RSS

DAMPAK DARI PERUBAHAN TRAYEK TAXI WAENA dan SENTANI, !!!*

27 Des

gambar trayek taxi by SANTA

Perkembangan masyarakat dan ekonomi di kota dan kabupaten Jayapura yang bersifat dinamis mengakibtkan terjadinya proses lalulintas yang pesat. Hal ini berimbas pada tuntutan akan pengelolaan system transportasi serta penyediaan sarana serta prasarana penunjang yang baik sebagi jawaban dari dinamika pertumbuhan tersebut. selain itu terciptanya ruang wilayah (kota dan daerah) / zona kegiatan yang menjadi asal suatu perjalanaan dan dapat pula menjadi tujuan dari suatu perjalananpun per4lu diperhatikan. Oleh sebab itu diperlukan sarana angkutan untuk mengeliminasi jarak geografis tempat asal dan tempat tujuan, yang antara lain dapat ditempuh dengan ankutan umum. Salah satu angkutan umum yang mengalami pertumbuhan yang pesat dan menjadi urat nadi mobilitas penduduk di kota dan kabupaten jayapura adalah angkutan jalan.

Dalam UU No.14 Th 1992 disebutkan bahwa,” Angkutan jalan diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan lalulintas dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien, mampu memaduakn moda angkutan lainnya, serta menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan untuk menunjang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penegak dan penunjang pembangunan nasional dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat ” . Berdasarkan UU No.14 Th 1992 diatas maka sangatlah penting untuk memperhatikan sistem dan sarana prasarana dari angkutan jalan ini, agar didapat suatu keadaan angkutan jalanyang ideal sesuai dengan amanat UU No.14 Th 1992. sayangnya tidak sepenuhnya keadaan ini dapat tercapai dan mengakibatkan trjadinaya ketimpangan anatra penyedia jasa angkutan umum (operator) dan pengguna jasa angkutan umum (user).

Sebaagi salah satu contoh permasalahan ketimpangan tersebut ialah kebijakan perubahan trayek yang terjadi pada angkuatan umum jurusan sentani-abe menjadi sentani expo serta penempatan wilayah expo menjadi terminal sementara. Perubahan trayek ini menjadi suatu paradoks yang menyulut timbulnya polemik diantara para penyedia jasa angkutan umum (supir) dan pengguna jasa angkutan umum (penumpang). Pro dan kontara seakan menjadi bukti dari permasalahan kebijakan ini. Jika demikian maka kita perlu melihat lagi aspek-aspek yang berkaitan dengan penetapan terminal dan perubahan trayek ini.

Terminal berfungsi sebagai penunjang kelancaran mobilitas orang dan barang serta tempat perpaduan intra dan antarmoda secara lancar dan tertib. Pada hakikatnya termininal merupakan simpul dalam system jaringan pengangkutan jalan yang fungsi utamanya sebagai tempat pelayanan umum untuk naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang, tempat pengendalian lalulintas dan angkutan kendaraan umum, serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda angkutan (Suwardjoko P. warpani).

Menurut PP No.43 Th 1993 berdasarkan wilayah pelayanannya, terminal sementara ini dapat digolongkan kedalam Tipe A, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan lalulintas batas negara, angkutan antarkota antar propinsi, angkutan antatrkota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan. sertaSerta Tipe B, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antarkota dalam propinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan.Dan berdasarkann fungsi pelayanan dapat digolongkan kedalam Terminal Pengumpan, yaitu terminal yang melayani angkutan pengumpul / penyebar antarpusat kegiatan wilayah, dari pusat kegiatan local ke pusat kegiatan wilayah dan dapat dilengakapi pelayanan angkutan setempat. Berdasarkan KM Mentri Perhubungan No.31 Th. 1995 fasilitas penumpang harus dilengkapi dengan fasilitas utama yaitu jalur pemberangkatan dan kedatangan kendaraan umum, tempat parkir, kantor tempat tunggu penumpang/pengantar menara pengawas, rambu-rambu dan papan informasi serta pelataran parkir. Untuk fasilitas sekundernya yaitu kamar kecil/toilet musshola,kantin ruang informasi, telepon umum dan tempat penitipan barang. Permasalahan yang timbul pada terminal sementara ini adalah fasilitas utama dan penunjang yang kurang memadai bahkan kurang layak. Contohnya ialah tempat tungu penumpang yang minim serata lahan untuk keberangakatan yang dianggap kurang layak bagi para supir terutama jurusan sentani-expo. Selain itu faktor keamaanan dan kenyamanaan dirasakan sangat minim terutama oleh supir sentani-expo, dimana pada saat memutar dari jalur kedatangan menuju jalur keberangkatan pada malam hari mereka sering sekali mendapat gangguan dari para preman sekitar. Keberadaan petugas keamanan dirasa kurang memberikan jaminan keamanan yang penuh.Walaupun hanya sebagai terminal sementara dan dalam proses uji coba, sudah seharusnya pemerintah memperhatikan akan fasilitas-fasilitas tersebut sebelum membangun terminal sementara tersebut sesuai dengan amanat UU No.14 Th 1992, PP No.43 Th 1993 dan KM No.31 Th. 1995. Hal ini seolah menunujakan kurang siapnya pemerintah untuk merelokasi angkutan umum pada terminal sementara ini, yang sekali lagi menimbulkan permasalahan dikalangan para supir angkutan umum. Prasarana transportasi seharusnya menciptakan pergerakan penumpang dan barang yang lebih cepat, nyaman dan lebih murah senafas dengan UU No.14 Th 1992 tentang lalulintas dan angkutan jalan. Tetapi efek dari terminal sementara tersebut justru sebaliknya yaitu perjalanan abe-sentani menjadi lebih lama, mahal dan menjadi kurang nyaman karena harus transit.

