RSS

Tahun 2015 Indonesia Bisa Pecah menjadi 17 Negara

10 Des

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia pada 2015 diperkirakan bisa pecah menjadi sedikit-dikitnya 17 negara bagian, dan sebagai induknya, Negara Republik Jamali yang terdiri atas Jawa-Madura dan Bali, sebagai cermin imperium Majapahit zaman dulu.

“Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis 27 Desember 2007.

Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia dipecah menjadi enam negara merdeka, dan demikian juga Cekoslowakia.

“Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.

Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme.

Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto, “Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI”.

Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh nasional, seperti Djafar Assegaf itu, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia.

Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar Amerika Serikat/AS menguasai dunia”, yang digarap oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul di permukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Bina Sosial di Departemen Sosial, Prof DR Gunawan Sumodiningrat, yang mewakili Menteri Sosial (Mensos), Bachtiar Chamsyah, menyatakan bahwa ancaman perpecahan NKRI tersebut kini tampak nyata.

“Saya sendiri sampai saat ini merasa bingung, mengapa rakyat Indonesia dapat bersatu, padahal banyak perbedaan, di antara suku-suku yang ada,” katanya.

Perbedaan itu dapat disatukan, menurut dia, lantaran adanya Pancasila, di antara sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, kemudian dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka.

“Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4),” katanya.

Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi, ia mengusulkan, saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI.

Ia menilai, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.

Buku berjudul “Indonesia Pecah” yang terdiri atas 172 halaman, termasuk foto-foto, kata Gunawan, menarik untuk dibaca karena sedikit-dikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terancam pecah, seperti siklus sejarah tujuh abad atau 70 tahun.

Kemudian, tidak adanya figur atau tokoh pemersatu yang berperan menjadi Bapak Seluruh Bangsa, pertengkaran sesama anak bangsa yang terus terjadi, upata stategis dari konspoirasi global, dan adanya nama Indonesia yang bukan asli dari Nusantara.

“Semua itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada relevansinya dengan kejadian saat ini dimana banyak daerah ingin memisahkannya,” katanya menambahkan. (*)

(sumber http://www.antara.co.id/arc/2007/12/27/tahun-2015-indonesia-bisa-pecah/ )

ke 17 negara itu antara lain.
1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura

© 2008 sumber (www.topix.com/post-77493002)

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Desember 2008 in BERITA

 

Tag: , , , , , ,

9 responses to “Tahun 2015 Indonesia Bisa Pecah menjadi 17 Negara

  1. quin

    22 Januari 2009 at 11:59 am

    “Kemerdekaan ialah hak segala bangsa”. konsep penggalan klausa yang terdapat dlm UUD 1945 merupakan suatu propaganda yang menjadi landasan/pijakan dengan berbagai fenomena masyarakat yang majemuk cultur dan etnik yang mengangkat pola pikir awam dengan wacana idalis yang merupakan wujud kelepasan etnik yang disebut “bangsa”. perpecahan dalam negara2 bagian saya berpikir adalah suatu tindakan logis, apabila ditunjang dengan kesiapan (SDM dan SDA) dalam arti bahwa mereka (bangsa/negara) sudah siap. apa gunanya menjadi negara bagian kalau bangsa yang disebut masyarakat pribumi dijajah dengan idealisme, imprealisme modern. jangan membuat segala sesuatu dengan pikiran/praduga, tapi perlu ada hikmat…. Kemerdekaan dalam Tuhan adalah bagian Integritas sorgawi yang perlu kita sebagai anak-anak Tuhan cari dan terus bertahan dalam kepenuhan kemuliaan Allah. So…., apa yang dipikirkan manusia bukan menjadi pikiran Allah, dan rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. jangan terlalu idealis terbukti kamu dijajah, tetapi mari kita beriman kepada Allah yang hidup. God Bless U All.

     
  2. Marwan

    18 Januari 2009 at 11:39 am

    Apa jadinya gak makin cepet tuh disintegrasinya kalo jadi negara federal?

    Kalo negara kayak Australia tentu aja bisa federal. Lu mau ke negara bagian apa pun, bahasanya masih sama, budayanya masih sama. Yg beda palingan tim olahraga dan flora/fauna khas. Kalo di Indonesia, bahasanya dan budayanya emang beda. Kalo jadi federal, takutnya nanti Bhinekkanya jadi terlalu menonjol.

    ha ha ha ..bodoh

     
  3. Yosas

    18 Januari 2009 at 11:38 am

    kayaknya yg keliru itu aparatnya deh.. aparatur negaranya yg keblinger..
    jujur ajah …siapa yg ndak trenyuh kalo baca UUD 45 lengkap ama pasalnya..siapa yg gak tergugah hatinya kalo mendengar pancasila dibacakan..?

    yakin dah.. ndak ada msalah dgn NKRI ini..
    ya tapi ya td itu.. kenyataan di lapangan berbalik bener.. UUD 45 itu cuman impian dan sebatas harapan.. ndak ada pelaksanaanya secara lengkap..

    ketimbang pecah belah ndak jelas… masih ada langkah yg lebih aman resikonya bagi bangsa.. pilihlah aparatur negara yg jelas2 amanah thd pancasila ama uud 45 itu.. cuman siapa dan kapan..nah itulah seninya.. disitulah kesabaran manusia diuji..
    ironi emang kalo bahas negara sendiri..

     
  4. VAndermoon

    18 Januari 2009 at 11:37 am

    kalu pecah jadi 17 negara bagian itu hanya ketakutan sesaat dr agen2 comprador sj (kaki tangan mereka juga).yg jelas indonesia mulai skrng sdh berada dalam genggaman imperialism post-modern shgg tdk terara kalu smua sendi kehidupan sdh dikendalikan oleh Amrik& sekutunya.yg bakalan terjadi nanti ada negara dalam negara….

    apa kata dunia???

     
  5. William FX Yosafat Woworuntu

    18 Januari 2009 at 11:24 am

    Perpecahan di negara kita ini tidak dapat dipungkiri lagi memiliki kekuatan yang besar…

    lihat saja di jawa… mereka begitu terkesiam dengan perang antara Pemerintah Israel dan Hamas Palestin… sehingga merepa melupakan sesuatu yang seharusnya mereka perhatikan…. rasa toleransi antarumat beragama

    mereka begitu buta dengan perang itu dan dapat saudar2 lihat di media massa…. betapa mereka begitu bersemangat mengutuk hal tersebut…. sedangkan kejadian di manokwari dan sorong…. hanya dijadikan angin lalu….

    inikah rasa toleransi antar warga negara?? tanya kenapa???

     
  6. yeamo

    15 Januari 2009 at 3:15 pm

    Apalah artinya memuja – muja cita – cita kemerdekaan itu namun tidak memberikan solusi pada masalah bangsa. yang menjadi korbannya masyarakat. aplah artinya sebuah negara merdeka dan rakyat jadi korban. Apa salahnya jika suatu negara yang luas ini terlepas agar beban pemerintah berkurang untuk mempu menyelesaikan sebagian masalah. Biarkan mereka yang mau merdeka biarkan mereka lepas untuk bebas dari tekanan dan penderitaan mereka. biarkan mereka bebas pilih.

     
  7. bantumi

    3 Januari 2009 at 1:28 pm

    saya memiliki sebuah PMK di ATW. Saya akan segera membuat blog hari ini juga.
    Bagaimana kalau kita saling bertukar link untuk mempererat persatuan PMK antar kampus. Anda bisa menghubungi saya di

    christianyohanes73@yahoo.co.id

    terima kasih

     
  8. Respati

    16 Desember 2008 at 12:54 am

    Semoga saja tidak… sebab negara ini ada karena perjuangan dari para pahlawan yang rela untuk mempertaruhkan jiwa raganya demi kesatuan NKRI.
    dan jika wacana ini ada, ini artinya kita menyia-nyiakan apa yang dituju oleh mereka yakni kebebasan yang utuh dalam menjalani hidup kita sebagai masyarakat dunia yang tidak dijajah oleh negara lain,.. andaikan saja mereka tidak berjuang, pasyilah kita masih tetep terjajah oleh negara barat (belanda, dan inggris,)

     
  9. Bali Web Design

    11 Desember 2008 at 12:44 am

    Semoga hal ini tidak terjadi jika tidak ada pemikiran dan sikap fanatisme, radikalisme dan gerakan fundamenlisme yang mengerdilakan kelompok kecil. saya berharap indonesia ini tetap bersatu tanpa memandang siapa siapa dia siapa saya, dari mana dia sdan darimana saya. Hilangkan sikap seperti tesebut di atas.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: