RSS

Arsip Tag: pengembangan

Mahasiswa Uncen Ikut Pelatihan Jurnalistik di Tabloid JUBI

Selasa, 28 April 2009

JUBI—-Sebanyak 11 orang mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua mengikuti pelatihan jurnalistik di Tabloid JUBI. Pelatihan jurnalistik mahasiswa Uncen dibuka pada Senin (27/4) di Kantor Redaksi tabloid JUBI Jalan Sakura, Gang Jati I No A 5, Perumnas II, Waena, Jayapura

Menurut Pemimpin Redaksi Tabloid JUBI Victor Mambor, pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama 40 jam. Mahasiswa Uncen akan mengikuti pelatihan jurnalistik selama 10 jam per minggu, baik teori maupun praktek lapangan, reportase dan survei.
Pelatihan jurnalistik ini dimaksud agar para mahasiswa dapat memiliki pemahaman tentang Papua baik HAM, Demokrasi, Sumber Daya Alam (SDA), lingkungan hidup dan lain lain. “Pemahaman yang baik tentang Papua akan mempermudah para mahasiswa menulis berita, features maupun opini serta proses kerja di media massa.
“Saya ingin mengetahui proses kerja di media massa mulai dari perencanaan peliputan, penulisan berita, editing, pra cetak,” ujar Jane Yakadewa, mahasiswa Fakultas Ekonomi Uncen.
Para mahasiswa mengaku, selama ini mereka termotivasi untuk melaporkan setiap kejadian yang mereka alami baik di komunitas maupun di kampus, tapi selalu menemui hambatan. Diantaranya, mereka belum terbiasa menulis menggunakan bahasa jurnalistik. “Saya selalu membuat catatan harian segala sesuatu yang saya rasakan dalam deary saya, tapi belum sistimatis sehingga saya termotivasi untuk mengikuti pelatihan jurnalistik ini,” tutur Dian Natalia, mahasiswa Fakultas Hukum Uncen.
Dalam acara pembukaan siang tadi, para mahasiswa mendapat pengenalan ilmu jurnalistik dari para fasilitator Tabloid JUBI. (Makawaru da Cunha)

sumber : http://www.tabloidjubi.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3597&Itemid=101

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2009 in BERITA, LIPUTAN KEGIATAN

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Merintis, Memelihara dan Mengembangkan Pelayanan Mahasiswa

I. Merintis Pelayanan Mahasiswa

A. Pentingnya Merintis Pelayanan Mahasiswa
1. Dasar Alkitabiah
a. Matius 28:18-20 – Melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus, menjadikan semua bangsa murid KU. Allah merindukan semua orang diselamatkan termasuk mahasiswa
b. Yohanes 4:35-38 – Ladang sudah menguning, jika tuaian sedah menguning tidak cepat dituai, maka tuaian itu bisa menjadi busuk atau dituai oleh orang lain.
c. Kisah 1:8 – Menjadi saksi Kristus, di Yerusalem, Yudea, Samaria dan seluruh dunia adalah tugas orang Kristen termasuk mahasiswa Kristen.

2. Alasan Strategis

a. Mahasiswa adalah calon pemimpin, bila calon pemimpin dimenangkan bagi Kristus maka pengaruhnya akan sangat besar dan luas. Pemimpin di segala bidang sesuai dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari.
b. Kampus adalah wadah pembinaan yang sangat efektif, dan efisien mengingat homogenitas dalam level yang sama, mobilitas yang tinggi, semangat muda yang berapi-api serta interaksi yang kuat di antara mereka.
c. Strategis bagi pelayanan misi, sebab setelah lulus sebagai alumni memiliki kesempatan yang luas untuk diutus ke berbagai bidang dan berbagai daerah.
3. Alasan Sosial

a. Kampus merupakan dunia yang khusus dan sangat sulit bagi gereja untuk menjangkaunya, oleh karena itu mahasiswa hanya bisa efektif dijangkau oleh mahasiswa sendiri.
b. Kehadiran murid Kristus yang bersekutu dan saling mengasihi merupakan daya tarik bagi mahasiswa lain yang belum percaya pada Kristus.
c. Mahasiswa yang terlibat dalam pelayanan mahasiwa berasal dari bermacam-macam gereja (interdenominasi), dampak dari persekutuan mereka tentunya adalah kesatuan yang makin erat dan kuat sebagai bagian dari tubuh Kristus.
B. Aspek Perintis
Siapa yang harus merintis pelayanan mahasiswa ? Tentulah mereka yang telah percaya pada Kristus sebagai syarat pertama. Sedangkan kriteria lain adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai visi dan misi pelayanan mahasiswa. Ia bukan hanya sekedar mengerti teori visi dan misi pelayanan mahasiswa, namun lebih dari itu ia harus mampu hidup dalam visi dan misi yang telah diyakininya.
2. Mempunyai kehidupan doa yang sungguh-sungguh (Kis 4:23-31). Pelayanan mahasiswa adalah milik Allah, maka ketergantungan kepada Allah adalah mutlak. Ciri pelayanan mahasiswa selain menggali firman Tuhan adalah juga pelayanan yang memusatkan pada doa.
3. Kerelaan untuk memberitakan Injil (Kis 4:31). Setiap orang yang terlibat pelayanan mahasiswa memang seharusnya mempunyai gaya hidup menginjili, mereka selalu tergerak oleh belas kasihan melihat mahasiswa yang belum percaya pada Kristus.
C. Metode Perintisan

1. Pengabaran Injil secara pribadi/pelayanan pribadi
Pelayanan pribadi atau pekabaran Injil melalui persahabatan, merupakan cara yang sederhana tetapi sangat efektif. Karena tidak diperlukan sarana-sarana yang rumit, namun dapat menjangkau banyak lapisan sosial, pelayanan pribadi ini dapat pula dilakukan melalui perkunjungan di waktu mahasiswa baru mulai datang ke kota anda.
2. Membentuk Kelompok Kecil
Mengumpulkan beberapa orang (3-6 orang) yang rindu, mereka dilayani dalam kelompok pemuridan. Komitmen, kesetiaan dan disiplin merupakan modal dasar untuk berhasilnya kelompok pemuridan ini. Dengan prinsip II Timotius 2:2, diharapkan kelompok dapat dilipatgandakan. Kelompok pemula dapat diadikan pengurus inti untuk memulai pelayanan mahasiswa yang lebih mantap dan berkembang.
3. Melalui Kelompok Besar
Kelompok besar yang dimaksud selain besar dalam jumlah orangnya juga besar dalam acaranya, seperti :

Kamp, dapat dipakai untuk sarana perintisan pelayanan mahasiswa. Peserta dibina, diperlengkapi, dibukakan hal-hal yang berkaitan dengan visi dan misi pelayanan mahasiswa. Dibukakan kota-kota atau kampus-kampus yang sangat membutuhkan adanyan pelayanan mahasiswa.
KKR, Seminar, Lokakarya. Acara semacam inipun dapat dipakai sebagai sarana untuk memulai pelayanan mahasiswa. Orang-orang ditindaklanjuti dengan program-program training yang telah disiapkan.
4. Melalui Pendekatan Struktural Kampus.

Pendekatan kepada dosen-dosen yang beragama Kristen, dengan menjelaskan visi dan misi pelayanan mahasiswa agar dipahami dan didukung.
Mengutus mahasiswa Kristen yang mempunyai beban terhadap pelayanan mahasiswa, sekaligus punya talenta berorganisasi masuk senat untuk mempermudah masuknya pelayanan mahasiswa di kampus.
Mengajukan proposal ke Universitas/Fakultas melalui jalur-jalur resmi yang ada.
Menyiapkan orang-orang yang sungguh terbeban untuk menyelenggarakan pelayanan mahasiswa di kampus tersebut.
5. Melalui Pendekatan Struktural Pemerintah dan Gereja.

Menjalin hubungan baik dengan pejabat pemerintah Bimas Kristen Protestan Departemen Agama, dengan berkunjung, mendaftarkan secara resmi, melaporkan kegiatan program-programyan, mengundang menjadi pembicara, melaksanakan kegiatan bersama atau pelayanan bersama,dll.
Menjalin hubungan yang baik dengan gereja, dengan berkunjung ke gereja, terlibat dalam salah satu program gereja, melaksanakan kegiatan/pelayanan bersama, mengundang pendeta-pendeta untuk melayani dipersekutuan kampus, dll.
Mengajukan proposal ke Universitas/Fakultas melalui jalur-jalur resmi yang ada.
Menyiapkan orang-orang yang sungguh terbeban untuk menyelenggarakan pelayanan mahasiswa di kampus tersebut.
II. Memelihara Pelayanan Mahasiswa
Memelihara lebih sulit daripada merintis, itu sebabnya pelayanan mahasiswa yang telah dirintis perlu dipelihara dengan cara sebagai berikut:

1. Menerapkan pola pelayanan 4P
Penginjilan, Pemuridan, Pelipatgandaan dan Pengutusan seharusnya dijadikan pola pelayanan dalam menyelenggarakan pelayanan mahasiswa. Mahasiswa yang bertobat dari hasil penginjilan dimuridkan, setelah menjadi murid mereka dilatih untuk memuridkan orang lain dan selanjutnya diutus. Jika pola pelayanan 4P berjalan dengan baik dapat dipastikan bahwa pelayanan mahasiswa akan terpelihara.
2. Transfer Visi
Pelayanan mahasiswa memerlukan orang-orang yang mempunyai visi yang jelas dan tajam, supaya satu generasi tsb mampu mentransferkan visi pelayanannya kepada generasi penerus, yang akan melanjutkan pelayan yang sudah terintis agar tidak menyimpang dari visi semula.
3. Pengelolaan yang profesional
Kita harus mulai belajar mengelola pelayanan mahasiswa secara sungguh-sungguh, direncanakan, diatur sedemikian rupa sehingga dapat dievaluasi perkembangannya dari waktu ke waktu, oleh karena itu diperlukan antara lain:

Penyusunan program yang teratur dan terpadu yang mengarah kepada visi
Penggunaan kurikulum yang sesuai kebutuhan
Penempatan orang (sebagai pengurus) sesuai dengan karunia dan kapasitas
Keuangan dibukukan dengan rapi dan bertanggungjawab
Dll
4. Memelihara kontak dengan alumni
Alumni-alumni yang telah dilayani dalam pelayanan mahasiswa, dapat dijadikan sebagai nara sumber, pemelihara visi, pendukung dana/fasilitas. Mengingat pentingnya peran alumni tersebu, maka haruslah diupayakan untuk memelihara kontak dengan mereka, misalnya memberikan warta, melibatkan dalam pelayanan praktis sesuai dengan talenta mereka, dll.
III Mengembangkan Pelayanan Mahasiswa
Mengembangkan pelayanan merupakan hal yang lebih sulit, namun haruslah tetap dilakukan. Karena jika pelayanan tidak berkembang sesuai tujuan yang ada, akhirnya akan ditinggalkan oleh mahasiswa, Oleh karena itu harus dipikirkan suatu upaya pengembangan sebagai ciri pelayanan yang hidup, antara lain:

1. Buatlah penelitian untuk melihat sejauh mana dampak pelayanan dari segi pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Apakah dampak KTB terhadap kehidupan pribadimahasiswa
Apakah pengaruh PMK terhadap kehidupan kampus
Apakah manfaat pelayanan mahasiswa bagi pelayanan mahasiswa di gerejanya
Dll
2. Mulai diarahkan pelayanan kepada kategorial studynya, sehingga dapat menjawab tantangan dalam profesi yang akan datang. Sebagai contoh pelayanan di FE harus diarahkan dan disiapkan untuk menjawab tantangan ekonomi yang ditinjau dari iman Kristen, termasuk bidang hukum, politik, pendidikan, dsb
3. Program retreat satu bidang tertentu.

Retreat pengurus atau raker untuk satu bidang tertentu dari bebrapa kampus.
Misalnya retreat seksi acara, retreat seksi pembinaan, retreat pemimpin kelompok kecil. Retreat semacam ini lebih bisa menjawab masalah yang ada dalam bidang tersebut
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2008 in REFERENSI

 

Tag: , ,