RSS

PERANAN IMAN KRISTEN DALAM ILMU MANAJEMEN ***

25 Feb

  1. Apa yang dimaksud dengan ilmu manajemen

Manajemen didefinisikan sebagai seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain. (Mary Parker Follett). Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Stoner). Manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi planning, organizing, staffing, leading, controlling dan decision making.

Ilmu manajemen didefinisikan sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama lebih bermanfaat bagi manusia.

Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang paling berperan dalam pencapaian tujuan organisasi adalah mereka yang mengemban tanggungjawab untuk menjalankan tugas manajemen, yaitu seorang manajer atau pemimpin.

Bagaimana seharusnya seorang pemimpin menurut iman kristen atau bagaimana peranan iman kristen dalam penerapan ilmu manajemen?

  1. Siapakah yang cocok untuk memimpin?

Sebelum seseorang mengambil tanggungjawab kepemimpinan, seharusnya ia mempertimbangkannya masak-masak. Mengapa demikian? Yakobus 3:1 mengatakan “saudara-saudaraku, janganlah banyak orang diantara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat”. Selanjutnya dikatakan, sebab kita semua bersalah dalam banyak hal.

Kita kenal diri sendiri dan mengetahui bahwa kita sering berbuat salah dan tersandung dalam begitu banyak hal, akan membuat kita ragu untuk memimpin orang lain, tidak berani melangkah sebagai pemimpin dan tak seorangpun berani menjadi pemimpin. Lalu siapa yang akan memimpin?

  1. Panggilan Musa

Keluaran 3: 2, 5-6. Dalam kepahitan dan kemalangan Musa sebagai gembala domba milik mertuanya (Yitro), Allah memanngil Musa untuk menjadi pemimpin dan Musa yakin bahwa Allahlah yang berbicara kepadanya. Namun Musa merasa tidak memenuhi syarat untuk tugas itu, lalu ia berseru kepada Allah dengan pertanyaan “memangnya aku ini siapa”? Ini adalah sesuatu yang harus kita pastikan dalam pikiran kita bahwa Allah terlibat didalam setiap panggilan kita. Mengapa kita harus yakin? Mazmur 32:8; Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu ngjalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nesehat, mataKu tertuju kepadamu. Maz 48:15; Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah nya dan untuk selamanya! Dialah yang seterusnnya memimpin kita) I Petrus 5:7 (Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kamu).

Siapa orang-orang yang akan dipimpin Musa atau siapakah bawahan Musa? Keluaran 3:7 – 8 Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umatKu ditanah Mesir dan Aku mendengarkan seruan mereka…, Aku mengetahui penderitaan mereka“

Apa tugas Musa dalam panggilan Allah? Keluaran 3:10, –menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, …

Apa yang harus kita lakukan kalau kita berhasil atau gagal dalam memimpin? I Korintus 15:57; Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita; 1 Petrus 5:7; Akulah penghiburanmu; “serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.

  1. Panggilan Gideon

Suatu malam Gideon sedang menyelamatkan gandum dari jarahan bangsa Midian. Malaikat Tuhan Muncul dan memanggil Gideon.

Apa respon Gideon dan Apa jawab Allah? Hakim-Hakim 6:15-16, Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil diantara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda diantara keluargaku, tetapi Allah menjawab “tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis”

Siapa orang-orang yang akan dipimpin Musa atau siapakah bawahan Gideon? Hakim-Hakim 6:1, Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat dimata Tuhan, sebab itu Tuhan menyerahkan mereka kedalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya.

Apa tugas Gideon dalam Panggilan Allah? untuk menjadi alat Allah dalam membebaskan umatNya (Umat Israel yang bersembunyi digoa-goa karena bangsa Midian menghancurkan panen mereka dan menjarah ternak mereka) dari bangsa Midian (mereka seperti wabah belalang, melalap segalanya yang mereka lalui).

  1. Panggilan Yeremia

Panggilan Yeremia: (Yeremia 1:4-5,) “sebelum Aku menbentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa” Tugas Yeremia adalah memaklumkan Firman Allah kepada umatNya.

Bagaimana respon Yeremia dan bagaimana Jawaban Allah: Yeremia 1:6, Ah Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda, tetapi jawaban Allah ”janganlah katakan aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engaku Kuutus, haruslah engkau pergi dan apapun yang Aku perintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau. Janji Tuhan Yeremia 1:7-8; (Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: “jangan katakana: Aku ini masih mudah, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kau sampaikan) 1:19;(Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah Firman Tuhan). 15:20; 20:11.

  1. Apa Sumber Kekuatan seorang Pemimpin Kristen?

Seorang pemimpin harus sadar bahwa ia harus terus menggerakkan programnya, orang-orangnya dan dirinya sendiri. Lalu dari mana kekuatan untuk melakukan semua itu?

Jawabnya adalah Allah sendiri, firman Allah, Doa dan ketaatan, namun persekutuan dengan Allahlah yang menghidupkan kekuatan tersebut sehingga efektif dalam hidup kita. Filipi 4:13;(Segala Perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku) 2 Samuel 22:33.(Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata).

  1. Bagaimana Kehidupan Batin Pemimpin Kristen?

Berbagai kesulitan bagi seorang pemimpin biasanya dalam dua bentuk: persoalan dengan kelompoknya dan persoalan dalam kehidupan pribadinya sendiri. Alkitab penuh dengan contoh tentang orang-orang pilihan Allah yang mengalami kesulitan ketika menjadi pemimpin.

Musa adalah salah satunya. Ia pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya karena mencoba melakukan segalanya sendiri. Sama dengan filosofi yang berkembang: jika anda ingin hal itu terlaksana dengan benar, lakukanlah sendiri. Sifat Musa yang patut dikagumi dalam situasinya adalah bahwa ia terlibat secara pribadi dengan orang-orangnya.

Namun kekuatannya ini justru menjadi kelemahannya. Ia memberikan dirinya sepanjang hari kepada sekelompok orang yang mencoba melemparinya dengan batu (Keluaran 18:13). Melayani serta membantu orang yang menghargai perbuatan anda relatif mudah, namun Musa memberikan waktu, pikiran dan energinya kepada orang yang tidak tahu berterima kasih, penuh dengan kebencian, tidak menghargai, tidak punya pertimbangan dan pernah memcoba membunuhnya.

Melihat hal itu, Yitro menasehatinya. Baca Keluaran 18:17-23. Satu teladan ditemukan disini bahwa Musa mau dan bisa menerima nasehat, lihat Keluaran 18:24.(Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. Ada empat hal yang menonjol:

Prioritas utama Musa sebagai pemimpin adalah berdoa bagi orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.

Musa harus mengajarkan firman Allah.

Musa harus menjadi teladan bagi orang-orangnya.

Musa harus mendelegasikan tanggungjawabnya

  1. Bagaimanakah Sikap Seorang Pemimpin terhadap orang lain?

Kesucian Hidup: Daniel 1:8, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya; 2 Korintus 6:14-16, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya,…, 2 Timotius 2:19-21.

Pertanyaan yang harus menjadi prinsip seorang pemimpin dalam menjaga kesucian hatinya:

Apakah ini berguna? Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. (I Korintus 6:12).

Apakah saya diperhamba olehnya?

Apakah ini akan menjadi batu sandungan bagi orang lain?

I Korintus 8:12-13.

Apakah ini memuliakan Allah? I Korintus 10:31

Kerendahan hati

I Petrus 5:5-6, Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati…, Yesaya 42:8; Filipi 2:3-4; Amsal 6:16-17; Matius 23:11-12

Jika seseorang congkak, ia tak dapat melihat cara terbaik untuk mencapai tujuannya, karena yang ia lihat hanyalah cara yang paling memberinya kehormatan dan pengakuan. Oleh karenanya, kecongkakan sangat berbahaya bagi seorang pemimpin. Ciri Kecongkakan adalah kecuekan dan mengabaikan nasihat orang lain. (Amsal 15:22, rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan tetapi terlaksana kalau penasehat banyak).

Iman

Ibrani 11:6; “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”, Matius 9:29, Jadilah kepadamu menurut imanmu

Kehidupan batin seorang pemimpin akan membuatnya sukses atau malah menghancurkannya. Jika ia tidak mengembangkan kesucian hidup, kerendahan hati dan Imannya, ia pasti akan mengalami masalah besar.

  1. Bagaimana Seorang Pemimpin Kristen Mengatasi Berbagai Kesulitan?

Hati yang melayani; Matius 20:25-28; …barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Sama seperti anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang; Lukas 22:27, Aku ada ditengah-tengah kamu sebagai pelayan

Hati yang peka; Markus 8:1-3,…HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan…

  1. Kepada siap anda harus mendelegasikan tanggung jawab?

kualitas yang harus dimiliki oleh orang-orang yang anda angkat:

Kesamaan pandangan adalah prasyarat untuk kerjasama dalam suatu pekerjaan.

Kematangan adalah prasyarat lainnya. (I Timotius 3:6) (Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman iblis).

Kesetiaan adalah kualitas ketiga yang diperlukan dalam diri seorang rekan sekerja. (Amsal 20:6; (Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya) Mazmur 12:2).

Badai kehidupan terkadang melanda dan menguasai kehidupan seorang pemimpin. Sakit hati, keprihatinaan, kebingungan, emosi, duka, penderitaan, stres, tekanan dan kesusahan datang silih berganti dalam kehidupan seorang pemimpin. Lalu bagaimana peran iman kristen bagi seorang pemimpin kristen dalam mengatasinya?

Bermegah dalam penderitaan karena penderitaan dipakai Kristus untuk menyatakan keindahan dan kuasaNya. (Roma 5:3-5; 2 Korintus 12:9-10; 2 Korintus 4: 8-9; Yesaya 55:8-9; Yakobus 1:2-4)

Berserah kepada Kristus (1 Petrus 5:7, serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab Ia yang memelihara kamu)

Pertanyaannya: apakah anda mau memikul bebanmu atau menyerahkannya pada Kristus? Karena tidak mungkin dua-duanya memikul beban.

  1. Kesimpulan

Manajemen didefinisikan sebagai seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain. (Mary Parker Follett). Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Stoner). Manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi planning, organizing, staffing, leading, controlling dan decision making.

Ilmu manajemen didefinisikan sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama lebih bermanfaat bagi manusia.

Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang paling berperan dalam pencapaian tujuan organisasi adalah mereka yang mengemban tanggungjawab untuk menjalankan tugas manajemen, yaitu seorang manajer atau pemimpin.

Bagaimana seharusnya seorang pemimpin menurut iman kristen atau bagaimana peranan iman kristen dalam penerapan ilmu manajemen?

Oleh : Lambert Kalami, SE., MM.
Student Bible Camp V Sub.UKM-PMK Fakultas Ekono i
Universitas Cenderawasih
Kertosari 11 Oktober 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Februari 2009 in KEGIATAN DI SUB-SUB, SUB FAKULTAS EKONOMI

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: