RSS

Genosida Di Tanah Papua menurut Demografi

05 Des

Sampai Tahun 2030 (Masa berlaku Otsus) Orang Papua sudah Punah dari Bumi Cenderawasih!

by Elizabeth Kendal

AUSTRALIA — Jika kecederungan demokrasi berlanjut, Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya) akan menjadi mayoritas orang Indonesia (Kebanyakan orang Jawa) Muslim pada tahun 2011, dan orang asli Melanesia yang umumnya orang Papua Kristen Protestan akan turun menjadi 15 persen minoritas pada 2030. Demikian prakiraan dalam sebuah konferensi di University of Sydney (NSW, Australia) oleh Ilmuwan Politik Dr. Jim Elsmlie dari Proyek papua Barat, berbasis di University of Sydney Centre for Peace and Conflict Studies (CPACS).

Dr Elmslie juga mencatat, akan tetapi barangkali bisa terbukti optimistik karena ia tidak mempertimbangkan eskalasi tingkat infeksi HIV-AIDS di anara orang Papua atau pertumbuhan penduduk mereka yang semakin turun. Dengan kata lain, pemusnahan orang Papua kemungkinan akan terjadi lebih cepat daripada yang disarankan kecenderungan demografik.

(Catat: Tentara Indonesia memperkenalkan AIDS ke dalam populasi Papua dengan membawa datang perempuan sundal Jawa yang sudah terkena  AIDS di tempat-tempat yang mereka dirikan di kampung-kampung orang Papua dan sering digunakan sebagai nilai tukar).

Isu penurunan populasi pertumbuhan penduduk Papua menjamin investigasi  dan kemungkinan akan menjadi subyek dari WEA RLC News & Analysis diposkan awal tahun 2008. Berbagai sumber menekankan Indonesia sedang  menargetkan program Keluarga Berencana yang dibiayai PBB untuk penduduk Papua, khususnya di daerah sensitiv seperti wilayah sekitar penambangan Freeport dan daerah lainnya yang dipakai untuk pembersihan  (red- maksudnya seperti penebangan pohon, penanaman kelapa sawit) dan pembangunan.

Menurut Dr. Elsmslie, orang Papua pegunungan yang banyak terkena penyakit gonorrhead (red – sering disebut GO) sedang diobati oleh klinik-klinik KB yang dibiayai PBB — tetapi bukan untuk GO. Mereka malahan disuntikkan dengan kontrasepsi yang berlaku dalam jangka waktu panjang (-red artinya perempuan yang disuntik KB di pedalaman Papua Barat tidak mungkin dapat anak, kemungkinan besar mandul seumur hidup).

Sebagaimana dikatakan  Dr Elmslie, hal ini menunjukkan kemungkinan mengapa terjadi tingkat 1.6 persen pertumbuhan penduduk bagi orang Papua Melanesia di Papua Barat, yang begitu lebih rendah daripada pertumbuhan penduduk Melanesia di sebelah perbatasan mereka di Papua New Guinea (PNG). (Sementara itu, tingkat pertumbuhan penduduk non-Papua di Papua Barat setinggi 10.5 persen).

Di pegunungan Papua Barat, di mana pelayanan kesehatan ibu dan keluarga serta obat-obatan hampir tidak ada, begitu tragis bahwa PBB justru memfokuskan dirinya pada usaha mengontrol dan membatasi (red-penduduk dan kelahiran) daripada melayani dan memelihara kepada kemanusiaan. Dan tentu, tidak begitu sulit membayangkan betapa program seperti ini dapat dieksploitir (red- maksudnya oleh tangan-tangan jahil untuk membunuh orang Papua pegunungan).

Sementara itu, isu genosida dari orang Papua yang umumnya orang Kristen itu harus menjadi isu mendesak untuk Gereja. Pemerintah A.S., Inggris dan Australia, juga negara lain dan badan-badan seperti PBB, punya kepentingan geopolitik dan ekonomi yang menarik mereka sehingga mereka lebih suka keapda status quo, tanpa perduli atas konsekuensi-konsekuensi yang ada. Oleh tindakan mereka dan ketiadaan tindakan mereka itu mereka termasuk bertanggungjawab dan menemukan kebenaran dan ketidak-moralan seputar penghianatan dan genosida dari orang Kristen merupakan sebuah kebenaran yang tidak menyenangkan.

Gereja harus bertindak dengan menjadikan orang Papua sebagai prioritas dalam doa mereka dan prioritas advokasi sehingga orang Papua (seperti orang Sudan Selatan dan Asiria di Irak) menjadi isu politik domestik yang tidak dapat diabaikan. Indonesia harus menghargai status Otonomi Khusus Papua, dan kolonisasi agresiv, militerisasi dan Islamisasi harus berakhir.***
_________________________________________
Sumber: CNT.com
Edisi: Dec 27, 2007 – 6:16:03 AM
Penerjemah: SPMNews

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2008 in BERITA, REFERENSI

 

Tag: , ,

2 responses to “Genosida Di Tanah Papua menurut Demografi

  1. neoa kbarek

    30 Agustus 2009 at 4:52 pm

    Pemerintah tutup mata dengan masalah Ini…!!!

     
  2. Meidira McGraw

    30 Agustus 2009 at 4:50 pm

    Banyak Bukti yang dapat membuka mata orang terhadap genocide di Papua namun ada oknum terkait yang tidak ingin kejadian dipapua diexpose secara international. itulah funsi dari kalian kids of Papuan, bersuara menyampaikan kebenaran.

    May Lord With Us

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: