RSS

Geoscience Australia : BENCANA BESAR MENGANCAM INDONESIA

28 Des

Indonesia terancam diguncang bencana alam berskala besar yang bisa merenggut sekitar satu juta orang.

The Sydney Morning Herald, Jumat (26/12), mengutip sebuah laporan ilmiah yang menyebutkan bahwa Indonesia masuk dalam daerah Asia-Pasifik yang terancam terkena bencana alam besar selain Filipina dan Cina. Menurut The Sydney Morning Herald, laporan tersebut merupakan hasil penelitian Geoscience Australia(GA). GA adalah sebuah badan yang dimiliki pemerintah Australia, dan bertugas melakukan riset tentang kebumian. GA memiliki banyak ahli di bidang ilmu kebumian dan yang terkait.

Laporan itu menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun mendatang dampak bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami semakin parah karena populasi yang terus meningkat dan perubahan iklim. The Sydney Morning Herald menyebutkan bahwa laporan tersebut membuat Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono membentuk pusat penelitian dan pelatihan penanggulangan bencana. Pihak Geoscience Australia sendiri belum bisa dihubungi. The Sydney Morning Herald menyatakan bahwa para ilmuwan Australia telah menganalisa kemungkinan terjadinya gempa bumi, angin topan, tsunami, dan gunung meletus di kawasan tersebut serta memperkirakan jumlah korban tewas. Menurut penelitian itu, daerah di sabuk Himalaya seperti Indonesia, Cina, dan Filipina diperkirakan dilanda gempa bumi yang korbannya bisa mencapai satu juta orang. Indonesia dan Filipina juga terancam diguncang letusan gunung berapi yang bisa menelan korban ratusan ribu orang. Sementara, negara kecil seperti Bangladesh dikhawatirkan bakal dihantam tsunami, banjir bandang, dan angin topan.

Seorang ilmuwan dari Geoscience Australia, Alanna Simpson, mengatakan kepada The Sydney Morning Herald bahwa penelitian tersebut menggunakan data di Asia-Pasifik dalam 400 tahun terakhir. Simpson menambahkan bahwa meningkatnya populasi penduduk merupakan alasan utama Asia-Pasifik rentan bencana.

Disiapkan Rp 509 Miliar
Simpson mengatakan, bertambahnya penduduk merupakan penyebab utama mengapa bencana alam di Asia Pasifik (termasuk di Indonesia) akan sangat memakan korban. “Ketika jumlah penduduk bertambah, manusia mulai merambah ke tempat-tempat yang ratusan tahun lalu sebetulnya bukan tempat untuk hidup mereka.

Kini lereng-lereng gunung yang curam atau tepian sungai-sungai besar sudah didiami manusia. Akibatnya, penduduk di situ rawan terkena tanah longsor dan banjir setiap tahun,” kata Simpson.

Menurut The Sidney Morning Herald, PM Rudd dan SBY telah sepakat selama pertemuan APEC untuk mengeluarkan dana 67 juta dolar Australia (sekitar Rp 509 miliar) guna membangun sebuah fasilitas penanganan bencana di Jakarta.

Fasilitas yang diperkirakan akan beroperasi pada April 2009 itu, bertujuan untuk mengurangi dampak dari bencana alam dengan memberikan pelatihan terhadap para tenaga darurat, serta menyelenggarakan riset mengenai risiko dan ancaman bencana.

Simpson menyebutkan, salah-satu cara yang lebih baik untuk mencegah risiko bencana adalah dengan memahami apa dan bagaimana bencana alam itu. Misalnya, kalau kita mengetahui bahwa suatu wilayah berpotensi tinggi terjadi gempa bumi, maka bangunan di sana harus memenuhi syarat tahan gempa.

“Dengan begitu, saat betul-betul terjadi gempa, jumlah korban jiwa bisa dihindari sebanyak mungkin,” katanya.

Sementara itu, peneliti bencana dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Ir Amien Wdodo MS mengungkapkan bahwa bencana alam geologis memiliki ketidakpastian yang sangat tinggi. Karena sifatnya yang sulit ditebak, maka diperlukan analisis statistic sebagaimana yang dilakukan GA.

