RSS

Natal Yang Kelabu

23 Des

(Natal 2000 Yang Kelabu)
(dikutip dari buku “Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI – oleh: Wisnu Prakasa”)

Pertikaian antar saudara,
akan berlangsung selama 1 generasi saudara.

Pertikaian antar keluarga,
akan menimbulkan kebencian selama 2 generasi keluarga.

Pertikaian antar suku,
akan mewariskan dendam selama 3 generasi suku.

Pertikaian antar negara,
akan berakibat penderitaan bagi 4 generasi penduduk negara.

Tetapi pertikaian antar agama,
tidak akan pernah berhenti hingga 5 generasi umat di dunia.

Inilah Neraka yang yang diciptakan sendiri oleh manusia.


Sekali lagi saya menyaksikan bagaimana agama dijadikan sebagai alat permainan politik. Dan saya secara pribadi mengetuk seluruh mahluk, agar kiranya tidak mempergunakan agama sebagai alat permainan untuk mencapai kepentingannya. Terlalu besar, akibat dan dampak yang harus ditanggung oleh seluruh mahluk.

Sungguh suatu ironis di negara yang menjunjung tinggi KeTuhanan Yang Maha Esa, terjadi banyak pengeboman beberapa gereja tepat ketika para umat kristiani merayakan malam Natal yang kudus di tahun 2000. Dimana seharusnya kebaktian dan perayaan malam Natal merupakan perayaan yang sakral dan suci. Pada malam kudus ini, para para umat kristiani sangat bergembira untuk mengenang akan kelahiran Sang Juru Selamat Yesus Kristus di dunia.

Musibah Natal 2Kelabu bukan hanya dirasakan oleh umat kristiani, tetapi juga dirasakan oleh umat-umat beragama lainnya. Para umat lainnya merasa dijadikan kambing hitam dan difitnah, dan seluruh dunia memandang kita sebagai bangsa keji dan kejam. Hal ini membenarkan pribahasa yang ada bahwa “Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan.”.

Walau demikianh saya masih mempunyai keyakinan, bahwa Musibah Natal 2Kelabu ini tidak akan dapat mengadu dombakan antar umat beragama di Indonesia yang telah berlangsung sejak nenek moyang. Ketika bom-bom meledak disekitar gereja, saya menyaksikan sendiri bagaimana para umat beragama lainnya (khususnya umat Muslim), langsung turun tangan menjaga berlangsungnya perayaan malam Natal yang kudus ini. Inilah bukti akan nilai-nilai luhur yang sejak zaman nenek moyang, masih dimiliki oleh generasi sekarang, dan akan terus diwarisi kepada generasi-generasi berikutnya.

Saya menghimbau kepada para pemimpin, guru-guru besar, dan umat muslim yang memiliki umat dengan mayoritas terbesar untuk terus membantu umat beragama minoritas lainnya. Para umat mayoritas yang memiliki berkah kekuatan yang lebih besar dari Yang Maha Kuasa, benar-benar sangat diharapkan oleh para minoritas untuk memberikan bantuan dan perlindungan. Dan, saya menghimbau kepada para umat minoritas lainnya, untuk tidak terpancing oleh oknum-oknum yang ingin mengadu-domba.

Berabad-abad sebelumnya, nenek moyang bangsa Indonesia sudah menjunjung tinggi pentingnya toleransi beragama yang tinggi. Sementara dibelahan bumi lainnya, berbagai keributan dan peperangan terjadi diantara para umat satu dengan yang lainnya. Disini saya melihat dengan jelas akan nilai-nilai luhur yang sudah dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Dan saya juga melihat nilai-nilai luhur ini juga diwarisi turun temurun kepada generasi berikutnya.

Dari peningalan candi-candi Buddha dan candi-candi Hindu yang letaknya saling berdekatan, kita dapat melihat akan bukti-bukti nilai-nilai luhur akan toleransi beragama yang kuat di zaman nenek moyang. Dan nilai-nilai luhur ini terus dimiliki oleh generasi sekarang, terbukti saya melihat sendiri beberapa gereja dan mesjid yang letaknya tidak berjauhan bahkan ada yang saling bersebelahan. Walaupun tampak sangat sederhana, tetapi kenyataan ini merupakan suatu bukti akan bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai luhur toleransi beragama, dan ini yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lainnya.

Walau pada malam Natal ditahun 2000, Toleransi antar umat agama telah dinodai oleh oknum-oknum keji yang tidak bertanggung jawab. Saya masih mempercayai bahwa di bumi nusantara Indonesia ini, kerukunan umat beragama yang telah berabad-abad dijunjung tinggi oleh nenek moyang bangsa Indonesia, tidak akan hilang hanya karena perbuatan oknum-oknum yang mengadu domba demi kepentingan pribadinya.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat, mereka tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan. Semoga Yang Maha Esa, mengampuni ketidak tahuan mereka. Dan Semoga para korban dari kejadian pengeboman ini, diterima oleh Yang Maha Kuasa.

(quotefrm:http://www.goldenmother.org/)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Desember 2008 in BERITA, RENUNGAN

 

Tag: ,

One response to “Natal Yang Kelabu

  1. ELFRET W

    31 Desember 2008 at 3:55 pm

    Puji Tuhan Natal Tahun Ini Tra ada yang Bikin Kaco!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: