap bahwa kedatangan Yesus Kristus itu hanyalah menurut pengertian kiasan. Misalnya, apabila seorang mencapai satu taraf kehidupan yang baru, maka Yesus sudah datang kepada orang itu. Pengertian ini pula berarti bahwa kedatangan Yesus itu adalah di samping secara kiasan juga untuk pribadi tiap orang. Ada pula yang mengatakan bahwa kedatangan Yesus kembali, terjadi tiap kali ada orang meninggal dunia! Pendapat serupa itu. jelas sekali bertentangan dengan ajaran Kitab Suci!
Kitab Suci menjelaskan peristiwa yang sebenarnya sebagai berikut:

“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu. Tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea. mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali. Adalah sama seperti pada waktu la diangkat naik ke Surga.

Tegasnya, bahwa kedatangan Yesus Kristus, adalah nyata dan kelihatan. Yesus tidak akan datang secara sembunyi atau menampakkan diri hanya kepada sekelompok manusia saja atau kepada salah seorang secara individu, secara rahasia melainkan kedatangan-Nya itu adalah dalam keadaan yang sesungguhnya. Apabila Yesus datang, la akan dilihat orang sebagaimana murid-murid-Nya melihat Dia diangkat ke surga pada waktu itu.

“Lihatlah, la datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” Wahyu 1:7.

Untuk mendapatkan dengan benar cara kedatangan Yesus Kristus agar jangan sampai tertipu, Yesus sendiri telah berkata:

“Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya… Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” Matius 24:23,27

Yesus akan datang dalam keadaan yang sesungguhnya, karena semua mata akan melihat kedatangan-Nya bahkan kedatangan-Nya itu akan hebat seperti kilat, yang terpancar dari timur ke barat, Yesus tidak akan datang sendirian, melainkan dengan kemuliaan malaikat-malaikat.

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka la akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.” Matius 25:31.
“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Tuhan berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga….” 1 Tesalonika 4:16.

3. PERISTIWA APAKAH AKAN TERJADI WAKTU YESUS DATANG?

Peristiwa besar yang tetap menjadi masalah dalam kehidupan manusia ialah kematian. Tetapi apabila Yesus datang masalah kematian itu akan langsung diatasi dan diselesaikan. Khusus bagi orang yang percaya kepada-Nya, kepada umat Allah yang saleh, diberikan perjanjian ini.

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Tuhan berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dulu bangkit.” 1 Tesalonika 4:16.

Inilah salah satu bagian dari rencana keselamatan Allah bagi manusia berdosa dan yang harus mati itu. Bahwa mereka yang telah mati dalam iman, akan dibangkitkan.

” Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Yohanes 5:28-29.

Satu kegenapan perjanjian Allah yang indah bagi umat Allah! Bangkit dari kematian! Bukan itu saja, tetapi pada waktu kebangkitan itu, mereka akan diubahkan, dari tubuh yang fana, menjadi tubuh yang kekal! Tubuh yang tidak berpenyakit!

“Kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” 1 Korintus 15:52-53.

Alangkah bahagianya waktu itu! Tubuh kita yang selalu menjadi sasaran penyakit, dan penderitaan, akan diganti dengan tubuh yang baru dan kekal. Tubuh kita yang menjadi hancur dan busuk pada waktu kematian, akan dibangkitkan dengan keadaannya yang tetap segar dan sehat! Tidak perlu khawatir tentang serangan penyakit karena tidak ada penyakit lagi! Tidak perlu obat! Tidak takut penyakit kanker lagi! Kristus sudah datang! Tidak perlu rumah sakit! Tidak perlu tanah untuk kuburan. Semuanya sudah lalu! Kristus sudah datang!
Kedatangan Kristus bukan saja membangkitkan orang-orang yang benar dari dalam kubur dan mengubahkan tubuh mereka dengan tubuh yang baru dan kekal, tetapi juga akan mengambil mereka dari dunia yang berdosa ini, dan membawa mereka pulang ke surga!

“Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” I Tesalonika 4:17.

Sementara kedatangan Yesus kembali ke dunia ini, menjadi pengharapan yang berbahagia dan keselamatan bagi orang-orang benar yang percaya kepada Allah, hari itu adalah pula menjadi hari pembalasan hukuman bagi orang-orang jahat! Perhatikan-lah apa yang akan terjadi dengan mereka! Semua orang jahat yang menolak firman Allah dan tidak beriman, akan menerima hukuman pada waktu kedatangan Yesus.
Kitab Suci menjelaskan bahwa pada waktu Yesus datang, dunia ini akan dihancurkan.

“Tetapi pada hari Tuhan akan tiba seperti pencuri, Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” 2 Petrus 3:10.

Apakah yang terjadi dengan orang-orang yang tidak beribadat kepada Allah?

“Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu. “Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” Wahyu 6:14-17.

Alangkah sedihnya! Mereka itu telah mendapat kesempatan hidup dalam dunia dengan segala kebesaran, kekayaan, pangkat, tetapi tidak mau berbakti kepada Allah! Mereka adalah orang-orang yang mementingkan makan, minum, mencari kesenangan-kesenangan duniawi, berjudi dan menikmati segala kepelesiran, dan tidak mempedulikan agama. Mereka kemudian sadar tapi sudah terlambat, karena kesempatan yang baik telah mereka sia-siakan, mereka tidak mau mengikuti firman Allah dan menganggap enteng soal agama, maka Allah tidak dapat menyelamatkan mereka. Mereka berteriak, menangis meminta perlindungan pada gunung-gunung batu, tapi sia-sia, dan mereka meminta supaya batu-batu itu menimpa dan membinasakan mereka!

“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Matius 25:41.
“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Matius 7:23.

4. BERSEDIA UNTUK BERTEMU DENGAN YESUS KRISTUS

Persiapan apakah yang perlu diadakan jika kita mau bertemu dengan Yesus dan diselamatkan pada hari kedatangan-Nya? Apakah keselamatan itu diberikan bagi semua orang, atau hanya kepada rombongan tertentu saja? Tidak! Adapun rencana keselamatan Allah itu disediakan bagi semua orang, yang mau mengikuti kehendak-Nya. Jika demikian apakah syarat-syarat yang harus diperbuat oleh seseorang yang mau diselamatkan pada hari kedatangan Yesus?
Perhatikanlah petunjuk yang berikut ini. Nasihat Tuhan ini adalah bagi semua orang sebagai persiapan menjelang hari yang hebat itu.

“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” Yesaya 55:6,7.
“Mencari Tuhan, berdoa, bertobat dari segala jalan kehidupan yang jahat, adalah usaha penting yang harus dilaksanakan agar boleh diselamatkan pada waktu Yesus datang!
” Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” 1 Yohanes 3:3.

Bagaimana dapat kita bersedia? Dengarlah nasihat yang berikut ini:

“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur .karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” 2 Petrus 3:10-13.

Dapatkah seseorang mengetahui bila kedatangan Yesus kembali? Ia menasihatkan selanjutnya, agar semua orang yang menantikan kedatangan-Nya itu harus waspada dan berdoa setiap waktu.

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Matius 24:42.
Alangkah bahagianya menjadi umat Allah dan berbakti pada-Nya. Betapa mulianya kesempatan termasuk dalam rombongan umat yang menantikan kedatangan Yesus kembali ke dunia ini! Walaupun banyak kali menghadapi kesusahan dan pergumulan dalam kehidupan di dunia ini, umat Tuhan tetap menatap kepada Yesus Kristus, menunggu dengan tabah perjanjian-Nya dan penuh pengharapan untuk segera terwujudnya hari keselamatan itu. Segala kesusahan dan penderitaan di dunia ini akan lenyap apabila mereka memandang Yesus datang di awan-awan beserta malaikat-malaikat-Nya. Mereka akan bersorak dengan kesukaan.
“Pada waktu itu orang akan berkata: ‘Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Yesaya 25:9.

source : tigamalaikat.blogger.com via forumkristen.com

 
 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

TUHAN, bebanku berat…**

TUHAN, bebanku berat…

“Mengapa bebanku berat sekali?” aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender. “Tidak adakah istirahat dari hidup ini?”

Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.

“Ya Tuhan,” aku menangis, “Biarkan aku tidur…Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!” Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.

Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.

“Anakku,” orang itu bertanya, “mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu?”

“Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena… aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat! betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi.”

“Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

“Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?”

“Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?”

“Aku bisa melakukan hal itu?”

Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya. Kau bisa mencoba semua ini. Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

“Itu punya Joan,” kataku.

Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus. Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Mercedez suaminya kalau mobilnya rusak.

“Umm, aku coba punya Joan. Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul?” pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika. “Lepaskan beban ini!” teriakku. “Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?”

“Lihat ke dalamnya.”

Aku membuka ikatan beban itu dan membuka nya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, “Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku…”

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.

Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba,telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

“Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya…”

“Apakah kau ingin mencoba yang lain?” tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga: Ia telah menikah dengan pria yang berbeda keyakinan dan ia rela untuk mengikuti seluruh kemauan laki-laki tersebut termasuk mengikuti keyakinannya untuk atas nama kebahagiaan namun dihati kecilnya ia masih mencintai rumah Bapa-Nya karena ia telah merasakan kasih,anugerah serta pengharapan-Nya dengan penghasilan dari pekerjaannya sekarang serta ayah dan ibunya kakak serta adiknya yang sangat menyayanginya namun kini mulai menjauh.

Lebih jauh lagi suaminya yang mulai menunjukan sifat aslinya dan mulai bermain mata dengan wanita lain dan pernah meminta untuk menikah lagi karena diagamanya menikah dapat lebih dari satu kali bahkan dapat bercerai….

Debra punya juga demikian: masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan.

Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.

“Beban mereka semua sangat berat, Tuhan” kataku.
“Kembalikan bebanku”

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.

“Mari kita lihat ke dalamnya,” Tuhan berkata.

Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. “Itu bukan ide yang baik,” jawabku,

“Mengapa?”

“Karena banyak sampah di dalamnya.”

“Biar Aku lihat”

Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku. Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku.

“Katakan kepada-Ku mengenai hal ini.”

“Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas.”

“Anak-Ku, Aku selalu memberikan kebutuhanmu…. dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu.”

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki. “Dan yang ini?” tanya Tuhan.

“Andrew…” aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.
“Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya…”

“Anak-Ku,” Tuhan berkata. “jika kau percayakan kepada-Ku, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran.”

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.

“Ya, Tuhan..” aku berkata sambil menarik nafas panjang. “Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bisa membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku!”

“Anak-Ku, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mata-Ku.”

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya. “Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang,” kataku,

“Yang terakhir, berikan kepada-Ku batu bata yang terakhir.” kata Tuhan.

“Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya.”

“Anak-Ku, berikan kepadaKu.”

Kembali suara-Nya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangan-Nya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat luka-Nya.

“Tuhan….Bagaimana dengan tangan-Mu? Tangan-Mu penuh dengan luka!!” Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajah-Nya untuk pertama kalinya. Dan pada dahi-Nya, kulihat luka yang sangat dalam… tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

“Tuhan,” aku berbisik. “Apa yang terjadi dengan Engkau?”

Mata-Nya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.

“AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya.”

“Bagaimana?”

“Dengan darah-Ku”

“Tetapi kenapa Tuhan?”

“Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu.”

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tangan-Nya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku: kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus.
Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.

“Sekarang anak-Ku, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang.”

“Ya, Tuhan, aku akan memanggil-Mu.”

Aku mengambil kembali bebanku.

“Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth… Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik,

“Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu.”

Saat itu, aku merasakan damai sekali di hatiku.

“I will never leave you or forsake you.” (Ibrani 13:5)

(** Oleh : Zandy Kelidulan)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 April 2009 in RENUNGAN

 

Tag: , , , , , , ,