“Data-data yang ada dikumpulkan dan kemudian disusun atau dikompilasi. Bila penelitian tersebut menggunakan data sepanjang 400 tahun, maka hasilnya memang bisa diperkirakan,” ucap Amien mengomentari hasil penelitian GA, Jumat (26/12).

Bila dilihat dari posisi wilayahnya, kata Amien, Indonesia memang memiliki daerah-daerah yang rawan bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung dan tanah longsor.

Menurut dia, hasil studi GA itu cukup membantu. Berdasarkan hasil studi itu, persiapan untuk mengurangi jumlah korban dan mengatasi akibat bencana menjadi lebih terarah.

“Di sinilah perlunya contingency plan, yaitu rencana tindak lanjut. Contingency plan ini berfungsi sebagai persiapan sebelum terjadinya bencana, saat terjadinya bencana, dan pasca terjadinya bencana,” lanjut Amien.

Dengan begitu, masyarakat pun bisa disiapkan diri sebelum bencana terjadi. Sumber daya apa saja yang mesti dimaksimalkan saat itu. Infrastruktur pun harus diperhatikan. Hal ini bertujuan untuk menekan jumlah korban.

Source :

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/12/26/brk,20081226-152636,id.html

http://www.france24.com/en/20081226-huges-disasters-era-threatens-asia-pacific-china-philippines-indonesia

http://www.surya.co.id/web/Headline/Gempa-Besar-Ancam-Jawa.html

http://article.wn.com/view/WNATA723DF74B017ED8745AFF162FECD3A05/

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Desember 2008 in BERITA

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

9 responses to “Geoscience Australia : BENCANA BESAR MENGANCAM INDONESIA

  1. IBRAHIM

    25 April 2010 at 11:56 pm

    … SEPAKAT..!!!!!!! saya dari dulu sudah mengetahui bung… bahwa akan ada bencana yang DAHSYAT PADA ABAD INI(lihat matius 24 ayat 3 dan setrusnya…) serta ketahuilah bahwa sang MESIAS AKAN TURUN DI NEGERI INDONESIA….KERAJAAN YAHWEH AKAN DATANG… HALELUYA…PUJI ALLAH ABRAHAM…

     
  2. Wilko

    10 Desember 2009 at 1:13 am

    Mungkinkah ini yg disebut kiamat 2012?

     
  3. Henz

    23 Juni 2009 at 1:44 pm

    ramalan ato perkiraan t emg bs trjadi…

    tp kita sebagai manusia hnya bisa prcya ma TUHAN YME…

    info para ilmuwan cukup membantu kita untk hati2 akan bencana..
    Thx to GA..

     
  4. mesner

    4 Juni 2009 at 1:16 am

    intinya tuuu.. kam tobat… KIAMAT SU dekat tapi bukan tahun 2012… Tonk manusia ni tra tau apa2.. cuma TUHAN YANG tau semuanya….

     
  5. javanesse

    1 Maret 2009 at 8:07 pm

    adooooooooooo………

    bisa di pertanggung jawabkan ka tida e isu semacam ini…:s

    ini kan baru bisa di golongkan sebagai isu ato ramalan…
    soalnya belum jelas kebenarannya……

    yah…sebenarnya sih apapun bisa terjadi di dunia ini…..

    tapi kapan dan dimana…kita ga tau….

    kapal titanic yang menurut pembuatnya ga akan bisa tenggelam aja
    justru tenggelam pada saat pertama melaut kok…..(sekedar pembanding) hehehe

    pusiiiing….mending mulai dari sekarang tong tobat sdah mo….(ngakak **MODE :ON**) tp serius neh…..

    supaya sewaktu2 ada musibah….kita siap menghadapi kematian….

    maaf klo ada kata-kata yang salah ya bro semua🙂

     
  6. Gempa

    9 Februari 2009 at 9:47 pm

    Justru itulah marilah kita terus berhati-hati dan terus menjaga diri!!!

     
  7. Carlos Wendoxmen

    8 Februari 2009 at 10:12 pm

    YOmbex…… Tsunami Bokar mo Bikin TonG Tenggelam adi Kam Harus Hati Hati.. TES TO!

     
  8. risky darsogi

    8 Februari 2009 at 10:08 pm

    Betulkah apa yang anda katakan?

     
  9. Anak Kampus

    7 Februari 2009 at 10:58 pm

    Merdeka sudah biar tonk urus masing2 tooo

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: