RSS

‘’ Jutaan Manusia punah akibat KB ‘’

29 Mei

JAYAPURA –Gerakan KB(keluarga berencana) untuk membentuk keluarga yang sehat sejahtera dengan membatasi angka kelahiran merupakan suatu program membunuh jutaan manusia oleh pemerintah.

Hal itu di sampaikan Pembantu dekan III fakultas kedokteran, Dr.Rika kapisa seusai seminar oleh Mahasiswa di aula fakultas hukum dengan tema, Cinta, pacaran, dan seks yang di hadiri oleh kurang lebih ratusan orang, lusa(27/5)

“ Sebenarnya pembunuhan terbesar jutaan orang itu bukan genosaid tapi pemerintah musnahkan dengan cara KB. 20 juta bayi pertahun musnah gara-gara barang ini.  Gerakan ini mulai  tahun 1970an.’’ kata dokter Rika.

Ia juga mengatakan, pelaku seks semakin meningkat juga akibat dari konsumsi  obat itu. “ obat itu peluang untuk seks bebas jadi para pengguna tidak lagi takut untuk seks dimanapun bahkan dengan pasangan orang lain. Siapa yang tau saya melakukan hal itu. Tidak hamil mo’’ kata dia.

Lanjut Rika,Berbicara mengenai pembatasan kelahiran yang biasa di lakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran sperti kondom sangat di sayangkan skali.

‘’ Skarang kan ada gerakan kondom miliaran rupiah oleh pemerintah. Solusi kondom untuk seks bebas itu omong kosong saja. Itu bukan solusi bikin moral bangsa tambah rusak. Ini pemerintahan babel dan kejahatan akhir zaman. Katanya kesal.

Harapannya kedepan agar generasi muda bisa merubah keadaan yang buruk terjadi di bangsa ini. “kedepan nanti ada gerakan  persiapan Generasi muda untuk berusaha bagaimana moralitas bangsa yang hancur di ubahkan. Harap dia.

Soal moralitas bangsa ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan serius oleh pemimpin di negara ini.

Di tempat yang berbeda, dekat putaran taksi perumnas III waena Engel zegidifat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat(FKM), mengatakan harus ada perhatian khusus dari pemerintah salah satunya mengenai Miras akhirnya seks muncul.

‘’ Saya pikir begini kak, seks bebas itu kan terjadi akibat miras(minuman keras). Cobalah pemerintah perhatikan itu. Miras tu bukan satu-satunya omset Negara atau daerah ini. Jadi untuk apa pikir penghasilan dari situ. Pemerintah bisa buat peraturan daerah (Perda) untuk pemberhentian Miras. Kenapa di manokwari(papua barat) bisa baru jayapura ni tidak bisa? Tanyanya.

Hal serupa diungkapkan Edy, seorang mahasiswa Uncen asal serui mengatakan moral bangsa rusak akibat pemerintah pikir pendapatan “ Anggaran pendapatan belanja daerah(APBD) itu bukan saja dari Minuman keras, bar-bar banyak. Jadi untuk apa pemerintah pikir keuntungan bikin moral bangsa jadi korban. Cobalah pemerintah buat perda untuk menghentikan kejahatan. Hitung-hitung moral bangsa bisa sedikit baik. Harap edy’*** (Bertho)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Mei 2011 in BERITA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: