RSS

Arsip Kategori: BERITA

‘’ Jutaan Manusia punah akibat KB ‘’

JAYAPURA –Gerakan KB(keluarga berencana) untuk membentuk keluarga yang sehat sejahtera dengan membatasi angka kelahiran merupakan suatu program membunuh jutaan manusia oleh pemerintah.

Hal itu di sampaikan Pembantu dekan III fakultas kedokteran, Dr.Rika kapisa seusai seminar oleh Mahasiswa di aula fakultas hukum dengan tema, Cinta, pacaran, dan seks yang di hadiri oleh kurang lebih ratusan orang, lusa(27/5)

“ Sebenarnya pembunuhan terbesar jutaan orang itu bukan genosaid tapi pemerintah musnahkan dengan cara KB. 20 juta bayi pertahun musnah gara-gara barang ini.  Gerakan ini mulai  tahun 1970an.’’ kata dokter Rika.

Ia juga mengatakan, pelaku seks semakin meningkat juga akibat dari konsumsi  obat itu. “ obat itu peluang untuk seks bebas jadi para pengguna tidak lagi takut untuk seks dimanapun bahkan dengan pasangan orang lain. Siapa yang tau saya melakukan hal itu. Tidak hamil mo’’ kata dia.

Lanjut Rika,Berbicara mengenai pembatasan kelahiran yang biasa di lakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran sperti kondom sangat di sayangkan skali.

‘’ Skarang kan ada gerakan kondom miliaran rupiah oleh pemerintah. Solusi kondom untuk seks bebas itu omong kosong saja. Itu bukan solusi bikin moral bangsa tambah rusak. Ini pemerintahan babel dan kejahatan akhir zaman. Katanya kesal.

Harapannya kedepan agar generasi muda bisa merubah keadaan yang buruk terjadi di bangsa ini. “kedepan nanti ada gerakan  persiapan Generasi muda untuk berusaha bagaimana moralitas bangsa yang hancur di ubahkan. Harap dia.

Soal moralitas bangsa ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan serius oleh pemimpin di negara ini.

Di tempat yang berbeda, dekat putaran taksi perumnas III waena Engel zegidifat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat(FKM), mengatakan harus ada perhatian khusus dari pemerintah salah satunya mengenai Miras akhirnya seks muncul.

‘’ Saya pikir begini kak, seks bebas itu kan terjadi akibat miras(minuman keras). Cobalah pemerintah perhatikan itu. Miras tu bukan satu-satunya omset Negara atau daerah ini. Jadi untuk apa pikir penghasilan dari situ. Pemerintah bisa buat peraturan daerah (Perda) untuk pemberhentian Miras. Kenapa di manokwari(papua barat) bisa baru jayapura ni tidak bisa? Tanyanya.

Hal serupa diungkapkan Edy, seorang mahasiswa Uncen asal serui mengatakan moral bangsa rusak akibat pemerintah pikir pendapatan “ Anggaran pendapatan belanja daerah(APBD) itu bukan saja dari Minuman keras, bar-bar banyak. Jadi untuk apa pemerintah pikir keuntungan bikin moral bangsa jadi korban. Cobalah pemerintah buat perda untuk menghentikan kejahatan. Hitung-hitung moral bangsa bisa sedikit baik. Harap edy’*** (Bertho)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2011 in BERITA

 

Ulah seorang Aparat, TPS Sepi sejenak

Jayapura – Distrik Abepura, TPS (Tempat pemungutan suara) 18 kelurahan/kampong Yobe terlihat sepi sejenak saat proses Pelaksana pemungutan suara pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala kepala daerah ulang kota jayapura.

Hal itu terjadi saat seorang aparat kepolisian yang muncul tiba-tiba dan memukul seorang ibu yang lagi bersantai ria yang seusai memilih dan tengah lagi berjualan Es, dan pinang. Korban kemudian memanggil suaminya, Apong Coe untuk mendatangi pelaku.

Apong tengah bertugas sebagai anggota KPPS(kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di TPS 18 pada pemilu raya yang kurang lebih 45 meter dari tempat perkara.

Sekitar ratusan orang, ternasuk Warga yang mendengar perkelahian itu segera meninggalkan Tempat pelaksana pemilu untuk melihat kejadian itu. Suasana itu membuat TPS Sepi dan selang beberapa waktu, berangsur pulih .

Peristiwa itu berlangsung kira-kira pukul 2 siang,kemarin  rabu(18/5) jalan naik Rumah sakit jiwa Abepura.

Menurut keterangan warga, Aparat yang berinisial (AY) datang lalu mengayung pipa diatas kepala korban dan beberapa rekan ceritanya. “ Dia datang trus pukul barang-barang diatas tempat jualan dan juga mengayung Pipa yang dipegangnya. Hampir mengena kepala kami” kata seorang warga, Ibu Evi yang hampir jadi korban juga”.

Korban yang merupakan tante pelaku itu, menyesali perbuatan pelaku yang hampir memukulnya dengan pipa dan juga berhasil dilempar dengan kayu. ’’saya hampir kena pipa tapi salah. Namun saya dilempar dengan kayu, barang-barang jualan ada yang hancur, dipukul terhamburan padahal saya tidak ada kesalahan”katanya kesal.

Dan bukan hanya itu saja, kemarin Pelaku, seorang aparat kepolisian di kab sarmi yang bertempat tinggal di BTN Atas, membuat laporan palsu kalau suami korban hampir memotongnya dengan Alat tajam. “Masa suami saya mengejar dia dengan parang panjang sedangkan suami saya kerja di TPS, didepan rumah pa ketua KPPS, pa jhon bersama pa Yobe, dan beberapa warga. Itu omong kosong’’tegas ibu yang beranak dua .

Apong, suami korban juga menegaskan kalau hal itu tidak benar. “ Untuk apa saya lakukan itu?kita lagi sibuk untuk pemilu”ucapnya dengan nada yang keras”. Perkataan itu dibenarkan oleh warga setempat.

Akibat perlakuan itu, pelaku yang diduga mengkonsumsi minuman keras(miras) itu dilaporkan oleh korban dan suaminya ke polsek Abe untuk diproses sesuai aturan hukum’’. Polisi yang datang ketempat perkara pun mengambil barang bukti berupa pecahan botol dan juga kayu yang dipakai melempar korban ***(Bertho )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2011 in BERITA

 

ORGANISASI BUKAN U/ CARI POPULARITAS,ITU TEMPAT BELAJAR

Jayapura – Ketua Umum,Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Uncen,Christian peday mengatakan bahwa Organisasi kampus adalah organisasi pembelajaran bukan tempat mencari popularitas.

Hal itu disampaikan, saat pembubaran panitia Latihan dasar kepemimpinan (LDK I) & seminar sehari yang dilaksanakan di Auditorium Uncen(5/5)lalu dengan tema : ” Papua memerlukan gubernur yang mampu mempercepat kesejahtraan masyarakat yang di selenggarakan oleh BEM Uncen.
” kalo belajar diorganisasi jangan pikir mau jadi apa?yang jelas datang dikampus itu untuk belajar bukan cari popularitas agar bisa terkenal “katanya.
Untuk mengerjakan suatu hal hingga tuntas itu bukan soal susah atau mudah tapi proses. ” saya kira ade-ade yang bekerja dipanitia pasti mengalami tantangan dan masalah. Itu proses dik biar kita tidak jadi mahasiswa yang cengeng “kata dia.
lanjut christian, dalam pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir ini merupakan tanggung jawab bukan faktor usia. ” tanggung jawab kita memanusiakan manusia bukan dilihat dari usia. Namun seberapa besar kita memberi diri kita untuk bertanggung jawab”Ucap chris.

Hal senada disampaikan oleh Jane Yakadewa mahasiswa Fakultas Ekonomi, jika kedepan kita dipercayakan untuk menjadi panitia ataupun bertanggung jawab terhadap sesuatu hal kita harus gunakan kepercayaan itu sebaik mungkin sekalipun ada kekurangan. ” pesan saja untuk tong smua kalo ada kepercayaan yang diberikan, bertanggung jawablah. Sekalipun ada banyak kekurangan, kedepan pasti lebih baik”kata Jane, Bendahara Panitia LDK I.

Kegiatan itu dilakoni, sabtu(14/5) di Pante Amay. Di hadiri oleh kurang lebih 120 orang.

Ditempat yang sama, Yoram dwaa mengatakan, sebagai mahasiswa yang intelektual kita harus sadar diri kalo kita itu pemimpin yang tidak mengikuti konsep dunia ” Jangan jadi Pemimpin yang mengikuti konsep dunia. Pokonya, orang lain harus lihat apa yang saya tampilkan, menurut diri saya saja. Itu terlalu egois. Kita harus pandang diri kita sendiri dari sudut pandang Tuhan “. kata dwaa, seorang aktivis di salah satu LSM Papua**(Berto)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2011 in BERITA

 

MASYARAKAT HARAP KEJATI PAPUA USUT TUNTAS KASUS KORUPSI

Jayapura — Aspirasi Masyarakat Papua Melalui Forum Mahasiswa Papua Menuntut Keadilan Dimana Menyikapi Berbagai Pemberitaan di Media Massa baik Cetak maupun Elektronik Mengenai Kasus korupsi di Papua Yang Sedang Merajalela harus segera diusut tuntas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua .

Dalam berbagai pemberitaan media massa saat ini selalu menyajikan informasi mengenai kasus korupsi, yang mendapat perhatian publik seperti gayus tambunan, kasus bank century, kasus penyuapan anggota DPR dalam pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia.

Kata korupsi sekarang ini (setelah reformasi) seolah-olah tak ada henti-hentinya terdengar dan banyak dibicarakan oleh rakyat.

Korupsi sudah menjalar kemana-mana bagaikan kangker ganas yang sudah menjalar ke sel-sel organ ( organ publik).

Korupsi sudah menjangkit ke lembaga – lembaga negara mulai dari Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif.

Pemerintahan yang dipimpin oleh orang-orang yang tidak jujur, dan bermoral bejat akan menimbulkan suatu bentuk kleptokrasi yang artinya pemerintahan oleh para pencuri, mereka berpura-pura bertindak jujur, mengembang amanat rakyat, padahal mereka tidaklah demikian, justru yang dilakukan tindakan bukan keadilan alis tidak jujur dengan mencuri uang rakyat demi kepentingan pribadi.

Dalam Media massa ( bintang papua) pada 25 februari 2011 lalu, mengenai kinerja Kejaksaan tinggi (kejati) Negeri Jayapura yang menyebutkan bahwa diduga kejati jayapura telah menerima suap ratusan juta rupiah membuat masyarakat papua melalui forum Mahasiswa papua keadilan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK Uncen), Asrama Putra Uncen,  STT I.S Kijne, STIE Port Numbay mengadakan Aksi demo damai.

Aksi itu dilakukan kemarin (7/3) kurang Lebih oleh 250 Aktivis Mahasiswa Papua. Mereka meminta Kejati Papua dapat menuntas kasus suap kajati Jayapura dan kasus korupsi lainnya di beberapa daerah.

Ketua Umum BEM Uncen, Kristian Peday mengatakan bahwa jika pemerintah tidak tuntaskan kasus ini mereka akan kembali dengan massa yang lebih besar lagi. “ kami akan balik dengan massa yang besar demi aspirasi rakyat dan keadilan, dimana kita bisa sama-sama melihat Otsus besar rakyat Miskin akibat koruptor banyak”katanya.

Kepala Keperdataan dan Pengadilan Tatausaha Negara, Constan Ansanai, SH mengatakan bahwa tidak ada kesejahtraan ditanah papua jadi kita harus berjuang untuk merubah keadaan. Akhir-akhir ini masyarakat tidak percaya terhadap pengegak hukum melihat fenomena demokrasi belum berjalan maksimal, Katanya.

“Mengenai kasus suap kejati jayapura akan ditangani secepat mungkin tapi kita perlu bukti-bukti yang akurat”. Tambah Constan, yang juga merupakan Mahasiswa Alumni Fakultas Hukum Uncen.

Lanjut, Kepala Kejaksaan Tinggi(kejati) Papua, Leo RT Panjaitan  mengatakan setiap suara rakyat akan ditampung dan di tindak lanjuti. “kami mendukung suara rakyat yang disuarakan mahasiswa, dan kami akan mempelajari kasus ini, juga akan menindak lanjuti sesuai proses hukum yang berlaku”.

Masyarakat Papua harap bukti mengenai penuntasan ketidak beresan penyelenggaran negara dan kerugian keuangan negara biar rakyat tau dan merasakan yang namanya kesejahtraan tu seperti apa. Kasian kan kalo Papua kaya rakyatnya miskin minta ampun. Kita akan mengontrol kinerja pemerintahan terus. Jangan penegak hukum tinggal pancuri uang, pancuri uang, pancuri uang trus. Bagaimana rakyat mau percaya kalo yang seharusnya mengajarkan hukum melanggar hukum itu sendiri.”  Kata baren, salah seorang Aktivis demo damai ”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Maret 2011 in BERITA

 

Ora Etlabora

UNCEN – setelah Libur usai, mahasiswa Universitas cenderawasih kembali ke kampus untuk mengecek nilai-nilai semester & tengah menunggu kuliah perdana yang segera akan di gelar. Ditengah aktivitas kampus yang ada, mahasiswa yang khususnya bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Persekutuan Mahasiswa (UKM PMK) Universitas Cenderawasih, terus bekerja tengah mempersiapkan retreat pekerja XIX yang tinggal beberapa saat . Pencarian dana trus dilakoni guna membiayai kegiatan dimaksud. Strategi penggalang dana yaitu : surat dana kepada senior/alumni dan donatur-donatur, proposal yang akan diserahkan kepada pihak Universitas Cenderawasih, Badan Eksekutif Mahasiswa ,Iuran Wajib panitia & Pengurus, penjualan ES Buah di seputar mandala jayapura,aksi pita di beberapa gereja, dan Bazar berjalan .

Untuk melakukan suatu kegiatan, apapun bentuknya, kita tidak bekerja sendirian tapi butuhkan orang-orang disekitar kita. Apalagi retreat yang tinggal istilahnya hitungan detik kita butuh orang lain ntuk kerja sama , bertanggung jawab, dan semangat s’lalu. Kata kordinator usaha dana ”yudas syama- mahasiswa administrasi perkantoran “ kita harus semangat,bertanggung jawab, dan harus bersama-sama bekerja’’.ujarnya. dan mengenai persiapan dana kadang rasa kuatir itu ada.’’kadang aku kuatir tapi hati kecilku yakin kalo dana sudah ada ’’imbuhnya’’. Dan ia pun menambahkan kalo kita pasti bisa dapat dana yang cukup untuk kegiatan dimaksud. “Kita pasti bisa dapat dana yang cukup untuk retreat nanti’’tambahnya.hal itu ditegaskan oleh Ludia Yaung selaku bendahara panitia.’’ Kak tong pu dana skarang dikas ± 3.100.000, dan saya rasa cukup untuk kegiatan’’tegasnya.

Persiapan-persiapan pencarian dana guna menunjang kegiatan ini terus dilakukan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah bazar berjalan yang hanya sekali dilakukan di Walikota jayapura dan kantor Gubernur Papua pada hari ini(11 januari 2011) sesuai dengan pemesanan.

segala persiapan berjalan dengan baik berkat doa dan tidak terlepas dari  pertolongan Tuhan Yesus. hal ini disampaikan oleh sekretaris Panitia-Peres kawer bahwa memang seharusnya demikian. kita tidak hanya sibuk bekerja saja tapi kita harus berdoa.”Ora et labora”ujar cowok yang mempunyai cita-cita menjadi seorang akuntan yang profesional ”.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Februari 2011 in BERITA, INFO PMK, LIPUTAN KEGIATAN, SEPUTAR KAMPUS

 

Susunan Panitia Retreat pekerja XIX

PELINDUNG                            : REKTOR UNCEN (PEMBANTU REKTOR III)

PENGARAH                              : BP. IKATAN ALUMNI PMK UNCEN

PENANGGUNG JAWAB    : BP. UKM PMK UNCEN PERIODE 2010-2011

KETUA                                         : MEKI TABUNI

SEKERTARIS                           : PERES KAWER

BENDAHARA                     : LUDIA YAUNG

1. SEKSI ACARA

    Koordinator        : Leberina K. Ibo

    Anggota            :

    1. Sulce Tumanat
    2. Felice Wopari
    3. Emelia B
    4. Menus Babingga
    5. Emma Faidiban
    6. Domi Nerokouw

    Pendamping : K’Jane Yakadewa dan K’Tonci S

     

    2. SEKSI DOA

      Koordinator        :  Jitro Gulmok

      Anggota            :

      1. Sabatania Awinero
      2. Ishak Mayor
      3. Elizabet Zeth
      4. Amsal Sama
      5. Yuliana Tapatkeding

      Pendamping : K’Reynold Kbarek dan K’Merlin L


      3. SEKSI USAHA DANA

        Koordinator        :  Yudas Syama

        Anggota            :

        1. Yonex Mambai
        2. Yuliana Serang
        3. Answa Mramra
        4. Yosep Abidondifu
        5. Ipramus Dell
        6. Fonny Manggaprow

        Pendamping : K’Yohanis Buara

         

        4. SEKSI PUBREK

          Koordinator        : Albert Nawa

          Anggota            :

          1. Aplena Safkaur
          2. Ida Patai
          3. Sofia Worabay
          4. Levina S. Lahami
          5. Fince Ayer
          6. Fredek Hukubun

          Pendamping: K’Natan Kepno

           

          5. SEKSI DEKORASI DAN DOKUMENTASI

            Koordinator        : Kristian Wanimbo

            Anggota            :

            1. Novi Mramra
            2. Glastra Manemi
            3. Desiana Sefle
            4. Agustinus Felis
            5. Diane Rumbewas
            6. Niko Imbiri

            Pendamping  : K’Nelly Ondeafo dan K’Teddy Sroyer

             

            6. SEKSI KESEKRETARIATAN

              Koordinator        :  Yolanda Farwas

              Anggota            :

              1. Erwin Marlisa
              2. Nikson FMIPA
              3. Priske Sroyer
              4. Leonard Windesi
              5. Steven Tanibua

              Pendamping : K’Emma Ap

               

              7. SEKSI PERLENGKAPAN

                Koordinator        :  Leonora Imbiri

                Anggota            :

                1. Mozes Manufandu
                2. Usman Kabak
                3. Steven Suu
                4. Arcenyus Ayomi
                5. Melan Faidiban
                6. Aser Wanma

                Pendamping: K’Bartolomius Nandotrai

                 

                8. SEKSI TRANSPORTASI

                  Koordinator        :  Septinus Ambokay

                  Anggota            :

                  1. Yoas Rumaseb
                  2. Nikson Wadi
                  3. Fransiska C. Mayabubun
                  4. Alex Mamoribo
                  5. Feronika Bleskadit
                  6. Daniel Wanma

                  Pendamping : K’Leksi Edoway

                  9.    SEKSI KONSUMSI

                  Koordinator        : Ketty Yepese

                  Anggota            :

                  1. Demianus Orochma
                  2. Mariance Mambrasar
                  3. Elisabet Loupatty
                  4. Paulina Ruwayari
                  5. Juwita Manuputty
                  6. Steven Karma

                  Pendamping : K’Yuliana Menanti dan K’Anike Korwa


                   
                  Tinggalkan komentar

                  Ditulis oleh pada 11 Februari 2011 in BERITA

                   

                  Doa Semalaman I Panitia Retreat Pekerja XIX Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Cenderawasih

                  Panitia retreat Pekerja XIX yang dibentuk pada 27 januari 2011 oleh Badan Pengurus Mahasiswa Kristen yang diketuai oleh Rudolf Doni Abrauw – ketua umum terpilih UKM-PMK Uncen pada Musyawarah Organisasi Mahasiswa November lalu 2010 mengadakan doa semalaman untuk mendoakan setiap kegiatan kepanitian berupa persiapan setiap seksi baik itu pencarian dana maupun cek out petugas dan lainnya untuk menyukseskan Retreat Pekerja XIX di Wisma kanaan kertosari pada 24-27 februari 2011 yang bertujuan untuk membekali dan memperlengkapi setiap pengurus  terpilih untuk melayani dikampus tercinta Universitas Cenderawasih dengan tema pelayanan ” Pemenang Yang Berhati Hamba”.

                  Doa semalaman tersebut dihadiri oleh ± 45 orang dengan suasana sukacita dan iringan musik (keyboard). Ditengah aktivitas tersebut pada pagi hari Alumni PMK Uncen kakak Ronald Manufandu yang menyampaikan Firman Tuhan dalam Matius 14 dengan tema : ‘‘ Fokus pada hal yang salah ’’.  Mengatakan bahwa kadang dalam melayani Tuhan maupun dalam hidup kita, kita hanya berpikir tentang masalah-masalah dan masalah tanpa melihat apa yang ada dibalik masalah. ‘‘ Kenapa saya dapat masalah ? kenapa itu yang harus kualami? Katanya ’’. kita hanya focus pada masalah. memang Pelayanan itu juga tidak mudah tetapi berusahalah untuk lakukan hal sekalipun hal itu kecil namun lakukanlah yang terbaik untuk Tuhan sebab Tuhan akan kasih yang lebih baik ” ujarnya.  Kadang kita menjadi pemikir mengapa bukan pemikir bagaimana. Pemikir mengapa selalu mengatakan mengapa harus saya yang lakukan itu? Mengapa hanya saya yang bekerja? Dan yang hanya ada mengapa,mengapa, dan mengapa? Namun pemikir bagaimana selalu mencari solusi. Dan solusi itu ada di dalam Yesus ” Nothing Is Imposible in Jesus “ Humas Pmk ”

                  Setelah penyampaian Firman Tuhan dan doa semalaman usai, ketua panitia Retreat Pekerja XIX Meki Tabuni mahasiswa Kesehatan Masyarakat Jurusan Promosi kesehatan menyampaikan informasi, saran & motivasi untuk terus bekerja . Kita bisa bekerja, melakukan doa semalaman ini karena Tuhan.’’itu bukan kebolehan kita tapi karena Tuhan”ucapnya. “Waktu kita kan tinggal 2 minggu jadi kita harus bekerja sama tidak boleh jalan sendiri harus saling bahu membahu”, tambahnya.  Hal ini juga ditegaskan oleh Ketua Umum PMK Uncen. “ harus adanya kordinasi, saling membantu agar segala yang dikerjakan dapat berjalan dengan baik.tegasnya.  Intinya bahwa jangan saling mengharapkan, tapi bekerja sama. Lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan tapi lakukan yang prioritas’’ Lebih cepat lebih baik. kebersamaan menciptakan segala sesuatu yang baik’’Alumni PMK”.

                   
                  2 Komentar

                  Ditulis oleh pada 5 Februari 2011 in BERITA, INFO PMK, LIPUTAN KEGIATAN