Dalam PP No. 41 Th 1993 trayek didefinisikan sebagai lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan tetap, lintasan tetap dan jadwal maupun tidak terjadwal. Dan mengacu pada PP No. 41 Th 1993 pula maka trayek sementara ini dapat dapat digolongkan dalam trayek antarkota dalam propinsi, dengan ciri-ciri pelaynan :

mempunyai jadwal tetap, pelayanan cepat dan atau lambat,dilayani oleh mobil / bus umum, tersedia terminal penumpang sekurang-kurangnya tipe B pada awal pemberangkatan, persinggahan, dan terminal tujuan.

Seperti telah diketahui kebijakan perubahan trayek ini mengacu pada wialyah administrasi dari kota dan kabupaten jayapura. Dimana kendaraaan dari kabupaten (taksi sentani,red) tidak boleh memasuki wilayah kota lain (jayapura) seperti yang dituturkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Drs. Husein Thofer (cepos 18 Des 2008).Angkutan Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti pada trayek Sentani-Abe pengaturannya berada dalam kewenangan pemerintah provinsi bukan pada pemda atau pemkot masing-masing. Sebagai paradoks perubahan trayek ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif lebih dirasakan oleh para penyedia jasa angkutan expo-waena abe. Dimana terjadinya peningkatan pendapatan dari mereka seperti dituturkan seorang pengemudi angkutan expo-waena abe Jumadi bahwa sebelum adanya perubahan trayek ini pendapatan mereka tidak terlalu besar dan terkadang harus menombok uang setoran dengan pendapatan yang mereka terima, yang biasanya berkisar natara Rp. 100-120.000,-/hari. Selain itu ketertiban dan keteraturan dalam pengisian penumpang menjadi semakin baik dibanding dengan sebelum adanya perubahan trayek ini. Dampak sebaliknya dirasakan lebih pada pengemudi angkutan sentani-expo,dimana hal paling utama yaitu penurunan pendapatan yang signifikan. Jika sebelum terjadinya perubahan trayek pendapatan kotor mereka bisa mencapai ± Rp.500.000,- atau setara dengan 6-7 ret dengan pendapatan per-ret adalah Rp. 70.000,- biaya ini masih dipotong lagi dengan setoran yang mencapai Rp. 200.000 serta uang solar yang mencapai Rp 170.000. pendapatan ini sangat berbeda dengan keadaan sesudah trayek berubah dimana mereka hanya bisa mendapat pendapatan sekitar Rp. 200-250.000,-/hari atau setara dengan 3-4 ret, seperti yang diungkapkan salah seorang supir Maklon.

Senada dengan para pengemudi angkutan sentani-expo, para pengguna jasa angkutan mengeluhkan naiknya biaya yang mereka keluarkan untuk melakukan perjalanan dari sentani menuju abe. Menurut penuturan seorang penumpang, Isabel dia harus mengeluarkan biaya tambahan. Jika sebelum kenaikan ia hanya mengeluarkan ongkos dari sentani-padangbulan-senani sebesar 2 x Rp. 5.00,- atau Rp10.000,-, sekarang bertambah menjadi Rp.14.000,-/hari karena harus berganti taksi dari sentani-expo Rp. 4.000,- expo-padang bulan Rp. 3.000,- dan sebaliknya, sehingga dia harus mengeluarkan biaya tambhan sebesar Rp. 4.000,-/hari. Hal ini sangat dirasakan memberatkan apalagi sebagai mahasiswa yang tinggal bersama saudaranya. Jika diamati, maka hal ini sangatlah tidak sesuai dengan amanat UU No.14 Th 1992 dimana biaya angkutan seharusnya dapat terjangkau sesuai dengan daya beli masyarakat umum, selain itu dengan keadaan ini membuat aksesibilitas dan mobilitas penngguna jasa angkutan umum menjadi terganggu. Aksesibilitas dan mobilitas adalah ukuran potensial atau kesempatan untuk melakukan perjalanan. Jika hal ini terus terjadi dengan tidak adanya kebijakan lainnya, maka pastilah pengguna akan sanagt dirugikan. Untuk itu perlu adanya kebijakan lain dari pemerintah sebagai pihak regulator yang menunjang akan kebijakan ini. Misalnya dengan menurunkan harga tarif angkutan pada tiap trayek berhubung penurunan harga BBM seperti yang diopinikan oleh Petrus Bahtiar, ST, MT dan teman-teman mahasiswa teknik transportasi UNCEN (cepos 18 Des 2008), dengan penurunan tariff ini yang pasti dapat meringankan ongkos transport bagi para pengguna jasa angkutan umum. Selain itu penetapan sistem tatrif angkutan Tarif rata (flat fare) yaitu tarif sama besar untuk setiap jarak sepanjang trayek yang ditentukan. Dengan cara ini tarif diperhitungkan atas dasar pendapatan marginal dibagi jumlah penumpang minimal. Sehingga penyedia jasa angkutan sudah mampu menutup biaya operasi. Sistem tarif ini pula yang diinginkan oleh para supir trayek sentani-expo, karena seringkali penumpang yang naik tidak membayar sesuai dengan tariff yang mereka berikan.

Menutup opini ini kiranya perhatian dari pemerintah sebagai pihak regulator perlu untuk memperhatikan secara serius lagi tiap kebijakan yang diambil. SHALOOM

*Oleh : Sandy TandiBulo (Mahasiswa S1 Teknik Sipil UNCEN)

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Desember 2008 in BERITA, KARYA TULIS

 

Tag: , , ,

10 responses to “DAMPAK DARI PERUBAHAN TRAYEK TAXI WAENA dan SENTANI, !!!*

  1. tian

    28 Januari 2011 at 1:07 am

    tolong kasi tau kah mengenai peraturan pemerintah kota jayapura mengenai penetapan tarif dsar angkutan umum yang berlaku skarang
    penting………………..terima kasih…Gbu

     
  2. alfa mofat

    15 Maret 2010 at 11:14 am

    Terminal alternatif expo uadah ada kajian kelayakan belum ya

     
  3. Emerland Chest

    26 Oktober 2009 at 10:07 am

    Terminal di depan MUseum Daerah ???

    Muka Pemda Papua mo dibawa ke mana???

     
  4. elfret

    22 Juni 2009 at 9:08 am

    boo kawan… lois… kalo ko mau ke jayapura lweat pesawat udara… ko lebih baik carter taxi airport saja.. daripada pake angkot., karena harga taxi dan angkot dari bandara ke sentani sama saja,.!!! baru kao l\pake angkot ko repooot skali…!!! sa saran pake taxi saja eee…

     
  5. lois

    19 Juni 2009 at 7:55 pm

    hai salam kenal bisa minta tolong kasih info ng ya? taxi dari bandara sentani ke jayapura berapa ya? dan kalo angkutan umum berapa? mungkin saya akan berpergian ke jayapura

    terimakasih infonya ditunggu ya

     
  6. Bid Humas+Warta

    24 Februari 2009 at 12:24 pm

    SIp kak anna…!!! ton’k akan buatkan forum khusus per SUB , PENGURUS dan ALUMMNI !!!

     
  7. anna

    23 Februari 2009 at 8:53 pm

    Bro’ thanks buat tulisan ini…
    Salut krn sudah bicara/singgung ttg msalah2 sosial.
    salut buat website ini…semoga semakin jadi berkat…menjadi ajang aktualisasi diri dan semoga Tuhan semakin dipermuliakan bukan kita.
    Usul nih, how about the english student try to come up with English Corner …what do you think?? shalom all🙂

     
  8. Yaveth

    17 Februari 2009 at 10:30 pm

    Yah,kykx abe dong tra mau gabung2 dgn tong di sentani jd dong bikin jalur trayek begini. Trapapa sdh,nnti tong bikin negara sentani merdeka sendiri sdh. Eh,z kas tau kam smua eh,temapt yg paling indah di dunia itu hny SENTANI… Ada gunung siklop yg megah berdiri,dan danau sentani yg indah..

     
  9. VAndermoon

    18 Januari 2009 at 11:33 am

    He he… coba taxi waena dong kasi turun kah…. ini masih tiga ribu saja…..

    kapan kapan turun….

    Apa kata Dunia????

     
  10. ELFRET W

    31 Desember 2008 at 7:14 pm

    Adoo… Harga taxi su naik lagi…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: