RSS

SEJARAH PENEBUSAN

24 Sep

Angin penebusan terus bertiup sepanjang waktu tak terhentikan oleh ketidak setiaan. Manusia atau penghakiman Allah Sementara umat Israel mempersembahkan korban-korban sebagai gambaran korban yang akan datang, Allah bersiap untuk mengutus anak-Nya untuk menggantikan tempat seluruh umat manusia melalui kematian-Nya, sehingga mereka dapat diperdamaikan sepenunya di tebus dan di pulihkan ke tempat yang Allah maksudkan bagi manusia untuk hidup pada saat penciptaan dalam persekutuan dengan-Nya.
Kita hidup dalam zaman Anugrah dimana rencana penebusan dan keslamatan dinyatakan lewat pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Bukan lagi dara binatang yang di tumpahkan tetapi darah Anak Domba Allah yang suci yang di curahkan untukk menebus kita semua. Yohanes 1: 16 – 17 berkata : karena dari kepenuhan –Nya.
Apa itu anugrah ? Anugrah merupakan pernyataan kasih dan perlindungan Allah secara Cuma-Cuma bagi para pendosa yang tak layak.Anugrah adalah sesuatu yang anda tak layak menerima tetapi oleh kasih Allah yang tiada hentinya, ia menyatakan anugrah itu kepada kita.
Zaman anugrah mulai dengan khotbah Yohanes pembaptis dan akan terus berlanjut sampai kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali kita tidak tau berapa lama zaman ini akan berakhir tetapi kita tahu itu tak akan berakhir sampai gereja di angkat dari bumi ini pada hari pengangkatan nanti .
Yohanes pembaptis mengkhotbah kerajaan Allah dan Kristus mengkhotbahkan Injil ke seluruh Yerusalem dan Yudeah . Di Kalvari Yesus mengalahkan setan kematian-Nya membahwa kabar keselamatan bagi siapa saja yang melaluinya, apakah ia orang yahudi atau kafir pria atau wanita hamba atau orang merdeka lima puluh hari sesudah itu Yesus naik ke surga Roh kudus turun pada hari pentakostah dan memperlengkapi para pemercaya untuk menyebar Injil ke seluruh dunia.
Pada zaman anugrah, Allah memiliki satu tujuan dengan tiga maksud: untuk menyelamatkan semua orang percaya untuk memanggil suatu umat baginya, dan membangun gereja. Bersiapla untuk menikmati Anugrah-Nya.Amin………

oleh Bpk Nobel Forno disampaikan Pada Retreat Mahasiswa XX,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 September 2009 in REFERENSI, RENUNGAN

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: