RSS

Arsip Tag: natal

Ucapan Selamat NATAL 2009 dan TAHUN BARU 2010

Ucapkan Selamat NAtal & Tahun Baru kepada sesama.

Iklan
 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Desember 2009 in BERITA, CUCI OTAK, INFO UMUM, SEBAIKNYA ANDA TAU!

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

NATAL PPD Universitas Cenderawasih

dilaksanakan tanggal 13 Desember 2008 di Halaman Kampus PPD

dengan tema “HIDUPLAH DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG”

dengan liputan kegiatan sebagai berikut:

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Januari 2009 in BERITA, KEGIATAN DI SUB-SUB, SUB FAKULTAS PPD

 

Tag: , , , ,

Natal Yang Kelabu

(Natal 2000 Yang Kelabu)
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI – oleh: Wisnu Prakasa”)

Pertikaian antar saudara,
akan berlangsung selama 1 generasi saudara.

Pertikaian antar keluarga,
akan menimbulkan kebencian selama 2 generasi keluarga.

Pertikaian antar suku,
akan mewariskan dendam selama 3 generasi suku.

Pertikaian antar negara,
akan berakibat penderitaan bagi 4 generasi penduduk negara.

Tetapi pertikaian antar agama,
tidak akan pernah berhenti hingga 5 generasi umat di dunia.

Inilah Neraka yang yang diciptakan sendiri oleh manusia.


Sekali lagi saya menyaksikan bagaimana agama dijadikan sebagai alat permainan politik. Dan saya secara pribadi mengetuk seluruh mahluk, agar kiranya tidak mempergunakan agama sebagai alat permainan untuk mencapai kepentingannya. Terlalu besar, akibat dan dampak yang harus ditanggung oleh seluruh mahluk.

Sungguh suatu ironis di negara yang menjunjung tinggi KeTuhanan Yang Maha Esa, terjadi banyak pengeboman beberapa gereja tepat ketika para umat kristiani merayakan malam Natal yang kudus di tahun 2000. Dimana seharusnya kebaktian dan perayaan malam Natal merupakan perayaan yang sakral dan suci. Pada malam kudus ini, para para umat kristiani sangat bergembira untuk mengenang akan kelahiran Sang Juru Selamat Yesus Kristus di dunia.

Musibah Natal 2Kelabu bukan hanya dirasakan oleh umat kristiani, tetapi juga dirasakan oleh umat-umat beragama lainnya. Para umat lainnya merasa dijadikan kambing hitam dan difitnah, dan seluruh dunia memandang kita sebagai bangsa keji dan kejam. Hal ini membenarkan pribahasa yang ada bahwa “Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan.”.

Walau demikianh saya masih mempunyai keyakinan, bahwa Musibah Natal 2Kelabu ini tidak akan dapat mengadu dombakan antar umat beragama di Indonesia yang telah berlangsung sejak nenek moyang. Ketika bom-bom meledak disekitar gereja, saya menyaksikan sendiri bagaimana para umat beragama lainnya (khususnya umat Muslim), langsung turun tangan menjaga berlangsungnya perayaan malam Natal yang kudus ini. Inilah bukti akan nilai-nilai luhur yang sejak zaman nenek moyang, masih dimiliki oleh generasi sekarang, dan akan terus diwarisi kepada generasi-generasi berikutnya.

Saya menghimbau kepada para pemimpin, guru-guru besar, dan umat muslim yang memiliki umat dengan mayoritas terbesar untuk terus membantu umat beragama minoritas lainnya. Para umat mayoritas yang memiliki berkah kekuatan yang lebih besar dari Yang Maha Kuasa, benar-benar sangat diharapkan oleh para minoritas untuk memberikan bantuan dan perlindungan. Dan, saya menghimbau kepada para umat minoritas lainnya, untuk tidak terpancing oleh oknum-oknum yang ingin mengadu-domba.

Berabad-abad sebelumnya, nenek moyang bangsa Indonesia sudah menjunjung tinggi pentingnya toleransi beragama yang tinggi. Sementara dibelahan bumi lainnya, berbagai keributan dan peperangan terjadi diantara para umat satu dengan yang lainnya. Disini saya melihat dengan jelas akan nilai-nilai luhur yang sudah dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Dan saya juga melihat nilai-nilai luhur ini juga diwarisi turun temurun kepada generasi berikutnya.

Dari peningalan candi-candi Buddha dan candi-candi Hindu yang letaknya saling berdekatan, kita dapat melihat akan bukti-bukti nilai-nilai luhur akan toleransi beragama yang kuat di zaman nenek moyang. Dan nilai-nilai luhur ini terus dimiliki oleh generasi sekarang, terbukti saya melihat sendiri beberapa gereja dan mesjid yang letaknya tidak berjauhan bahkan ada yang saling bersebelahan. Walaupun tampak sangat sederhana, tetapi kenyataan ini merupakan suatu bukti akan bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai luhur toleransi beragama, dan ini yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lainnya.

Walau pada malam Natal ditahun 2000, Toleransi antar umat agama telah dinodai oleh oknum-oknum keji yang tidak bertanggung jawab. Saya masih mempercayai bahwa di bumi nusantara Indonesia ini, kerukunan umat beragama yang telah berabad-abad dijunjung tinggi oleh nenek moyang bangsa Indonesia, tidak akan hilang hanya karena perbuatan oknum-oknum yang mengadu domba demi kepentingan pribadinya.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat, mereka tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan. Semoga Yang Maha Esa, mengampuni ketidak tahuan mereka. Dan Semoga para korban dari kejadian pengeboman ini, diterima oleh Yang Maha Kuasa.

(quotefrm:http://www.goldenmother.org/)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Desember 2008 in BERITA, RENUNGAN

 

Tag: ,

Renungan… yang harus direnungkan

Sebuah Kisah Natal…

“Seandainya ada seorang raja
yang mengasihi pelayan wanitanya yang miskin”, begitulah seorang filsuf
Denmark, Sören Kierkegaard (1813-1855), mengawali perumpamaannya.
Bagaimana cara sang raja menyatakan kasihnya kepada pelayan wanita itu?
Mungkin si pelayan akan menanggapinya karena takut atau terpaksa,
padahal sang raja menginginkan pelayan itu mengasihinya dengan tulus.

Kemudian
sang raja, yang sadar bahwa jika ia tampil sebagai raja, hal itu akan
menghancurkan kebebasan orang yang dikasihinya, memutuskan untuk
menjadi orang biasa. Ia meninggalkan takhta, melepas jubah
kebesarannya, dan memakai pakaian compang-camping. Ia bukan hanya
menyamar, tetapi benar-benar memiliki identitas baru. Ia benar-benar
hidup sebagai pelayan untuk memikat hati sang pelayan wanita tersebut.

Sungguh
pertaruhan yang luar biasa…! Pelayan itu mungkin saja akan
mengasihinya, atau justru menolaknya habis-habisan sehingga sang raja
tak akan mendapatkan kasihnya seumur hidup! Namun, itulah gambaran dari
pilihan yang diberikan Allah kepada manusia, dan tentu saja, itulah
makna perumpamaan di atas.

Tuhan
kita merendahkan diri-Nya sendiri untuk memenangi hati kita. “Kristus
Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan
dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan
telah mengosongkan diri-Nya sendiri” (Filipi 2:5-7). Inilah kisah Natal
itu: Allah berada di palungan; Dia menjelma dalam wujud yang tidak akan
membuat orang takut.

Sekarang pertanyaannya adalah: Akankah kita mengasihi Dia, atau justru menolak-Nya?

Undanglah Dia di masa Natal ini,

Juru Selamat yang datang dari atas;

Hadiah yang diinginkan-Nya tak perlu Anda bungkus –

Ia hanya menginginkan kasih Anda.

——————————————————-##——————————————————-

Allah tinggal bersama manusia supaya manusia dapat tinggal bersama Allah

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Desember 2008 in RENUNGAN

 

Tag: , , , , , ,

Perayaan Natal Ikatan Alumni PMK Uncen

dsc03737.jpgJUBI – Perayaan Natal bukan hanya dilakukan pada tanggal 25 Desember, tetapi sebelum tanggal 25 Desember semua umat Kristen khususnya yang berada di Kota Jayapura sudah merayakan Natal. Natal ini dirayakan di masing-masing organisasi/ikatan-ikatan yang terbentuk dalam masyarakat maupun dalam suatu instansi.

Seperti yang di lakukan oleh Ikatan Alumni Pesekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Cenderawasih (IA PMK Uncen). Ibadah perayaan natal IA PMK Uncen ini diselenggarakan pada hari Minggu, 16 Desember 2007, bertempat di Gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Sion, Padang Bulan Abepura. Awal ibadah tersebut di awali dengan laporan ketua panitia Natal, Viktor Djitmau. Kemudian di lanjutkan dengan ibadah, yang di pandu oleh protokol (Sefnat Taran) dan dua orang Macter of Ceremony (MC) (Ida Wihyawari dan Ance Wally).
Perayaan Natal tersebut di hadiri oleh para undangan, para mahasiswa-mahasiswi Uncen dan Alumni Mahasiswa Uncen. Selain itu dihadiri juga oleh para simpatisan dari berbagai perguruan tinggi lain serta warga jemaat GKI Sion Padang Bulan Abepura.
Hamba Tuhan yang menyampaikan Firman Tuhan dalam ibadah tersebut adalah Bapak Ulis Simatora. Dalam Penyampaian firman Tuhan ini, Simatora mengatakan ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebagai umat Tuhan atau anak-anak Tuhan kedepan dalam menyosong perayaan Natal yang sudah ada di depan kita.
Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut ; (1)Allah menciptakan/menata/menertibkan bumi yang kacau balau pada awal masa penciptaan, di sini Allah mengawali karya penyelamatannya
(2) umat israel sebagai umat kesayangan Allah yang hidupnya kacau balau dan tidak sesuai dengan Firman Tuha,akhirnya Allah mengambil tindakan penyelamatan untuk menyelamatkan Israel, bukan hanya Israel saja tetapi semua umat manusia ini adalah karya penyelamatan yang pertama,
(3) Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia bahwa dialah satu-satunya penguasa,
(4) Allah membebaskan umat pilihannya yaitu umat Israel yang pada saat itu memberontak. kata Olis Simatora dalam khotbahnya.
Simatora menambahkan walaupun umat Israel sudah di tebus tetapi Israel terus mengulang perbuatan mereka, yaitu mereka kembali ke kehidupan mereka yang lama, tetapi Allah mau tetap setia memelihara mereka. Demikian juga dengan kita, Allah sudah menebus dosa kita, sudah menata hidup kita, tetapi kita kembali mengacau balaukan kehidupan kita. Kita suka hidup kita tidak teratur atau kita lebih cenderung hidup kacau balau/ketidak tentraman sehingga kita tidak menghadirkan Syaloom Allah dalam kehidupan kita dan kepada orang lain. Tetapi Allah terus mau memperbaiki hidup kita lewat karya penyelamatannya supaya kita kembali melaksanakan fungsi kita yaitu menghadirkan syalom kepada orang lain dalam kehidupan.
Setelah penyampaian Firman Tuhan, dilanjutkan dengan pemberian persembahan syukur yang di bawa oleh masing-masing orang ke palungan yang sudah disediakan dan diakhiri dengan doa pentupan.
Acara terakhir dari pelaksanaan ibadah tersebut adalah penyampaian sambutan-sambutan. Sambutan-sambutan yang di sampaikan oleh Ketua IA PMK Uncen, Sara Yambeyabdi, dan sambutan yang berikutnya di sampaikan oleh Aniet Magayang mewakili para anggota Ikatan Alumni PMK Uncen yang ada di daerah-daerah. (Musa Abubar)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2008 in INFO PMK

 

Tag: ,