RSS

Arsip Tag: pacaran

RESIKO PACARAN (PUTUS CINTA & PATAH HATI)

:: PMK uncen :: Salah satu risiko pacaran adalah putus cinta seperti yang Anda alami. Apalagi jika sudah berpacaran lama dan cinta telanjur mendalam. Namun dibalik semua ini kami percaya Tuhan tidak meninggal¬kan Anda. Ia ada di dekat Anda untuk me¬nolong. Ia rindu menguatkan dan menghibur Anda. Mazmur 34:19 berkata:”TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Kita semua tentunya pernah meng¬alam¬i sakit hati. Pada saat seperti ini janganlah Anda bertanya: di mana Tuhan. Mengapa Ia biarkan Anda sendiri? Ia ada di dekat Anda. Ia sangat terikat dengan firman-Nya! Sapalah Ia. Berbicaralah dengan-Nya. Cobalah untuk mengobati luka hati Anda dengan:

1. Bersyukur atas apa yang telah terjadi.

Ingatlah bahwa Ia mengetahui semua yang Anda alami. Walaupun saat ini Anda sulit mengucap syukur, berusahalah melakukannya. Semua jalan manusia lurus dalam pandangannya sendiri. Namun Allah tahu apa yang ada di balik tikungan jalan kita. Percayalah bahwa apa yang terjadi adalah seizin Dia! Kita hanya melihat satu langkah di depan, Allah melihat sejuta lang¬¬kah di depan kita. Teruslah berkata bahwa Ia tahu what’s best for me! Salah satu tanda kedewasaan hidup rohani adalah bila Anda dapat belajar mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini.

2. Relakan kepergiannya.

Ini adalah cara paling cepat untuk menyembuhkan luka hati. Berdoalah agar ia bahagia dan diberkati baik secara jasmani maupun rohani! Mungkin pada awalnya sulit karena ada pertentangan batin. Namun teruskan untuk mendoakan dia. Berdoalah juga untuk diri sendiri. Katakan kepada Tuhan bahwa Anda telah merelakan dia pergi. Sesudah itu perintahkan hati dan pikiran Anda untuk merelakan kepergiannya. Dengan begitu proses kesembuhan akan segera bekerja dalam diri Anda. Mengapa? Karena sebenarnya Anda sedang belajar mengampuni. Tuhan pasti senang dengan hal ini dan akan menyembuhkan luka batin Anda.

3. Bersyukurlah karena ini terjadi saat Anda masih pacaran.

bayangkan jika setelah Anda menikah dengannya, tiba-tiba ia pergi membawa seluruh pakaiannya dan hanya meninggalkan sepucuk surat singkat permohonan maaf karena telah meninggalkan Anda! ¬Itulah sebabnya kami mendorong Anda untuk meyakinkan diri, lebih baik ini terjadi sekarang daripada nanti! Anda juga harus merasa beruntung karena telah mengenal kualitas cintanya saat ini, dibanding baru tahu belakangan! Jadi, percayalah bahwa Allah sedang melakukan yang terbaik dalam hidup Anda. Kami mempunyai satu prinsip penting tentang hidup: Allahlah yang mengatur dan me¬ngontrol kapan manusia lahir, dengan siapa ia menikah dan kapan ia mati. Setiap orang yang takut akan Tuhan pasti mengalami tangan kasih Allah dalam hal ini.

4. Berjalanlah dengan iman.

Tuhan pasti akan memberi seseorang yang terbaik kepada Anda. Ini mungkin terjadi karena dulu Anda langsung pacaran tanpa bertanya pada Tuhan. Bisa juga karena karakter Anda belum terbentuk. Tenang saja! Percayalah bahwa Tuhan pasti telah menetapkan seorang yang spesial dan tepat bagi Anda. Jalani lagi hidup dengan baik. Be good at whatever things you do! Saat Anda menemukan pasangan yang tepat, maka Anda dengan sangat bersukacita akan berkata, “Thank’s a lot God! You’re Great!” Ingat apa yang Ia janjikan dalam firman-Nya, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia” (Rm. 8:28)

Bagaimana Mengobati Patah Hati?

Sulit dipercaya saat Anda harus berpisah dengan pria impian Anda atau wanita yang sempurna. Tanpanya, Anda merasa tidak ada lagi kebahagiaan dalam hidup Anda. Saat itu luka yang timbul nampaknya hampir tak tertahankan. Sungguh tak tertahankan sampai-sampai ada orang yang mengatakan seseorang bisa mati karena patah hati.
Saya bukanlah dokter, tapi saya sangat yakin bahwa hal ini tidak mungkin terjadi (setidaknya 99,5%). Pada kenyataannya, saya tidak tahu seberapa banyak orang yang meninggal karena penyakit jantung, dan setiap orang yang saya kenal, termasuk diri saya sendiri, setidaknya memunyai satu episode di mana dia merasakan rasa sakit dalam menjalani hidupnya. Percaya atau tidak, mereka yang bisa bertahan, bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari yang pernah mereka pikirkan sebelumnya.
Jadi, sebenarnya apa kunci untuk mengobati patah hati dengan cepat? Kuncinya adalah pil ajaib! Benar, pil ajaib. Pil ini melepaskan hormon-hormon tertentu dalam otak Anda yang menimbulkan luka hati. Apakah Anda ingin membelinya? Bila Anda ingin membelinya, saya rasa Anda benar-benar perlu ditolong. Tetapi kadang-kadang kebenaran itu memang menyakitkan — tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menyembuhkan luka hati dengan cepat. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan untuk memulihkannya, yaitu waktu, keluarga, teman-teman, dan di atas semuanya itu adalah Yesus (dan juga sedikit coklat).

1.Waktu.

Pernahkan Anda mendengar ungkapan, “Waktu menyembuhkan semua luka?” Percaya atau tidak, ungkapan ini benar. Waktu bisa menyembuhkan luka, penyakit, penolakan, dan bahkan penyakit jantung. Berikan waktu untuk diri Anda sendiri, maka luka akan berkurang. Seiring dengan berjalannya hari, rasa tidak ada harapan itu sedikit demi sedikit akan berkurang dan Anda akan lebih optimis terhadap masa depan. Percayalah, saya sudah pernah mengalami ini.

2. Keluarga.

Keluarga yang telah Tuhan berikan kepada Anda adalah suatu anugerah (dan bagi beberapa orang, merupakan anugerah yang tersamar). Mereka selalu ada di samping Anda dan saat seseorang melukai Anda, sudah pasti orang itu menjadi musuh Anda! Keluarga memang luar biasa, meskipun Anda tahu bahwa Andalah yang salah, di mata keluarga Anda, “orang lain”lah yang selalu disalahkan. Anda tidak akan menemukan dukungan yang seperti ini dari orang lain, bahkan dari teman Anda, karena teman-teman cenderung melihat segala sesuatunya secara objektif (siapa yang benar, itu yang diikuti), sedangkan keluarga sangat mengasihi Anda, mereka tidak melihat kesalahan yang telah Anda lakukan. Oleh sebab itulah mereka selalu melindungi Anda. Bahkan kadang-kadang saat Anda tidak mengharapkannya sekalipun.

3 .Teman-teman.

Seorang sahabat baik adalah suatu aset yang sangat berarti, khususnya di saat-saat yang sulit. Sahabat bisa membuat Anda tertawa dan melupakan saat-saat yang membuat Anda terluka, bahkan saat Anda merasa seperti berkubang dalam pengasihan diri sendiri. Tuhan telah memberi Anda teman-teman sebagai anugerah dengan tujuan untuk membuat Anda merasa ada yang memiliki, bahwa Anda diperlukan. Sehingga Anda tidak dikurung oleh rasa putus asa yang membatasi Anda untuk melakukan sesuatu. Anda bisa mendapatkan penghiburan dan hal-hal yang jenaka dari teman-teman Anda, yang kemudian bisa membalut hati Anda yang sedang terluka.

4. Yesus.

Dari semuanya itu, yang bisa menyembuhkan luka yang Anda alami karena patah hati adalah doa. Yesus selalu ada meskipun Anda tidak memiliki keluarga atau teman-teman yang bisa membuat Anda tenang. Yesus adalah keluarga dan teman Anda. Dia yang menenangkan Anda saat Anda menghadapi masalah dan Dia selalu ada untuk Anda kapan saja. Doa yang terus dipanjatkan kepada-Nya supaya Dia memimpin Anda melalui masa sulit ini akan menguatkan Anda, tidak hanya secara emosi, tetapi juga rohani.

” BELAJAR UNTUK MENGAKUI ADANYA KENYATAAN HIDUP ”

Iklan
 
21 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Agustus 2009 in CUCI OTAK, KARYA TULIS, REFERENSI, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , , ,

AKIBAT MENGADAKAN HUBUNGAN SEKS SEBELUM PERNIKAHAN**

PMKuncen :: Seks berasal dari Allah dan diberikan kepada manusia dengan tujuan untuk dinikmati dan mengusahakan keturunan dalam perkawinan. Hal itu berarti bahwa seks harus dilakukan sesuai dengan kehendak Allah, dimana seks hanya dapat dilakukan dimana seks hanya dapat dilakukan oleh suami-isteri yang sah (I Korintus 7:1-5).
Hubungan seks di luar pernikahan sama sekali tidak dibenarkan, melanggar Firman Allah, hukumnya berzinah dan dosa (Keluaran 20:14) patut dihukum, mereka tidak mewarisi kerajaan Allah.

Menurut Robert J. Miles dalam bukunya, Sebelum Menikah Pahami Dulu Seks di katakannya: ada banyak akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan seks sebelum pernikahan, antara lain:
1. Akhirnya mereka memaksakan diri untuk cepat-cepat menikah, untuk menghindarkan si bayi dari istilah “Anak Haram”. Jelasnya menanggung resiko besar, merasa malu dengan masyarakat karena pernikahan ini sudah diawali dengan penyimpangan norma-norma perkawinan. Jika para pemuda-pemudi tidak hati-hati dalam mencari dan menetapkan cara hidupnya, mereka akan menjadi korban seumur hidup, dan tidak lepas dari bahaya “Habis Manis Sepah Dibuang”.
2. Anak mereka akan diadopsi oleh pengadilan kepada pasangan yang telah menikah, ini berarti kedua orang tua bebas tanggung-jawab terhadap anak, karena anak tersebut sudah diserah kepada orang lain untuk mengasuh, mengganti kasih dan pemeliharaan. Bukankah hal ini berarti menghilangkan hak seorang anak untuk menuntut kepada orang tuanya sebagai darah daging sendiri.
3. Banyak kali terjadi “Pengguguran atau Aborsi” terhadap bayi yang dikandung karena mereka takut dikeahui oleh oran tua, keluarga, teman, tetangga takut kepada semua orang dan merasa bersalah. Mereka tidak memperhitungkan bahaya pengguguran yang dilakukan, baik oleh dokter maupun dukun, dan bahaya psikologis. Manusia tidak berkuasa atas diri sang bayi. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan didalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya”(Mazmur 139:13,16).
4. Akibat lainnya, seorang ibu yang belum menikah terpaksa harus mengurus sendiri anaknya dengan terus-menerus. Bebannya bertambah, mencari nafkah, mengurus keluarga dan anak. Belum tahu apa jadi kelak jika anaknya sudah menjadi dewasa dan belum pernah melihat ayahnya. Banyak masalah yang harus dihadapi.
Jadi, hubungan seks di luar pernikahan adalah sikap yang kurang bertanggung-jawab dan tidak terpuji, dengan kata lain merampas, mencuri, memperkosa milik orang lain, melakukan yang tidak hormat, tidak sopan, keji, najis dan berdosa. Untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan tersebut, perlu perhatian orang tua terhadap sang gadis atau jejaka dalam mempersiapkan pernikahan dan hidup keluarga bagi anaknya. Biasanya lebih mudah melepasbebaskan sang ank dari pada melepas binatang piaraan yang dirawat sedemikian rupa dan tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh anaknya di luar pergaulan bebas tanpa kontrol, yang hidup melebihi binatang liar.
Orang harus turut bertanggung-jawab, kalau sang calon menantu sudah tidak mengindahkan dan menghormati orang tua, lebih bik jangan diterima. Apalagi selalu membujuk-rayu dan menipu. Tidak perlu kompromi dengan dosa. Lebih baik kehilangan sang pacar dari pada kehilangan kewibawaan orang tua dan diri sendiri di pandangan masyarakat.

Bagaimana seharusnya sikap kita pada masa pacaran,??
a) Saling menghormati. “Kenakanlah Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuh untuk memuaskan keinginannya”(Roma 13:14).
b) Setia kepada Tuhan dan rajin membaca Firman-Nya sebagai perjanjian bagi umat-Nya dan berdoa dengan penuh penyerahan bagi hidup di masa mendatang. Ia akan membuat hidupmu berhasil (Yosua 1:8).
c) Sementara berpacaran janganlah mengharapkan hal-hal seperti ciuman tiap saat, gesekan tubuh yang menimbulkan rangsangan kosong dan menimbulkan hawa nafsu yang akan menjatuhkan kehidupan rohani dan menjauhkan diri kita dari persekutuan dengan Tuhan.
d) Berusaha menghindari pikiran yang negatif dan memikirkan apa yang suci dan baik bagi pemandangan Allah (Filipi 4:8).
e) Membatasi waktu berpergian berdua dan menjauhi tempat yang sepi. “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (I Korintus 15:33).

**Oleh : Ungkhe_Excited
blessingmeukisi.blogspot.com
ath_groovy@yahoo.co.id

 

Tag: , , , , , , , , , ,

PROBLEMA BERPACARAN DAN PEMECAHANNYA **

Naluri berpasangan dengan yang lain jenis alias berpacaran merupakan keinginan yang luhur yang diciptakan Allah, karena itu harus didasari dengan maksud yang sungguh-sungguh hendak melanjutkannya kemaligai pernikahan, membentuk rumah tangga yang sesui dengan kehendak Ilahi. Jadi bukan coba-coba atau karena malu dengan teman yang sudah memiliki pasangan lebih dahulu.

Sekalipun begitu, janganlah berpikir bahwa dengan modal “cinta”, percintaan akan berjalan dengan mulus, indah tanpa persoalan. Jika itu yang menjadi landasan keinginan luhur anda, pasti tidak lama hubungan itu akan retak. Hubungan seperti ini dapat dilukiskan bagaikan mendirikan menara di atas pasir, sekalipun memiliki selera tinggi, indah, dengan bayangan yang gemerlapan, sebentar akan roboh apabila angin menerpanya.

Pemuda-Pemudi yang hendak atau sedang bepacaran harus mulai memikirkan tantangan awal yang akan dihadapi. Contohnya: mungkin orang tua tidak menyetujui; calon pacar anda berbeda keyakinan; ia berasal dari suku lain; bagaimana menghadapi adat-istiadat masing-masing; usia berbeda jauh-lebih tua atau lebih muda; dia anak orang kaya atau miskin, terhormat atau pegawai rendahan; dapatkah dia nanti meluangkan waktu untuk mengadakan pertemuan-pertemuan di luar rumah; sudah bekerja atau masih menganggur; ia masih bergantung pada orang tua, masih kuliah sambil bekerja; termasuk malas atau giat, pandai atau bodoh, memiliki latar belakang baik atau buruk. Kita wajib mengetahui seluruhnya, bukan bermaksud mencari, namun menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dan penyesuaian semasa masih berpacaran. Tidak hanya berkata “mau”, “oke”, menerima begitu saja dan tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan persoalan yang akan muncul dalam pernikahan.
Setiap orang tentu menginginkan pasangan dan keluarga yang ideal, hal itu perlu ditanamkan dengan betul dalam hati kedua belah pihak, sebab yang ideal tidak begitu saja datang setelah keduanya turun dari pelaminan, atau dibentuk dalam tiga bulan sementara berbulan madu. Justeru setelah turun dari pelaminan anda akan melihat hal-hal yang tidak ideal, karena yang ideal masih dalam sifat masing-masing untuk disatukan dalam puluhan tahun hidup pernikahan anda. Jadi, pasangan muda-mudi yang dikatakan ideal adalah mereka yang melanjutkan dalam pernikahan dan berani menghadapi tantangan dan tidak nikah lagi sampai keduanya di panggil Tuhan. Sebab keduanya saling mempertahankan derajat pernikahannya di depan umum serta keluarganya sendiri.

Problema yang sering menjadi hambatan bagi pasangan mudi-mudi yang bermaksud untuk menikah, baik hambatan itu dari keluarga maupun diri sendiri, dari lingkungan atau orang lain, seperti beberapa poit di bawah ini:

a. Tidak disetujui atau direstui oleh Orang Tua.
Banyak kasus bunuh diri antara pemuda-pemudi yang sedang dimabuk asmara. Mereka mencari jalan pintas lantaran orang tua atau salah dari kedua orang tua tidak merestui hubungan mereka. Tidak sedikit pula yang mengambil jalan sendiri menikah di kota lain tanpa diketahui orang tua alias kawin lari. Ada pula yang memaksa orang tua untuk merestui hubungan dan pernikahan anaknya, karena alasan macam-macam menurut keinginannya, atau bahkan sudah kecelakaan (Marriage By Accident) akibat semau gue.
Bagaimana kalau anda sendiri yang menghadapi problema ini. Kalian harus perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai kompas rencana ini. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan” (Kolose 3:20). Sebab itu jangan takut atau malu minta ijin orang tua, sekalipun mereka tidak memiliki kekayaan yang cukup, bukan pejabat tinggi, bukan tergolong orang pandai, bahkan dianggap masih kuno. Mereka perlu dihormati, bahkan merasa bangga jika anaknya bisa menikah dengan orang lain yang lebih terhormat, setidaknya mengangkat derajat keluarganya sendiri. Mereka perlu dihormati karena sedikitnya sudah memiliki pengalaman dalam berkeluarga.
Jadi, kalau oran tua melarang hubungan kalian, tentu ada alasan. Perlu bertanya pada diri, Mengapa.?? Mungkin anda belum pernah menceritakan perihal pacar anda secara terbuka, sehingga orang tua tidak tahu hal-hal yang baik dalam diri si dia, mengapa anda sendiri mengambil dan mencintai si dia. Mungkin juga sebaliknya, orang tua lebih tahu tentang keluarga, latar belakang serta kehidupan, sifat-sifat kekasih anda daripada anda sendiri. Lebih baik menceriterakan secara terbuka dan sekaligus minta restu, agar orang tua turut memperhatikan, akrab, jika berdua bertandang ke rumah orang tua masing-masing mereka dapat menyambut lagi bukan seperti orang lain, melainkan sudah menjadi seperti keluarga sendiri.
Satu pertanyaan yang harus dijawab, bolehkah menolak nasihat, saran orang tua sehubungan dengan tidak disetujuinya hubungan anda. Boleh saja anda menolak jika hal itu tidak sesuai dengan Alkitab. “Hai anak-anak, taatilah orang tua di dalam Tuhan, karena haruslah demikian “(Efesus 6:1). Mengapa Alkitab harus menjadi landasan utama dalam pernikahan. Dengan menikah Tuhan mengharapkan kehidupan rohani kita menjadi lebih baik, bertaumbuh dan berkembangan secara harmonis.

b. Perbedaan Suku, Adat, dan Agama.

Tidak ada Undang-Undang yang melarang perkawinan dengan lain suku, kendatipun masih ada jejaka atu gadis enggan berpacaran dengan lain suku, karena masih terikat adat, kebudayaan, silsilah (Fam). Tidak sedikit yang membedakan warna kulit, begitu pula sifat. Karena salah menafsirkan maka orang yang berkulit hitam dikatakan berwatak keras, kasar, sebaliknya yang berkulit putih itu lembut, bersih, padahal sama saja tergantung bagaimana pendekatannya. Katajanlah seperti buah manggis memang nampak kasar, keras dan pahit dilihat dari luar, tapi isinya manis.
Jadi, yang lebih utama bukan soal perbedaan latar belakang melainkan kontak batin, cinta kasih dan kecocokan, karena hidup kekeluargaan harus dinikmati.

Kita juga harus menaati Firman Tuhan, bahwa terang dan gelap tidak akan dapat bersatu (sejodoh). Jadi, janganlah menikah dengan orang yang belum bertobat kalau ingin rumah tangga menjadi baik. Kalau belum mengenal Tuhan baiklah tunggu sampai si dia bertobat, lebih baik jangan mengikat hubungan atau berjanji sebelum anda melihat perubahan pertobatan atau percaya.
Jadi, kalau masalah perbedaan latar belakang masih membuat diri anda ragu dan perbedaan keyakinan masih menjadi permasalahan yang serius, maka sebaiknya anda bersikap dewasa dan obyektif serta berdoa dengan sungguh-sungguh mohon pimpinan Tuhan, sampai anda mendapatkan pengertian dan pasangan mantap, cocok, dan setia kepada Tuhan.

c. Perbedaan Usia.
Perkembangan zaman telah menuntut wanita turut menyingsingkan lengan, sibuk dalam studi, karier dan cita-cita, sampai tak ada waktu lagi untuk bergaul dan memikirkan kepentingannya sendiri. Ketika sudah berhasil, memiliki kekayaan yang cukup, kedudukan lumayan baru, sadar masih ada yang kurang. Segala sesuatu yang diperolehnya terasa tak ada artinya karena dia belum menikah. Ia mulai memasang aksi, sayang sedikit terlambat. Umur tak dapat dikurangi bahkan semakin bertambah. Ia semakin kalut bila mendengar temannya sudah melahirkan. Akhirnya tancap gas, masa bodoh yang masih muda sekalipun tak jadi soal, yang penting cepat menikah tanpa pikir panjang resiko di masa akan datang.pertama memang indah, setahun, dua tahun mulai menyadari ada perselisihan pendapat yang tajam, selera berbeda jenauh, terpaksa yang tua harus menuruti keinginan yang muda atau sebaliknya.

Kita memang tidak menutup mata bahwa ada pula pasangan yang menikah dengan usia yang terpaut jauh, namun dapt membina hidup kekeluargaan yang harmonis. Pasti, mereka ada resep tersendiri untuk saling menerima sebagaimana adanya.

Umumnya sang gadis lebih muda sedikit dari sang pria. Dapat juga usia sama atau yang wanita lebih sedikit dari pria. Namun usahakan tidak terlalu jauh untuk menjaga kemungkinan penyelewengan karena kurangnya kepuasan, keharmonisan, dan kesetiaan.

d. Perbedaan Sosial dan Pendidikan.
Soal berpacaran sebenarnya bukan soal kaya atau miskin, pandai atau bodoh, tetapi soal kecocokan batin, soal jodoh bukan soal lahir. Hal itu dapat diatur kemudian setelah keduanya menyatukan diri dan berpikir bersama, bekerja bersama, saling menolong, membantu, tidak hidup foya-foya atau boros sementara pasangannya membanting tulang.
Tidak juga saling memandang rendah, misalnya karena dia dari keluarga miskin, atau bodoh, maka tidak perlu tahu soal kepentingan dan urusan pasangannya. Inilah salah satu persoalan yang terjadi dalam pernikahan yang berbeda tingkat sosial dan pendidikannya. Kalau demikian halnya anda harus memutuskan sedini mungkin. keseimbanganlah yang diinginkan dengan pasangan yang diharapkan sebelum melanjutkan kepada pernikahan.

e. Masih bergantung pada Orang Tua.
Kalau seorang pemuda hidupnya masih bergantung pada orang tua, segala kebutuhannya masih disediakan sepenuhnya oleh orang tua, setiap melakukan pekerjaan dan menyelesaikan persoalan masih harus dibantu oleh orang tua, berarti ia belum siap menikah.
Sebab Alkitab mengatakan: “sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24). Merupakan tantangan dan syarat bagi pria bila hendak menikah ia harus dapat berdiri di atas kaki sendiri, tidak menyusahkan orang tua, melainkan dapat bertanggung-jawab mencukupi kebutuhan atau keperluan keluarganya, yaitu isteri dan anak-anaknya.

Kalau menikah dengan dijamin oleh orang tua segala biaya hidupnya sampai hari tuanya, tentu banyak orang mau. Tetapi tidaklah demikian, dan perlu disadari oleh setiap pasangan muda-mudi bahwa kita berpisah dari orang tua untuk melakukan kebenaran Allah, dan Allah akan turut campur tangan. Secara fisik orang tua tidak akan terus bersama dengan kita. Kalau orang tua membantu, katakan itu sebagai berkat.

Bahagialah si gadis jika mendapat patner yang sudah dapat bertanggung-jawab sendiri, dewasa, dan dapat mengatur hidupnya sendiri, menaruh hormat dan penuh pengertian. Sebaliknya, bahagialah yang mendapatkan gadis yang mengerti patnernya, dan dapat mendorong, mencintai serta setia kepadanya.
“Lebih baik menjadi orang kecil tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak besar, tetapi kekurangan makan” (Amsal 12:9).

Oleh: Ungkhe_Excited
blessingmeukisi.blogspot.com
ath_groovy@yahoo.co.id

 
 

Tag: , , ,

Tentang Pacaran Kristen

Tidak heran bahwa untuk mencapai tujuan yang agung, orang-orang Kristen bergaul dan berpacaran secara berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan: Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , ,

24 NASIHAT SEHARI

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,
sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula
tertarik kepada kekayaannya,karena kekayaan dapat
musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat
membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang Read the rest of this entry »

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2009 in CUCI OTAK, RENUNGAN

 

Tag: , , , , , , , , , ,