RSS

KRISTEN RAJAWALI

24 Nov

Rajawali adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sangat indah.
Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak
dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya. Seekor rajawali dewasa memiliki
tinggi
badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 m. Ia membangun sarangnya
di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat
tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.

Dengan berdasarkan firman Tuhan, kita akan melihat mengenai beberapa hal yang
dapat kita pelajari dari burung rajawali ini, baik itu menyangkut keTuhanan
maupun kehidupan kekristenan kita. Semoga pengetahuan
singkat ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.


PELAJARAN I : SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK
TERBANG

Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah bayi
rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai
oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan
tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di dalam
sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk
bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan.
Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung
berulang-ulang dalam hidupnya.

Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini
tebang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memeperhatikan anaknya yang
ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar
beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju
sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangkannya. Kemudian ia
merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara
tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha
terbang , tapi gagal. Beberapa saat jatuh melayang ke bawah mendekati batu-batu
karang, induk rajawali ini dengan cepat meraih anaknya kembali dan dibawa
terbang tinggi. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini
dilakukan berulang-ulang, setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu
anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya
terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai
bisa terbang.

Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di
dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan
makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka “makanan
rohani” kedalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan
“tidur” lagi, tanpa melakukan firman Tuhan dan hidup tidak berubah.
Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita merasakan
“lapar” dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke
gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus
berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita. Sampai
suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang digoncangkan
dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mulai
menyalahkan Tuhan,”Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!….”

Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti
Bapa di surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi, agar kita bisa
siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia
tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak
pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini : setiap pencobaan
datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh
tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya
untuk diangkat kembali.

Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa.
Mulailah membuka Alkitab dan membaca firman Tuhan. Kemudian kita akan menyadari
bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan
kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika
kita tetap berdiri pada kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi ?
Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita! Kita sedang belajar terbang !
Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang
kita alami.

Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya,
Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmanNya dan mempergunakan iman kita.


PELAJARAN 2 : RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT
TINGGI

Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di
tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari
jangkauan para pemburu.

Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas, akan menjadi
burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di
dalam ‘penjara’dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini
dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).

Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk terbang dan selalu berada di tempat yang
tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari kontrol dunia. Jika
orang kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan
menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.


PELAJARAN 3 : RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG

Rajawali tidak terbang (Fly) seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka
terbang dengan mengepak-kepakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang
dilakukan rajawali ialah melayang (Soar) dengan anggun, membuka lebar-lebar
kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Yang
membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk
meluncur terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca keadaan
angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong
terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan
menggunakan kekuatan angin itu.

Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari Roh
Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya
mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali
kita ‘terbang’ dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak
kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar dari rajawali,
kita mau untuk ‘terbang’ melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus.

Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering
menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah
media yang tepat untuk belajar menguatkan sayapnya. Dia terbang
menembus badai itu, melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat
lagi. Orang ‘Kristen Rajawali’ seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi
berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk
mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap
iman kita.


PELAJARAN 4 : RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN

Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor
rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam
disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu.
Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama
kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan
setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat
proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh,
dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup
hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.

Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus
untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak
berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan.
Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang
tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat.
Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.


PELAJARAN 5 : RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI
MANUSIA

Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat yang
sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar matahari.
Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan
rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya .

Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah
tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga mencari
Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga merupakan
sumber kesembuhan bagi segala macam ‘penyakit’ ?


PELAJARAN 6 : SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI

Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke
tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua
sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari, lalu….mati.

Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap
tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di dalam
kehidupan kekal.

Jadilah KRISTEN RAJAWALI

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2008 in TENTANG ALKITAB

 

Tag: , ,

One response to “KRISTEN RAJAWALI

  1. ELFRET W

    24 November 2008 at 3:41 pm

    trima kasih atas infonya Tuhan berkati

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: