RSS

TEOLOGI PERJANJIAN BARU**

29 Apr

Bab 1 KERAJAAN ALLAH DAN PELAYANAN YESUS

Pada kitab Injil-Injil tertua, sesudah menceritakan tugas Yohanes Pembaptis, Markus terus berkata tentang bagaimana Yesus masuk ke Galilea memberitakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat (tiba)”. Jika di baca terus, cerita yang di bentangkan mengenai seseorang Yesus dari Nasaret, yang menamakan diri-Nya “Anak Manusia”. sesudah di Baptis oleh Yohanes. Yesus terus berkhotbah, mengajar, dan menyembuhkan. Pertama-tama di rumah ibadat, kemudian di tepi danau Galilea sampai Ia mendapat nama yang begitu tenar. Sehingga para pengikutnya ingin menculik Dia untuk menobatkan Dia sebagai Raja. Yesus mengundurkan diri dari Galilea menuju tapal batas barat –laut Palestina .sekembalinya dari Kaiserea Filipi , Ia berbicara secara diam-diam kepada murid-murid-Nya mengenai Anak Manusia, tentang Kematian dan Kebangkitan.
Ada beberapa hal yang diabaikan dalam Markus dan karena diabaikan berita itu tidak dimengerti;
Tentang pembaptisan Yesus, suara dari surga yang mengatakan kepada Yesus ketika Ia keluar dari air: ”Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah aku berkenan” pada waktu Yesus dibaptis, disadarkan bahwa Ia dipanggil Allah untuk menjadi Mesias-Hamba dengan Roh (kuasa) Allah yang turun ke atas-Nya. Ia telah lahir menderita menderita, lahir untuk menjadi Raja.
Kata yang dipakai Yesus untuk membuka masa pelayanan-Nya di galilea:”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dakat (tiba)”. Ini suatu proklamasi bahwa manusia hidup dalam suatu masa yang sangat unik dalam sejarah dan bahwa ”Allah telah memulai memerintah” suatu masa baru dalam sejarah pergaulan-Nya dengan manusia.
Dalam pelayanan Yesus di Galilea yang dianggap sebagai masa pengajaraan dan pemberitaan yang tenang, kemudian Yesus ke Yudea, ketika Ia menuju salib-masa sengsara-Nya (pasiion) yang juga dapat disebut sebagai masa pekerjaan-Nya(action). tetapi masa mula-mula ini salah kita diartikan kalau hanya digambarkan sebagai kehidupan desa yang tentram bahwa hikmat Sang guru yang tenang-tenang itu berpandanan dengan bunga-bunga dan burung-burung Galilea. tetapi in memperlihatkan kepada kita bahwa kerajaan Allah berada dalam perang dengan kerajaan kejahatan , dan Yesus sebagai pemimin serangan. rasul yohanes menansirkan demikian; untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan iblis itu (1 Yoh 3:8).
Pelayanan Yesus di Kaiserea Filipi, bahwa Yesus menekankan Anak Manusia harus menderita, lalu mati, sebelum Ia menang. dari kata ini disimpulkan ”pertempuran terakhir antara kerajaan Allah dan kerajaan kejahatan haruslah dimulai dan pertempuran itu akan meliputi kematian Mesias Allah”
Pelayanan Yesus di Yerusalem, ke minggu terakhir, perjamuan malam. jika kesempatan itu adalah makan malam (perumpamaan lambang Kerajaan Allah, Luk 14:16-24) dengan memisahkan roti dan anggur, kepada murid-murid-Nya bahwa suatu jaminan Kerajaan Allah akan segera datang ’dengan kuasa’ melalui pengorbanan-Nya. Ia berkata: ”Aku menjanjikan kepada kamu suatu bagian dalam Kerajaan Allah yang akan segera tiba dengan kuasa oleh kematian Mesias-Hamba.”
Arti dari pelayanan Mesianis Yesus adalah satu dan sama. Yesus yakin bahwa Kerajaan Allah hadir di dalam diri-Nya dan pelayanan-Nya sendiri – hadir dalam sebuah “misteri” (Mrk 4:11),memang, tetapi yang hadir itu bukan secara kurang riil dan dinamis. Yesus mengerti juga bahwa pelayanan-Nya sebagai Mesias- dan sungai Yordan sampai ke Golgota- sebagai penggenapan nubuat-nubuat tentang Hamba Tuhan.
Tanpa Teologi riwayat Yesus tidak berarti, terutama eskatologi di dalamnya. anak kunci teologi kebanyakan di dalam perjanjian Lama, terutama dalam nyanyian-nyanyian Hamba Tuhan Yesaya dan dalam kitab Daniel fasal 7.

Bab 2 INJIL KERAJAAN ALLAH

1. Kerajaan Allah Ada di Dalam Pelayanan Yesus
Perumpamaan mengenai seorang penabur , yang menggambarkan suatu ladang tuaian yang sudah matang untuk dituiai, menyatakan: Allah sudah membuat segala sesuatu permulaan. Walaupun banyak kegagalan-kegagalan, akhirnya Kerajaan Allah itu tiba. Perumpamaan tentang ragi di dalam adonan, demikianlah pemerintahan Allah sedang bekerja ditengah-tengah kamu. perumpamaan mengenai jala menjelaskan; ”seperti jala, pemerintahan Allah mengumpulkan dan menyaring berbagai dan berjenis-jenis orang ”. Jadi kerajaan Allah pertama-tama adalah ”banih Allah” bukan ”perbuatan manusia”. Adalah Allah yang memerintah dan menebus. adalah pemerintahan-Nya yang nyata-nyata belaku dalam urusan manusia. adalah Allah yang mengunjungi dan menebus umat-Nya pada waktu dulu.
Ada beberapa perikop yang mengatakan tentang kerajaan Allah, ”jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Alla sudah datang kepadamu (Luk 11:20, Q), Kerajaan Allah ada diantara kamu (Luk 17:21 L), pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacursedang mendahului kamu masuk kedalam Kerajaan Allah” (Mat 21:31 M).

2. Raja Dalam Kerajaan Itu Adalah Seorang Bapa
Raja dalam Kerajaan Yesus adalah seorang Bapa-Abba yang kepada-Nya Ia selalu berdoa, Bapa yang kepada-Nya murid-Nya berdoa memohon kedatangan kerajaan itu. sama seperti ke-Mesias-an Yesus, inilah juga suatu rahasia yang dibukakan kepada murid-murid itu, karena hal ini adalah kenyataan utama dalam hidup-Nya dan karena Ia mengetahui bahwa Ia adalah perantara di dalam ke-Bapa-an Allah itu. Barulah dengan kedatangan Roh Kudus rahasia Yesus tentang Bapa itu menjadi suatu rahasia terbuka.

3. Kerajaan Allah Berarti Ada Isreal Yang Baru
Dengan perantara roti dan anggur Yesus membagikan kepada murid-murid-Nya. Yesus memberi bagian dalam Perjanjian Baru yang akan di mulai dengan kematian-Nya. Dulu di Gunung Sinai Allah telah melantik orang-orang Ibrani menjadi suatu umat Allah dengan jalan membuat suatu Perjanjian dengan mereka Perjanjian Baru memuat penciptaan suatu umat Allah yang baru.
Di sekeliling meja perjamuan pada malam itu duduklah keduabelas murid sebagai inti Israel Baru. tidak ada komentar mengenai Ekklesia dalam injil Matius (16:18 dan 18;17). kesimpulannya: Kerajaan Allah mengandung penciptaan Israel Yang Baru.

4. Kerajaan Allah Mengandung Pola Hidup Yang Baru
Ucapan – ucapan bahagia yang ada pada permulaan Khotbah di Bukit yang merupakan intisari nya. Ucapan – ucapan itu bersifat eskatologi dan Mesianis ”Nubuat-nubuat telah digenapi”, ucapan bahagia itu adalah etik kasih karunia. Kasih, sebagaimana diartikan Yesus dalam perkataan dan perumpamaan berarti”mengindahkan” ( menaruh perhatian terhadap) – mengindahkan, secara praktis dan tabah, mengindahkan semua orang yang kita jumpai di dalam kehidupan kita, bukan hanya kepada orang yang layak dan berjasa, melainkan semua orang yang memerlukan bantuan kita, bahkan musuh-musuh. Kata Yesus, segala perintah dan yang lain sudah digenapi (Mrk 12-29:23). Kasih itu merupakan kunci induk (master key) bagi kesusilaan Allah.

5. Kerajaan Itu Dipusatkan Kepada Kristus
Parhatikanlah, beberapa perumpaman-perumpamaan ucapan-ucapan Yesus selalu ada di latarbelakang. Jika Ia berkata”berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5:4), maka seolah-olah Ia mengatakan”Ya, Aku akan menjadi penghibur mereka” (penghibur adalah salah satu nama Mesias). Berikutnya, perumpamaan tentang domba yang hilang (Luk, 15:4-7, Mat 18:12-14), maka seolah-menyelamatkan yang hilang” (bnd Luk 19:10). Kemudian di dalam (Mrk 12:1-9) berbicara tentang diri-Nya sebagai ”Anak Yang Tunggal” tuan kebun anggur, Ia dapat mengajukan pertanyaan yang mengagungkan itu”semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa dan tidak seorang pun mengenal apa selain Anak. Dan orang yang kepada-Nya Anak itu Berkenan menyatakannya” Apabila suatu perumpamaan berbicara tentang Kerajaan, maka Yesus tersembunyi dibalik istilah ’Kerajaan’ itu, sebagai ’isinya yang rahasia’. Pendeknya, ucapan-ucapan bahagia dan perumpamaan-perumpamaan bukan hanya dimuati rahasia tentang Kerajaan melainkan juga rahasia tentang Yesus. Dan kedua rahasia ini pada dasarnya adalah satu.

6. Kerajaan Itu Melibatkan Salib
Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea dengan maklumat, ”pemerintahan Allah telah dimuai” menjelang akhir pelayanan-Nya itu, katan-Nya”Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang ”karena Yesus sendiri adalah pembawa berita kerajaan itu maupun Anak Manusia”, Anak manusia harus menanggung banyak penderitaan” (Mrk 8:31) yang harus mati. Maka Ia adalah pribadi-Nya sendiri mengemukakan masalah Kerajaan dan Salib.
7. Sekalipun Kerajaan Sudah Datang, Namun Masih Akan Disempurnakan
Sebagaimana di tafsirkan Yesus sendiri, seluruh jalan hidup-Nya di bumi ini adalah krisis bahwa kerajaan Allah sudah lama dinantikan telah datang atas manusia , krisis itu mulai ketika Ia memulai pelayanan-Nya; dan krisis itu selesai, ketika Ia kembali dari maut, hal itu sudah terjadi.orang tidak usah lagi berkata:”Anak Manusia akan datang”; Ia sudah datang; Ia duduk diatas taktha kemuliaan-Nya, Raja yang tidak kelihatan atas umat manusia. Itulah Iman Perjanjian Baru. Keyakinan yang tidak dapat dikalahkan dikalangan murid, yakni bahwa Yesus telah menyeberangi kematian dalam kehidupan pribadi-Nya dan telah memeberitahukan kehadiran-Nya kepada mereka dengan menampakan diri-Nya yang memaksa mereka mengankui:”kami sudah melihat Tuhan”. hanya atas dasar inilah kita jelaskan perubahan yang mengherankan yang datang atas para murid, kekuatan untuk menobatkan berita yang keluar dari yang mereka sebarkan, dan pengalaman persekutuan dengan Tuhan yang hidup selama sembilan belas abad merupakan tulang punggung yang penting sekali bagi Kekristenan sejati.

Bab 3 KEBANGKITAN

Keyakinan orang-orang Kristen pertama bahwa Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Bukan hanya Yesaya yang meramalkan kebangkitan bagi Hamba Tuhan (Yes53:10 dst) melainkan juga kitab-kitab Injil memberikan kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Bukti utama kebangkitan itu ialah adanya Gereja Kristen. Orang-orang Yahudi menggatikan hari sabtu menjadi hari minggu, karena pada hari itulah Yesus bangkit dari antara orang mati. Boleh kita tambahkan bahwa setiap hari minngu, sebagaimana muncul berkali-kali, merupakan bukti baru bagi kebangkitan.
Bukti-bukti kebangkitan Yesus:
 Bahwa kubur itu kosong. Tradisi Paulus mengartikannya demikian. Dilakukan pemberitaan rasuli dalam Kisah Para Rasul. Keempat penginjil mengatakan demikian. Keberdiamdirian orang-orang Yahudi tentang hal itu membenrkannya.
 Kebangkitan itu terjadi ”pada hari yang ketiga” dan bahwa Yesus menampakan diri-Nya kepada pengikut-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, pada hari kebangkitan itu sendiri maupun pada hari-hari berikutnya
Bagi orang-orang Kristen pertama, kebangkitan itu adalah tindakan eskatologis Allah, sama barunya seperti tindakan penciptaan mula-mula; suatu tindakan dimana Anak Allah yang kuat itu sudah mengalahkan dosa dan maut, dan memulai zaman baru dalam mujizat.”Para Rasul sudah tahu bahwa oleh kebangkitan Kristus sudah datang suatu dunia baru, dan mereka sudah menjadi para warganya”
Bab 4 PEMBERITA-PEMBERITA PERTAMA TENTANG FAKTA ITU

Dalam Injil-injil Sinoptis, Kerajaan Allah, dalam arti ”Rahasia” adalah Kristus sendiri, para Rasul menganggap Kerajaan itu sudah datang dalam kehidupan, kematian dan kehidupan Yesus dan dalam kedatangan Roh.

1. Berita Mereka
Pemberitaan para Rasul ialah kerygma berasal dari kata kerja Yunani kerysso, yang berarti ’saya memaklumkan’(saya memproklamasikan): kata itu memaklumkan pekerjaan orang bentara. kerygma biasanya diterjemahkan dengan pemberitaan,dalam trejemahan LAI yang baru. kerygma biasanya bersinonim dengan Injil. Kerygma ini berbicara tentang keselamatan dan berdebar-debar di dalam surat Paulus, Petrus, dan Yohanes, injil lukas, dan dapat didengar teologi imani Surat ibrani; juga dapat diketemukan dalam drama Apokaliptis Kitab Wahyu beberapa tahun yang lalu, P.T Forisyth 5). Melihat semua ini ketika Ia menulis tentang PB. Tidak ada suatu rumus Teologis yang universal, tidak ada suatu ortodoksi, tetapi yang pasti ada ialah Injil rasuli yang am, suatu kerygma. Kerygma ini pada akhirnya diawetkan dalam pengakuan Iman Rasuli

2. Kristus dan Pekerjaan-Nya
Mesias dalam bentuk Yunaninya, ”Kristus” segera manjadi suatu nama diri. Gelar yang lain yaitu ’Tuhan’ yang menurut kata orang diberikan oleh Petrus kepada Yesus pada hari Pentakosta (Kis 2:36), mempunyai harapan yang lebih besar lagi.
Ajaran tentang Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah tentu saja berarti Ketuhanan Kristus. Paulus sudah menyimpan Doa Gereja yang berbahasa Aram bagi kita ’maranata’ Datanglahlah, ya Tuhan kami!(1 Kor 16:22) suatu doa yang ditujukan pada Yesus.
Pada nubuat Yesaya sebagai pemecahan misteri dan mengikhtisarkan demikian; Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan kitab suci. ajaran disana adalah tentang penderitaan yang mewakili karena dosa ”orang banyak” dengan memandang gagasan penggantian latar depan. para pemberita pertama melihat didalam diri Yesus sebagai penanggung dosa yang agung, yang oleh bilur-bilur-Nya mereka menjadi sembuh.

3. Roh Kudus
Menurut laporan dalam Kisah Para Rasul. walaupun Tuhan kita sudah ditinggikan keatas surga, namun Ia masih bersama-sama dengan mereka, yaitu melalui perantaran Roh kudus. Roh itu berarti kuasa-kuasa yang baru, kuasa yang dikaruniakan Allah, kuasa yang membantu Para Rasul bersaksi tentang Kristus, kuasa yang menyatakan diri-Nya dalam bahasa Roh dan nubuat (pemberitaan yang diilhamkan) yang memungkinkan mereka membuat mujizat-mujizat dan yang menguatkan Iman yang menang dan ’keberanian yang gembira’(parrhesia) bagi orang-orang seperti Petrus, Stefanus dan Barnabas. Pokok utama Roh Kudus adalah pengalaman yang tidak dapat dipisahkan dengan Yesus Kristus, sebab pengalaman roh merupakan tanda bahwa Kristus hadir di tengah-tengah mereka, sambil menguatkan tugas misioner mereka.

4.Gereja dan Sekraman-Sekramen
Pertama, orang-orang Kristen tidak memutuskan hubungan dengan Yudaisme; pertalian dengan Bait Allah dan Sinagoge berlangsung terus. Lukas mengikhtarkan kehidupan jemaat Kristen pertama dalam Kisah Para Rasul 2:42 ”mereka bertekun dalam pengajaran rasu-rasul dan dalam persekutuan”. Gereja itu belum mempunyai organisasi yang tetap namun merupakan suatu Persekutuan Roh dimana para Rasul asli memegang pimpinanan. Kata ’ekklesia’ itu biasa diterjemahkan dengan qahal(Ibrani), istilah biasa untuk Israel sebagai umat Allah yang berhimpun, sejati, sekaligus yang lama dan yang baru. Gereja Yerusalemlah yang disebut ekklesia dalam fasal-fasal pertama Kisah Para Rasul (mis, Kis 5;11), namun hubungan dengan tempat bukanlah hal yang primer, karena dalam Kis 9:31 kita dengar he ekklesia di seluruh di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria. Kepala ekklesia itu adalah Tuhan Yesus, yang di dalam nama-Nya mereka mengakui Baptisan Kristen yang merupakan pintu masuk kedalam Gereja. Barangkali berasal dari hari Pentakosta(Kis 2:38). Mereka yang dibaptis Di dalam nama ’Kristus’ berarti, mereka menjadi milik-Nya. Cara Baptisan adalah penyelaman dan baptisan biasanya dilakukan bersmaan waktunya diterima Roh Kudus.
Dalam gambaran Gereja purba, Lukas sudah dua kali menunjuk pada ’pemecahan Roti’mereka(Kis 2:42,46), yang dimaksud dengan ini ialah jamuan yang kemudian disebut”Perjamuan Kudus” yang menunjuk pada perjamuan terakhir antara Yesus dan para murid-Nya. Perjamuan Kudus itu sebagai suatu Darah Sakramen untuk ambil bagian dalam kematian Kristus(1 Kor 10:16-17).

5.Jalan Kristen dan Pengharapan Kristen
Salah satu nama yang tertua untuk orang-orang Kristen ialah ”Jalan” (Jalan Tuhan-Kis 9:2) itu berarti mereka yang terkenal telah menyerahkan diri pada suatu cara hidup yang baru. Teguran-teguran untuk memutuskan hubungan dengan hidup yang lama: perintah-perintah untuk memelihara kejujuran, kemurnian,ketulusan, kehidupan sederhana, dan bekerja keras, peraturan tentang kelurga yang sopan, inilah pokok utamanya. juga ’Khotbah di bukit’ dan nas-nas yang serupa itu dilain tempat dalam injil-injil. Ucapan-ucapan bahagia di Bukit Agung itu , sikap seperti anak-anak, pengampunan musuh, kasih yang serupa dengan kasih Allah sendiri- semuanya ini turut menafsirkan perkataan ”Jalan Tuhan itu”.
Sementara itu (Perkataan yang dianggap pra-Paulus) orang-orang diperintahkan untuk”berbalik dari berhala-berhala kepada Allah, untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitknya dari antara orang mati, yaitu Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang ”(1 Tes 1:9-10). Namun apa yang memberi isi pengharapan Kristen itu adalah Kebangkitan Tuhan, satu orang sudah meniggalkan kubur yang terbuka di tengah-tengah pekuburan luas yang adalah dunia. yaitu orang dalam pribadi-Nya sendiri menanggung masa depan umat Allah. Karena Ia sudah bangkit dan ditinggikan di Surga yang tinggi, tentulah para pengikut-Nya yang setia akan ambil bagian dalam kehidupan yang abadi itu.

Bab 5 RASUL PAULUS

Seorang Ibrani asli, itulah komentar Paulus tentang asal-usul rohaninya (Flp 3:5), secara Teologis, ini berarti bahwa dia diasuh dalam credo orang Yahudi saleh dari zamannya. ia membaca Alkitab dalam bahasa Yunani-septuaginta. Ia menulis suratnya dalam bahasa Yunani koine. Ia menghabiskan sebagian dari tiga puluh tahun waktunya sebagai utusan Injil di negeri-negeri tempat ia berhadapan dengan orang Yunani, ia gemar metafora yang diambil dari permainan-permainan Yunani; disana-sini ia menggunakan sepatah kata dan ungkapan Stoa dan kadang-kadang ia memakai istilah-istilah yang berlaku diantara para penganut-penganut agama-agama misteri Yunani, sekalipun seringkali dengan arti yang berlainan.
Kekristenan Menurut Paulus
Sebagaimana Paulus mengartikannya, adalah Kabar Kesukaan tentang ”Keselamatan” yang telah disediakan Allah bagi orang-orang berdosa melalui inkarnasi, kematian, kebangkitan dan kuasa hidup Kristus, dan yang kini ditawarkan Allah kepada semua orang yang akan percaya. Lewat ”Injil Keselamatan (Ef 1:13) menandakan kesejateraan dalam segala bentuknya dan keutuhan tubuh sampai pada ideal tertinggi, yakni kesehatan Rohani.
Ada tiga jangkau waktu yang dipikirkan Paulus tentang Keselamatan orang Kristen, yaitu; masa lampau, masa kini dan suatu pengharapan di masa depan. Penyelamatan Kristus itu oleh Iman ”Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman(Ef 2:8)”. Bukan oleh perbuatan-perbuatan mentaati hukun Taurat; bukan hasil usaha kegiatan moral manusia, maka kita akan mendapat Hidup Baru, artinya berada dalam persekutuan Kristus; menjadi seorang anggota umat Allah yang baru, dan Dia sendiri sebagai kepala. Roh Kudus adalah daya penggerak Allah untuk Hidup Baru itu (Lih 1Tes 1:5 dan Rm 15:13 ”kekuatan Roh Kudus”).

Bab 6 RASUL PETRUS

Paulus menandaskan bahwa pengertian Petrus tentang Keselamatan tidaklah berbeda dengan pengertiannya sendiri. Katnya kepada Petrus: ”kita tahu bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristud Yesus ”(Gal 2:16).

Kekristenan Menurut Rasul Petrus

Ia menggambarkan permulaan kehidupan Kristen sebagai suatu kelahiran baru yang diberikan oleh Allah kepada manusia melalui Firman-Nya (1 Petrus 1:23). Lalu Allah ” telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”(1 Petrus 2:9). Tanda yang menyelamatkan peristiwa ini ialah Baptisan, yang maknanya bukanlah dalam pembersihan jasmani, melainkan dalam ”janji orang yang bertobat itu kepada Allah dan suara hati yang tulus ikhlas”(1 Petrus 3:21).
Iman bagi Petrus adalah percaya kepada Allah melalui Yesus Kristus sebagai perantara (Lih, 1 Pet 1:21: ”oleh Dialah kamu percaya kepada Allah ” ). yang dimaksud Petrus dengan Iman dapat kita pelajari dengan baik dari 1 Pet 1:8. Adalah kasih dan percaya kapada Juruselamat yang tidak kelihatan itu, yang membawa serta kegembiraan besar. Kekristenan adalah suatu Anastrofe suatu cara hidup. Yesus ”sudah mati untuk menjadikan kita baik”, dan kita dipanggil sebagai anak-anak yang taat kepada suatu hidup yang Kudus, kemurnian, kerendahan hati dan kasih. Seorang Kristen akan mempertahankan tingkah laku yang baik diantara para tetangganya yang kafir, memelihara kehidupan rumah tangga yang berwatak tinggi dan terhormat, menggunakan karunia-karunianya sebagai ”pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” yang beragam itu.
Tujuan kasih karunia ialah ”Kemuliaan”, suatu kata yang disukai Petrus untuk menyatakan kebahagiaan masa depan. Inilah pengharapan hidup yang dijalankan oleh Kebangkitan Kristus, yang membekali orang-orang Kristen dalam perjalanan mereka sebagai pendatang dan perantau. Petrus menemukakan bahwa Skopus(bidang cakup) penebusan itu tidak terbas kepada kehidupan ini.”Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati”, ”Kristus pergi memberitakan Injil kepada roh-roh dalam penjara” (1 Pet 3:18-19), dan denga itu yang ia maksudkan barangkali orang-orang jahat pada zaman Nuh. Upah Iman yang tekun ialah ”Mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu”(1 Pet 5:4) yang termasuk dalam ”Warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, tersimpan di surga bagi mereka” (1 Pet 1:4).

Bab 7 PENULIS SURAT-SURAT KEPADA ORANG IBRANI

Penafsir dapat disebut Auctor (pengarang) sebab sebagaimana dilihat dari Origenes dulu, nama yang sebenarnya hanyalah diletahui oleh Allah.

Kekristenan Menurut Auctor
Pertama-tama Auctor Mengemukakan Yesus sebagai Anak yang melebihi para Malaikat, pengantara-pengantara penyataan lama dan Ia melebihi Musa. Lalu (4:14) ia mulai menggambarkan pekerjaan Anak itu sebagai Imam. Yesus adalah Imam Besar (Sempurna)yang ditunjuk Allah. Ia melayani ditempat kudus yang sempurna(sorga: fs.8). Dan Ia mempersembahkan korban yang sempurna(fs.9) yang berguna untuk menghapuskan dosa manusia.Karena Imam Besar yang agung ini sudah membuka ”jalan masuk” yang baru ke hadirat Allah.
Kekristenan Auctor memelihara hubungan hidup dengan Injil tertua, diuraikan dalam garis-garis besar Kerygma:
”Nubuat-nubuat tekah digenapi oleh penyataan Allah di dalam Anak-Nya(1:1)”
“Ia adalah Yesus , Mesias, dan keturunan Daud(7:14)”
“Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati(13:20)”
Jadi yang mendasari Teologi sang Auctor itu ialah Injil purba dengan eskatologi Yahudi pada pusatnya.Bagi Auctor, inti pokok agama yang sebenarnya ialah ”hak menghampiri”Allah, suatu hak yang bekerja melalui kebaktian. (4:16,7:25; 10:22;12:22. ). Auctor memiliki Tiga Doktrin Keselamatan;
 Keselamatan itu telah mulai ketika manusia mendengar ”Kabar Kesukaan”dan”Diterangi(4:2; 6:4)”.
 Mengecap karunia sorgawi Dan mendapat bagian dari Roh Kudus dan mengecap Firman yang baik dari Allah dan Karunia-karunia dunia yang akan datang(6:4-5)
 Keselamatan dalam segi kini sang Auctor menginjak ziarah yang dirintis Kristus (mendapat pertolongan Roh Kudus, menikmati hak masuk ke Hadirat Allah, hak yang di capai oleh Kristus )
Jadi, Kristus adalah ”satu-satunya korban yang sejati, yang murni dan yang kekal”, yang sudah mentahirkan Umat Allah dari dosa mereka dan menjadikan mereka layak untuk masuk menghadap hadirat Allah; dan di dalam kuat kuasa korban it, Ia sudah masuk kedalam tempat kudus sorgawi, tempat Ia tetp tinggal untu melakukan syafaat bagi mereka.

Bab 8 YOHANES

Banyak orang mau menyebut Yohanes penafsir yang paling ulung, dia menganggap Kristus tidak seBagai tokoh dalam sejarah lampau, tetapi tokoh sekarang yang Agung. Injilnya masih bebicara keadaan orang kebijaksanaan dan orang sederhana, dan sekaligus berguna sebagai”buku pelajaran bagi pendeta-pendeta dalam jemaat” dan sebagai falsafah Ilahi bagi pernyair seperti Wordsworth atau seorang Teolog seperti westcott.

1. Yohanes, Karangannya, dan Latar Belakang

Yang umumnya diterima adalah Injil dan tiga Surat Yohanes dari Efesus kira-kira Dasawarsa terakhir abad ke-1. Kemungkinan besar ”murid yang kekasih” dan”saksi”(19:35) sama denga Rasul Yohanes. Pengetahuannya tentang adat-kebiasaan Yahudi dan bahasa Yunani dipengaruhi oleh bahasa Semit, menunjukan bahwa penulisnya adalah seorang Yahudi yang berbahasa Aram dan dulu tinggal di Palestina sebelum menetap di efesus. Barangkali tradisi-tradisi tentang Yesus , dipakai dalam injilnya, telah di bawah ke Asi kecil sebelum kerubtuhan Yerusalem pada tahun 70 M.
Gaya bahasa Yohanes, ”Rasa”teologinya dalam istilah-istilah pokok”Hidup”dan ”kemuliaan” semakin tampak jelas bahwa Latar belakang langsung untuk pemikirannya adalah agama Yahudi. Setiap pokoknya dapat dijejaki oengaruh Yudaisme; Kadang-kadang Yudaisme rabinis, kadang-kadang Yudaisme mistik, suatu aliran yang baru di temukan dalam dead Sea Scroll(Gulungan-gulungan kitab Laut Mati).
Dalam surat pertama Yohanes berusaha membantah aliran Doketisma yang mengganggu kesejahteraan gereja. Dengan maksud menguatkan lagi secara bernafsu bahwa ingkarnasi – yaitu fakta bahwa Anak Allah sudah betul-betul menjadi manusia(daging) – merupakan puncak dari mahkota kebenaran Kristen.

2. Kekristenan Menurut Yohanes

Menurut Yohanes Adalah kehidupan ”segenap Agama” Dalam pandangan Yohanes, Allah telah mengabulkan doa ini dengan jalan mengaruniakan Kristus(Yoh 3:16)”Di dalam Dia ada hidup”- Begitu tertulis tentang Logos dan Kristus datang supaya manusia ”mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”.
Yohanes menyatakan bahwa Allah, oleh sebab kasih-Nya, telah memberi Anak-Nya untuk hidup dan untuk mati karena manusia supaya oleh kelahiran baru itu dan oleh iman, kita beroleh pengealan akan Alla, yang adalah kehidupan yag kekal ”Inilah hidup yang Kekal itu, yaitu mereka yang mengenal engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”(Yoh 17:3). jadi bagi Yohanes, Kehidupan Kekal adalah suatu keuntungan sekarang, sebab Kristus sudah datang, mati, dan bangkit, dan Roh Kudus ada disini dilepaskan bagi manusia oleh kematian-Nya (Yoh 7:39)

3. Kristus Menurut Yohanes

Menurut Yohanes Kristus adalah Anak Allah, yang dengan mencangkup dalam diri-Nya sendiri rencana penyelamatan oleh Allah, mengambil rupa manusia demi kita, dan yang oleh kematian-Nya sudah memberikan hidup kepada kita. Ia adalah Yesus Kristus, Tuhan yang sudah bangkit; Ia adalah juruselamat yang Mahahadir, yang, melalui Roh Kudus, sudah kembali untuk menyertai umat-Nya ; Ia adalah pribadi agung yang tak terprikkan.
Yohanes juga memakai Gelar ”Anak Allah”, sebagaimana terdapat dalam (Mat 11:25-27) dan dalam perumpamaan tentang para pengarap kebun anggur(Mrk 12:1-12).

Kesimpulan: Jadi di dalam pribadi dan pekerjaan Yesus orang Nasaret itu, rencana penyelamatan dari pihak Allah telah diwujudkan, Dialah Kata (Firman) yang Dinamis dan yang menebus dari pihak Allah. Dia telah membuat terang pikiran dan rencana kasih karunia Alla; rencana itu adalah rencana cinta-kasih yang suci yang bergiat untuk keselamatan manusia, yang adalah hidup yang kekal.

**Diringkas Oleh: Edy F Batlayeri, mahasiswa STTGKI IZAAK SAMUEL KIJNE semester 4

About these ads
 
1 Komentar

Posted by pada 29 April 2009 in KARYA TULIS, MATERI KULIAH, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , ,

One response to “TEOLOGI PERJANJIAN BARU**

  1. christian noya

    13 Februari 2012 at 12:34 pm

    Mohon ditingkatkan Kedalaman Theologia Perjanjian Barunya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: