RSS

Nasionalisme yang Mulai Luntur

15 Sep

Seluruh komponen bangsa kini merasakan, saat ini terjadi penurunan kadar nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, bela negara dan militansi kebangsaan di dalam berbagai kehidupan dan lapisan masyarakat. Lemahnya kemampuan bangsa Indonesia untuk berkompetisi, karena tidak memiliki keunggulan kompetitif yang memadai. Kini masyarakat Indonesia harus banyak belajar dari beberapa kejadian belakangan ini yang menunjukkan lemahnya posisi tawar sebagai bangsa. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan terhadap proses erosi dan degradasi rasa kebangsaan tersebut.

Indikasi menurunnya nasionalisme itu patut direnungkan bersama, untuk itu seluruh komponen bangsa berkewajiban menggelorakan kembali rasa nasionalisme. Karena wawasan nasional sekaligus ketahanan nasional memiliki arti penting dalam melindungi dan mengamankan aset nasional dan internasional. Apa yang kita rasakan ini seharusnya menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk lebih giat lagi dan bekerja keras, mampu berprestasi agar dapat disejajarkan dengan negara-negara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Demi masa depan bangsa dan kemakmuran rakyat, sampai kapan pun dan di negara mana pun, faktor ketahanan nasional tidak bisa dipisahkan dari pembangunan nasional.

Harus kita akui bahwa sejak bergulirnya arus reformasi disegala bidang, bangsa Indonesia hingga kini justru semakin tertinggal dari negara-negara tetangga. Rasa patriotisme, rela berkorban dan jiwa nasionalisme kini semakin luntur dan memudar. Ketertinggalan dan memudarnya semangat nasionalisme ini dikarenakan munculnya berbagai gejolak sosial, seperti melambungnya harga-harga, mahalnya biaya pendidikan, meningkatnya jumlah pengangguran, kemiskinan, bencana alam yang bertubi-tubi serta konflik horizontal yang merebak di berbagai daerah di tanah air. Demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun, maraknya unjuk rasa, semuanya telah menimbulkan frustasi di kalangan masyarakat dan hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois dan, emosional.

Dihadapkan pada situasi seperti ini, diperlukan pioner-pioner bangsa yang mampu menggugah semangat bangsa untuk bangkit, mengembalikan semangat dan percaya diri bangsa. Janganlah merasa kita ini sebagai bangsa yang besar kalau kita tidak dapat mengatasi persoalan bangsa ini. Mari kita bangun negri ini dengan kerja keras, melaksanakan tugas dengan profesional, dan sikap nasionalis yang selalu menggelora, agar negara asing segan dan menghormati kita.
——————–

dari GMPI@ Facebook

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 September 2009 in KARYA TULIS, REFERENSI

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: