RSS

Arsip Kategori: TENTANG ALKITAB

PANDANGAN PAULUS TENTANG PERJAMUAN

Pengajaran Paulus mengenai Perjamuan Kudus dimaksudkan untuk meningkatkan makna perjamuan itu dengan mengaitkannya pada maksud penyelamatan Allah. Paulus juga menguraikan makna lebih dalam dari perjamuan itu sebagai persekutuan ( koinonia ) dengan Tuhan dalam kematian dan kebangkitan-Nya yang ditunjukkan dalam roti dan anggur. Surat 1 Korintus adalah salah satu dari tujuh surat Paulus yang membahas tentang Read the rest of this entry »

 

Tag: , , , , , ,

RESIKO PACARAN (PUTUS CINTA & PATAH HATI)

:: PMK uncen :: Salah satu risiko pacaran adalah putus cinta seperti yang Anda alami. Apalagi jika sudah berpacaran lama dan cinta telanjur mendalam. Namun dibalik semua ini kami percaya Tuhan tidak meninggal¬kan Anda. Ia ada di dekat Anda untuk me¬nolong. Ia rindu menguatkan dan menghibur Anda. Mazmur 34:19 berkata:”TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Kita semua tentunya pernah meng¬alam¬i sakit hati. Pada saat seperti ini janganlah Anda bertanya: di mana Tuhan. Mengapa Ia biarkan Anda sendiri? Ia ada di dekat Anda. Ia sangat terikat dengan firman-Nya! Sapalah Ia. Berbicaralah dengan-Nya. Cobalah untuk mengobati luka hati Anda dengan:

1. Bersyukur atas apa yang telah terjadi.

Ingatlah bahwa Ia mengetahui semua yang Anda alami. Walaupun saat ini Anda sulit mengucap syukur, berusahalah melakukannya. Semua jalan manusia lurus dalam pandangannya sendiri. Namun Allah tahu apa yang ada di balik tikungan jalan kita. Percayalah bahwa apa yang terjadi adalah seizin Dia! Kita hanya melihat satu langkah di depan, Allah melihat sejuta lang¬¬kah di depan kita. Teruslah berkata bahwa Ia tahu what’s best for me! Salah satu tanda kedewasaan hidup rohani adalah bila Anda dapat belajar mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini.

2. Relakan kepergiannya.

Ini adalah cara paling cepat untuk menyembuhkan luka hati. Berdoalah agar ia bahagia dan diberkati baik secara jasmani maupun rohani! Mungkin pada awalnya sulit karena ada pertentangan batin. Namun teruskan untuk mendoakan dia. Berdoalah juga untuk diri sendiri. Katakan kepada Tuhan bahwa Anda telah merelakan dia pergi. Sesudah itu perintahkan hati dan pikiran Anda untuk merelakan kepergiannya. Dengan begitu proses kesembuhan akan segera bekerja dalam diri Anda. Mengapa? Karena sebenarnya Anda sedang belajar mengampuni. Tuhan pasti senang dengan hal ini dan akan menyembuhkan luka batin Anda.

3. Bersyukurlah karena ini terjadi saat Anda masih pacaran.

bayangkan jika setelah Anda menikah dengannya, tiba-tiba ia pergi membawa seluruh pakaiannya dan hanya meninggalkan sepucuk surat singkat permohonan maaf karena telah meninggalkan Anda! ¬Itulah sebabnya kami mendorong Anda untuk meyakinkan diri, lebih baik ini terjadi sekarang daripada nanti! Anda juga harus merasa beruntung karena telah mengenal kualitas cintanya saat ini, dibanding baru tahu belakangan! Jadi, percayalah bahwa Allah sedang melakukan yang terbaik dalam hidup Anda. Kami mempunyai satu prinsip penting tentang hidup: Allahlah yang mengatur dan me¬ngontrol kapan manusia lahir, dengan siapa ia menikah dan kapan ia mati. Setiap orang yang takut akan Tuhan pasti mengalami tangan kasih Allah dalam hal ini.

4. Berjalanlah dengan iman.

Tuhan pasti akan memberi seseorang yang terbaik kepada Anda. Ini mungkin terjadi karena dulu Anda langsung pacaran tanpa bertanya pada Tuhan. Bisa juga karena karakter Anda belum terbentuk. Tenang saja! Percayalah bahwa Tuhan pasti telah menetapkan seorang yang spesial dan tepat bagi Anda. Jalani lagi hidup dengan baik. Be good at whatever things you do! Saat Anda menemukan pasangan yang tepat, maka Anda dengan sangat bersukacita akan berkata, “Thank’s a lot God! You’re Great!” Ingat apa yang Ia janjikan dalam firman-Nya, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia” (Rm. 8:28)

Bagaimana Mengobati Patah Hati?

Sulit dipercaya saat Anda harus berpisah dengan pria impian Anda atau wanita yang sempurna. Tanpanya, Anda merasa tidak ada lagi kebahagiaan dalam hidup Anda. Saat itu luka yang timbul nampaknya hampir tak tertahankan. Sungguh tak tertahankan sampai-sampai ada orang yang mengatakan seseorang bisa mati karena patah hati.
Saya bukanlah dokter, tapi saya sangat yakin bahwa hal ini tidak mungkin terjadi (setidaknya 99,5%). Pada kenyataannya, saya tidak tahu seberapa banyak orang yang meninggal karena penyakit jantung, dan setiap orang yang saya kenal, termasuk diri saya sendiri, setidaknya memunyai satu episode di mana dia merasakan rasa sakit dalam menjalani hidupnya. Percaya atau tidak, mereka yang bisa bertahan, bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari yang pernah mereka pikirkan sebelumnya.
Jadi, sebenarnya apa kunci untuk mengobati patah hati dengan cepat? Kuncinya adalah pil ajaib! Benar, pil ajaib. Pil ini melepaskan hormon-hormon tertentu dalam otak Anda yang menimbulkan luka hati. Apakah Anda ingin membelinya? Bila Anda ingin membelinya, saya rasa Anda benar-benar perlu ditolong. Tetapi kadang-kadang kebenaran itu memang menyakitkan — tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menyembuhkan luka hati dengan cepat. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan untuk memulihkannya, yaitu waktu, keluarga, teman-teman, dan di atas semuanya itu adalah Yesus (dan juga sedikit coklat).

1.Waktu.

Pernahkan Anda mendengar ungkapan, “Waktu menyembuhkan semua luka?” Percaya atau tidak, ungkapan ini benar. Waktu bisa menyembuhkan luka, penyakit, penolakan, dan bahkan penyakit jantung. Berikan waktu untuk diri Anda sendiri, maka luka akan berkurang. Seiring dengan berjalannya hari, rasa tidak ada harapan itu sedikit demi sedikit akan berkurang dan Anda akan lebih optimis terhadap masa depan. Percayalah, saya sudah pernah mengalami ini.

2. Keluarga.

Keluarga yang telah Tuhan berikan kepada Anda adalah suatu anugerah (dan bagi beberapa orang, merupakan anugerah yang tersamar). Mereka selalu ada di samping Anda dan saat seseorang melukai Anda, sudah pasti orang itu menjadi musuh Anda! Keluarga memang luar biasa, meskipun Anda tahu bahwa Andalah yang salah, di mata keluarga Anda, “orang lain”lah yang selalu disalahkan. Anda tidak akan menemukan dukungan yang seperti ini dari orang lain, bahkan dari teman Anda, karena teman-teman cenderung melihat segala sesuatunya secara objektif (siapa yang benar, itu yang diikuti), sedangkan keluarga sangat mengasihi Anda, mereka tidak melihat kesalahan yang telah Anda lakukan. Oleh sebab itulah mereka selalu melindungi Anda. Bahkan kadang-kadang saat Anda tidak mengharapkannya sekalipun.

3 .Teman-teman.

Seorang sahabat baik adalah suatu aset yang sangat berarti, khususnya di saat-saat yang sulit. Sahabat bisa membuat Anda tertawa dan melupakan saat-saat yang membuat Anda terluka, bahkan saat Anda merasa seperti berkubang dalam pengasihan diri sendiri. Tuhan telah memberi Anda teman-teman sebagai anugerah dengan tujuan untuk membuat Anda merasa ada yang memiliki, bahwa Anda diperlukan. Sehingga Anda tidak dikurung oleh rasa putus asa yang membatasi Anda untuk melakukan sesuatu. Anda bisa mendapatkan penghiburan dan hal-hal yang jenaka dari teman-teman Anda, yang kemudian bisa membalut hati Anda yang sedang terluka.

4. Yesus.

Dari semuanya itu, yang bisa menyembuhkan luka yang Anda alami karena patah hati adalah doa. Yesus selalu ada meskipun Anda tidak memiliki keluarga atau teman-teman yang bisa membuat Anda tenang. Yesus adalah keluarga dan teman Anda. Dia yang menenangkan Anda saat Anda menghadapi masalah dan Dia selalu ada untuk Anda kapan saja. Doa yang terus dipanjatkan kepada-Nya supaya Dia memimpin Anda melalui masa sulit ini akan menguatkan Anda, tidak hanya secara emosi, tetapi juga rohani.

” BELAJAR UNTUK MENGAKUI ADANYA KENYATAAN HIDUP ”

 
17 Komentar

Posted by pada 20 Agustus 2009 in CUCI OTAK, KARYA TULIS, REFERENSI, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , , ,

Rancangan

Ayat renungan :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan , yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan Kepada mu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29 11)

Saya seseorang yang punya background keluarga pas-pasan. Keluarga saya tidak punya biaya untuk mengkuliahkan saya. Tetapi yang bisa saya lakukan adalah kursus drum ke Jakarta. Itupun berkat Tuhan melalui saudara saya tetapi hal ini tidak membuat saya minder dan putus asa. Tanggapan orang berkata mana mungkin bisa hidup di musik? Tetapi saya tidak menghiraukan pendapat itu, “ jangan kuatir tentang apa yang kita pakai atau makan dan minum, saya tetap memegang janji Tuhan saya tidak kuatir sedikit pun, akhirnya Tuhan memberikan pekerjaan 1 minggu kemudian di kota Jakarta. Hal ini adalah hal yang tidak saya pikirkan ternyata Tuhan sediakan. Tuhan membutuhkan iman yang pertamanya saja, dalam hal ini saya melangkah untuk pergi ke Jakarta, sisanya biar Tuhan yang bekerja

Apa yang tidak terpikir oleh hati manusia, Tuhan lakukan buat orang yang mengasihi Dia, percayakan hidup anda kepada Tuhan, Tuhan sekali-kali tidak pernah mengecewakan mu. Apapun yang kamu gumulkan taruh dibawah kaki-Nya, Tuhan pasti menjawab kebutuhan mu tepat pada waktu-Nya. Bless you (fresh. . . . days)

By Bid Doa

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 14 Juni 2009 in RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , ,

KERJA MEMBENTUK KARAKTER (2 Tesalonika 3:6-12)

Alkitab memberi kita contoh berbagai macam porsi seperti Abraham sebagai pengusaha, Yusuf sebagai kepala pelayan Perdana Mentri mesir, Samuel sebagai Hakim, Daud sebagai Gembala dan Raja, Petrus sebagai Nelayan, Lidia sebagai Pedagang dan lain sebagainya. Allah menginginkan setiap orang menemukan keahliannya dan bekerja dengan baik.
Mengapa Allah ingin kita bekerja? Salah satu manfaat dari bekerja adalah membangun karakter kita, tatakala kita rajin bekerja tanpa kita sadari sesungguhnya pekerjaan itu sedang mempertajam kerajinan, ketelitian cara berpikir, rasa percaya diri dan keahlian kita, jadi kita bekerja bukan semata-mata untuk memperoleh upah, tetapi kita terbentuk sebagai pribadi yang memiliki karakter Ilahi, lalu karakter apa yang kita miliki ketika kita bekerja?

1 Tanggung jawab
Ketika seseorang bekerja sesungguhnya ia telah membangun tanggung jawab dalam dirinya, rasul Paulus bekerja sebagai tukang, tanda memenuhi tanggung jawabnya sendiri, Tuhan dan Jemaat (2 Tesalonika 3:7-8) jika kita malas bekerja kita belajar dari semut yang bertanggungjawab terhadap koloninya atau burung yang dari pagi buta bekerja tanpa henti mencari makanan untuk anak-anaknya ( Amsal 6:6-8)

2 Kejujuran
Tempat kerja adalah wadah yang cocok bagi kita untuk melatih kejujuran.

3 Penundukan diri
Di tempat kerja kita belajar untuk selalu menghormati atasan kita

4 Hati yang tulus
Ditempat kerja kita harus belajar untuk mengasihi rekan kerja dan tidak pernah berpikir untuk menjatuhkan siapapun dengan maksud mencari muka (Amsal 30:10)

Akhir kata : “Allah menginginkan kita menjadi seorang pekerja keras sebagaimana Dia adalah pekerja keras.”

 
2 Komentar

Posted by pada 3 Juni 2009 in RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , , ,

Siapa yang berada di kayu salib ?

Aku harus berhati-hati untuk tidak membiarkan pelayananku bagi Kristus menjadi penghormatan diri sendiri apakah aku menikmati berkhotbah karena aku untuk sesaat menjadi pusat perhatian? apakah aku senang mengajar karena aku bisa menguasai teman- teman yang lain ? apakah aku membawa orang lain terhadap Kristus karena itu memperkuat egoku?
Aku menyadari betapa tidak kentaranya nafsu-nafsu pribadiku itu. tidak peduli tersembunyi didalam pakaian keagamaan sekalipun asalkan nafsu-nafsu itu bisa bertahan hidup. Pokok persoalannya adalah : siapa yang berada di atas salib dan siapa di atas takhta? Pertukaran tempat yang terbesar telah terjadi ; Kristus yang dahulu berada di kayu salib dan sekarang berada diatas takhta . dahulu nafsu-nafsu pribadiku berada di atas takhta hidupku, sekarang semua itu harus dipakukan di kayu salib. Jika aku menukar kedua hal itu dan memutar balikkan sejarah, aku berada di dalam kesulitan!
Nafsu pribadiku yang besar dan berlangsung terus-menerus adalah lari dari salib dan meyelinap diatas takhta .sering kali aku memandang salib tempat nafsu pribadiku tergantung dan berkata ”bereslah, nafsu jahat itu telah disalibkan untuk selama-lamanya!” namun yang terlihat adalah salib yang kosong, sebab nafsu pribadiku telah melarikan diri dari salib dan sedang menuntut penghargaan.
Menyalibkan nafsu jahat bukanlah suatu penyangkalan yang berkata ”aku telah mati”, melainkan ”Aku telah… Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan kristus yang hidup di dalam aku ” (Gal. 2:19-20). Bahkan kekristenan berkata bahwa sebelum aku dapat hidup untuk Kristus, aku harus mati. itu bukan berarti pribadiku sendiri yang mati, melainkan kecendrunganku untuk menonjolkan atau mengilahikan diri. Yesus tidak menganggap”kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Flp 2:6). Bila Yesus menolak mempertahankan keilahian-Nya, apalagi aku, orang berdosa, harus menolak untuk mengilahikan diriku! yang jelas ialah nafsu pribadiku tidak disalib sekali untuk selamanya, tetapi setiap hari harus disalibkan. Nyanyian paling indah yang dinyanyikan murid sejati Kristus terdapat dalam Galatia 2:19-20, ”aku telah disalibkan dengan kristus … melainkan Kristus … yang hidup di dalam aku ”. setelah kematian datang kehidupan , dan setelah penyaliban datang kemenangan.

Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa (Roma 6:6)

selamat paskah !!!

Bidang Humas Dan Warta PMK uncen

 
1 Komentar

Posted by pada 29 April 2009 in RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , ,

TEOLOGI PERJANJIAN BARU**

Bab 1 KERAJAAN ALLAH DAN PELAYANAN YESUS

Pada kitab Injil-Injil tertua, sesudah menceritakan tugas Yohanes Pembaptis, Markus terus berkata tentang bagaimana Yesus masuk ke Galilea memberitakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat (tiba)”. Jika di baca terus, cerita yang di bentangkan mengenai seseorang Yesus dari Nasaret, yang menamakan diri-Nya “Anak Manusia”. sesudah di Baptis oleh Yohanes. Yesus terus berkhotbah, mengajar, dan menyembuhkan. Pertama-tama di rumah ibadat, kemudian di tepi danau Galilea sampai Ia mendapat nama yang begitu tenar. Sehingga para pengikutnya ingin menculik Dia untuk menobatkan Dia sebagai Raja. Yesus mengundurkan diri dari Galilea menuju tapal batas barat –laut Palestina .sekembalinya dari Kaiserea Filipi , Ia berbicara secara diam-diam kepada murid-murid-Nya mengenai Anak Manusia, tentang Kematian dan Kebangkitan.
Ada beberapa hal yang diabaikan dalam Markus dan karena diabaikan berita itu tidak dimengerti;
Tentang pembaptisan Yesus, suara dari surga yang mengatakan kepada Yesus ketika Ia keluar dari air: ”Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah aku berkenan” pada waktu Yesus dibaptis, disadarkan bahwa Ia dipanggil Allah untuk menjadi Mesias-Hamba dengan Roh (kuasa) Allah yang turun ke atas-Nya. Ia telah lahir menderita menderita, lahir untuk menjadi Raja.
Kata yang dipakai Yesus untuk membuka masa pelayanan-Nya di galilea:”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dakat (tiba)”. Ini suatu proklamasi bahwa manusia hidup dalam suatu masa yang sangat unik dalam sejarah dan bahwa ”Allah telah memulai memerintah” suatu masa baru dalam sejarah pergaulan-Nya dengan manusia.
Dalam pelayanan Yesus di Galilea yang dianggap sebagai masa pengajaraan dan pemberitaan yang tenang, kemudian Yesus ke Yudea, ketika Ia menuju salib-masa sengsara-Nya (pasiion) yang juga dapat disebut sebagai masa pekerjaan-Nya(action). tetapi masa mula-mula ini salah kita diartikan kalau hanya digambarkan sebagai kehidupan desa yang tentram bahwa hikmat Sang guru yang tenang-tenang itu berpandanan dengan bunga-bunga dan burung-burung Galilea. tetapi in memperlihatkan kepada kita bahwa kerajaan Allah berada dalam perang dengan kerajaan kejahatan , dan Yesus sebagai pemimin serangan. rasul yohanes menansirkan demikian; untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan iblis itu (1 Yoh 3:8).
Pelayanan Yesus di Kaiserea Filipi, bahwa Yesus menekankan Anak Manusia harus menderita, lalu mati, sebelum Ia menang. dari kata ini disimpulkan ”pertempuran terakhir antara kerajaan Allah dan kerajaan kejahatan haruslah dimulai dan pertempuran itu akan meliputi kematian Mesias Allah”
Pelayanan Yesus di Yerusalem, ke minggu terakhir, perjamuan malam. jika kesempatan itu adalah makan malam (perumpamaan lambang Kerajaan Allah, Luk 14:16-24) dengan memisahkan roti dan anggur, kepada murid-murid-Nya bahwa suatu jaminan Kerajaan Allah akan segera datang ’dengan kuasa’ melalui pengorbanan-Nya. Ia berkata: ”Aku menjanjikan kepada kamu suatu bagian dalam Kerajaan Allah yang akan segera tiba dengan kuasa oleh kematian Mesias-Hamba.”
Arti dari pelayanan Mesianis Yesus adalah satu dan sama. Yesus yakin bahwa Kerajaan Allah hadir di dalam diri-Nya dan pelayanan-Nya sendiri – hadir dalam sebuah “misteri” (Mrk 4:11),memang, tetapi yang hadir itu bukan secara kurang riil dan dinamis. Yesus mengerti juga bahwa pelayanan-Nya sebagai Mesias- dan sungai Yordan sampai ke Golgota- sebagai penggenapan nubuat-nubuat tentang Hamba Tuhan.
Tanpa Teologi riwayat Yesus tidak berarti, terutama eskatologi di dalamnya. anak kunci teologi kebanyakan di dalam perjanjian Lama, terutama dalam nyanyian-nyanyian Hamba Tuhan Yesaya dan dalam kitab Daniel fasal 7.

Bab 2 INJIL KERAJAAN ALLAH

1. Kerajaan Allah Ada di Dalam Pelayanan Yesus
Perumpamaan mengenai seorang penabur , yang menggambarkan suatu ladang tuaian yang sudah matang untuk dituiai, menyatakan: Allah sudah membuat segala sesuatu permulaan. Walaupun banyak kegagalan-kegagalan, akhirnya Kerajaan Allah itu tiba. Perumpamaan tentang ragi di dalam adonan, demikianlah pemerintahan Allah sedang bekerja ditengah-tengah kamu. perumpamaan mengenai jala menjelaskan; ”seperti jala, pemerintahan Allah mengumpulkan dan menyaring berbagai dan berjenis-jenis orang ”. Jadi kerajaan Allah pertama-tama adalah ”banih Allah” bukan ”perbuatan manusia”. Adalah Allah yang memerintah dan menebus. adalah pemerintahan-Nya yang nyata-nyata belaku dalam urusan manusia. adalah Allah yang mengunjungi dan menebus umat-Nya pada waktu dulu.
Ada beberapa perikop yang mengatakan tentang kerajaan Allah, ”jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Alla sudah datang kepadamu (Luk 11:20, Q), Kerajaan Allah ada diantara kamu (Luk 17:21 L), pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacursedang mendahului kamu masuk kedalam Kerajaan Allah” (Mat 21:31 M).

2. Raja Dalam Kerajaan Itu Adalah Seorang Bapa
Raja dalam Kerajaan Yesus adalah seorang Bapa-Abba yang kepada-Nya Ia selalu berdoa, Bapa yang kepada-Nya murid-Nya berdoa memohon kedatangan kerajaan itu. sama seperti ke-Mesias-an Yesus, inilah juga suatu rahasia yang dibukakan kepada murid-murid itu, karena hal ini adalah kenyataan utama dalam hidup-Nya dan karena Ia mengetahui bahwa Ia adalah perantara di dalam ke-Bapa-an Allah itu. Barulah dengan kedatangan Roh Kudus rahasia Yesus tentang Bapa itu menjadi suatu rahasia terbuka.

3. Kerajaan Allah Berarti Ada Isreal Yang Baru
Dengan perantara roti dan anggur Yesus membagikan kepada murid-murid-Nya. Yesus memberi bagian dalam Perjanjian Baru yang akan di mulai dengan kematian-Nya. Dulu di Gunung Sinai Allah telah melantik orang-orang Ibrani menjadi suatu umat Allah dengan jalan membuat suatu Perjanjian dengan mereka Perjanjian Baru memuat penciptaan suatu umat Allah yang baru.
Di sekeliling meja perjamuan pada malam itu duduklah keduabelas murid sebagai inti Israel Baru. tidak ada komentar mengenai Ekklesia dalam injil Matius (16:18 dan 18;17). kesimpulannya: Kerajaan Allah mengandung penciptaan Israel Yang Baru.

4. Kerajaan Allah Mengandung Pola Hidup Yang Baru
Ucapan – ucapan bahagia yang ada pada permulaan Khotbah di Bukit yang merupakan intisari nya. Ucapan – ucapan itu bersifat eskatologi dan Mesianis ”Nubuat-nubuat telah digenapi”, ucapan bahagia itu adalah etik kasih karunia. Kasih, sebagaimana diartikan Yesus dalam perkataan dan perumpamaan berarti”mengindahkan” ( menaruh perhatian terhadap) – mengindahkan, secara praktis dan tabah, mengindahkan semua orang yang kita jumpai di dalam kehidupan kita, bukan hanya kepada orang yang layak dan berjasa, melainkan semua orang yang memerlukan bantuan kita, bahkan musuh-musuh. Kata Yesus, segala perintah dan yang lain sudah digenapi (Mrk 12-29:23). Kasih itu merupakan kunci induk (master key) bagi kesusilaan Allah.

5. Kerajaan Itu Dipusatkan Kepada Kristus
Parhatikanlah, beberapa perumpaman-perumpamaan ucapan-ucapan Yesus selalu ada di latarbelakang. Jika Ia berkata”berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5:4), maka seolah-olah Ia mengatakan”Ya, Aku akan menjadi penghibur mereka” (penghibur adalah salah satu nama Mesias). Berikutnya, perumpamaan tentang domba yang hilang (Luk, 15:4-7, Mat 18:12-14), maka seolah-menyelamatkan yang hilang” (bnd Luk 19:10). Kemudian di dalam (Mrk 12:1-9) berbicara tentang diri-Nya sebagai ”Anak Yang Tunggal” tuan kebun anggur, Ia dapat mengajukan pertanyaan yang mengagungkan itu”semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa dan tidak seorang pun mengenal apa selain Anak. Dan orang yang kepada-Nya Anak itu Berkenan menyatakannya” Apabila suatu perumpamaan berbicara tentang Kerajaan, maka Yesus tersembunyi dibalik istilah ’Kerajaan’ itu, sebagai ’isinya yang rahasia’. Pendeknya, ucapan-ucapan bahagia dan perumpamaan-perumpamaan bukan hanya dimuati rahasia tentang Kerajaan melainkan juga rahasia tentang Yesus. Dan kedua rahasia ini pada dasarnya adalah satu.

6. Kerajaan Itu Melibatkan Salib
Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea dengan maklumat, ”pemerintahan Allah telah dimuai” menjelang akhir pelayanan-Nya itu, katan-Nya”Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang ”karena Yesus sendiri adalah pembawa berita kerajaan itu maupun Anak Manusia”, Anak manusia harus menanggung banyak penderitaan” (Mrk 8:31) yang harus mati. Maka Ia adalah pribadi-Nya sendiri mengemukakan masalah Kerajaan dan Salib.
7. Sekalipun Kerajaan Sudah Datang, Namun Masih Akan Disempurnakan
Sebagaimana di tafsirkan Yesus sendiri, seluruh jalan hidup-Nya di bumi ini adalah krisis bahwa kerajaan Allah sudah lama dinantikan telah datang atas manusia , krisis itu mulai ketika Ia memulai pelayanan-Nya; dan krisis itu selesai, ketika Ia kembali dari maut, hal itu sudah terjadi.orang tidak usah lagi berkata:”Anak Manusia akan datang”; Ia sudah datang; Ia duduk diatas taktha kemuliaan-Nya, Raja yang tidak kelihatan atas umat manusia. Itulah Iman Perjanjian Baru. Keyakinan yang tidak dapat dikalahkan dikalangan murid, yakni bahwa Yesus telah menyeberangi kematian dalam kehidupan pribadi-Nya dan telah memeberitahukan kehadiran-Nya kepada mereka dengan menampakan diri-Nya yang memaksa mereka mengankui:”kami sudah melihat Tuhan”. hanya atas dasar inilah kita jelaskan perubahan yang mengherankan yang datang atas para murid, kekuatan untuk menobatkan berita yang keluar dari yang mereka sebarkan, dan pengalaman persekutuan dengan Tuhan yang hidup selama sembilan belas abad merupakan tulang punggung yang penting sekali bagi Kekristenan sejati.

Bab 3 KEBANGKITAN

Keyakinan orang-orang Kristen pertama bahwa Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Bukan hanya Yesaya yang meramalkan kebangkitan bagi Hamba Tuhan (Yes53:10 dst) melainkan juga kitab-kitab Injil memberikan kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Bukti utama kebangkitan itu ialah adanya Gereja Kristen. Orang-orang Yahudi menggatikan hari sabtu menjadi hari minggu, karena pada hari itulah Yesus bangkit dari antara orang mati. Boleh kita tambahkan bahwa setiap hari minngu, sebagaimana muncul berkali-kali, merupakan bukti baru bagi kebangkitan.
Bukti-bukti kebangkitan Yesus:
 Bahwa kubur itu kosong. Tradisi Paulus mengartikannya demikian. Dilakukan pemberitaan rasuli dalam Kisah Para Rasul. Keempat penginjil mengatakan demikian. Keberdiamdirian orang-orang Yahudi tentang hal itu membenrkannya.
 Kebangkitan itu terjadi ”pada hari yang ketiga” dan bahwa Yesus menampakan diri-Nya kepada pengikut-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, pada hari kebangkitan itu sendiri maupun pada hari-hari berikutnya
Bagi orang-orang Kristen pertama, kebangkitan itu adalah tindakan eskatologis Allah, sama barunya seperti tindakan penciptaan mula-mula; suatu tindakan dimana Anak Allah yang kuat itu sudah mengalahkan dosa dan maut, dan memulai zaman baru dalam mujizat.”Para Rasul sudah tahu bahwa oleh kebangkitan Kristus sudah datang suatu dunia baru, dan mereka sudah menjadi para warganya”
Bab 4 PEMBERITA-PEMBERITA PERTAMA TENTANG FAKTA ITU

Dalam Injil-injil Sinoptis, Kerajaan Allah, dalam arti ”Rahasia” adalah Kristus sendiri, para Rasul menganggap Kerajaan itu sudah datang dalam kehidupan, kematian dan kehidupan Yesus dan dalam kedatangan Roh.

1. Berita Mereka
Pemberitaan para Rasul ialah kerygma berasal dari kata kerja Yunani kerysso, yang berarti ’saya memaklumkan’(saya memproklamasikan): kata itu memaklumkan pekerjaan orang bentara. kerygma biasanya diterjemahkan dengan pemberitaan,dalam trejemahan LAI yang baru. kerygma biasanya bersinonim dengan Injil. Kerygma ini berbicara tentang keselamatan dan berdebar-debar di dalam surat Paulus, Petrus, dan Yohanes, injil lukas, dan dapat didengar teologi imani Surat ibrani; juga dapat diketemukan dalam drama Apokaliptis Kitab Wahyu beberapa tahun yang lalu, P.T Forisyth 5). Melihat semua ini ketika Ia menulis tentang PB. Tidak ada suatu rumus Teologis yang universal, tidak ada suatu ortodoksi, tetapi yang pasti ada ialah Injil rasuli yang am, suatu kerygma. Kerygma ini pada akhirnya diawetkan dalam pengakuan Iman Rasuli

2. Kristus dan Pekerjaan-Nya
Mesias dalam bentuk Yunaninya, ”Kristus” segera manjadi suatu nama diri. Gelar yang lain yaitu ’Tuhan’ yang menurut kata orang diberikan oleh Petrus kepada Yesus pada hari Pentakosta (Kis 2:36), mempunyai harapan yang lebih besar lagi.
Ajaran tentang Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah tentu saja berarti Ketuhanan Kristus. Paulus sudah menyimpan Doa Gereja yang berbahasa Aram bagi kita ’maranata’ Datanglahlah, ya Tuhan kami!(1 Kor 16:22) suatu doa yang ditujukan pada Yesus.
Pada nubuat Yesaya sebagai pemecahan misteri dan mengikhtisarkan demikian; Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan kitab suci. ajaran disana adalah tentang penderitaan yang mewakili karena dosa ”orang banyak” dengan memandang gagasan penggantian latar depan. para pemberita pertama melihat didalam diri Yesus sebagai penanggung dosa yang agung, yang oleh bilur-bilur-Nya mereka menjadi sembuh.

3. Roh Kudus
Menurut laporan dalam Kisah Para Rasul. walaupun Tuhan kita sudah ditinggikan keatas surga, namun Ia masih bersama-sama dengan mereka, yaitu melalui perantaran Roh kudus. Roh itu berarti kuasa-kuasa yang baru, kuasa yang dikaruniakan Allah, kuasa yang membantu Para Rasul bersaksi tentang Kristus, kuasa yang menyatakan diri-Nya dalam bahasa Roh dan nubuat (pemberitaan yang diilhamkan) yang memungkinkan mereka membuat mujizat-mujizat dan yang menguatkan Iman yang menang dan ’keberanian yang gembira’(parrhesia) bagi orang-orang seperti Petrus, Stefanus dan Barnabas. Pokok utama Roh Kudus adalah pengalaman yang tidak dapat dipisahkan dengan Yesus Kristus, sebab pengalaman roh merupakan tanda bahwa Kristus hadir di tengah-tengah mereka, sambil menguatkan tugas misioner mereka.

4.Gereja dan Sekraman-Sekramen
Pertama, orang-orang Kristen tidak memutuskan hubungan dengan Yudaisme; pertalian dengan Bait Allah dan Sinagoge berlangsung terus. Lukas mengikhtarkan kehidupan jemaat Kristen pertama dalam Kisah Para Rasul 2:42 ”mereka bertekun dalam pengajaran rasu-rasul dan dalam persekutuan”. Gereja itu belum mempunyai organisasi yang tetap namun merupakan suatu Persekutuan Roh dimana para Rasul asli memegang pimpinanan. Kata ’ekklesia’ itu biasa diterjemahkan dengan qahal(Ibrani), istilah biasa untuk Israel sebagai umat Allah yang berhimpun, sejati, sekaligus yang lama dan yang baru. Gereja Yerusalemlah yang disebut ekklesia dalam fasal-fasal pertama Kisah Para Rasul (mis, Kis 5;11), namun hubungan dengan tempat bukanlah hal yang primer, karena dalam Kis 9:31 kita dengar he ekklesia di seluruh di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria. Kepala ekklesia itu adalah Tuhan Yesus, yang di dalam nama-Nya mereka mengakui Baptisan Kristen yang merupakan pintu masuk kedalam Gereja. Barangkali berasal dari hari Pentakosta(Kis 2:38). Mereka yang dibaptis Di dalam nama ’Kristus’ berarti, mereka menjadi milik-Nya. Cara Baptisan adalah penyelaman dan baptisan biasanya dilakukan bersmaan waktunya diterima Roh Kudus.
Dalam gambaran Gereja purba, Lukas sudah dua kali menunjuk pada ’pemecahan Roti’mereka(Kis 2:42,46), yang dimaksud dengan ini ialah jamuan yang kemudian disebut”Perjamuan Kudus” yang menunjuk pada perjamuan terakhir antara Yesus dan para murid-Nya. Perjamuan Kudus itu sebagai suatu Darah Sakramen untuk ambil bagian dalam kematian Kristus(1 Kor 10:16-17).

5.Jalan Kristen dan Pengharapan Kristen
Salah satu nama yang tertua untuk orang-orang Kristen ialah ”Jalan” (Jalan Tuhan-Kis 9:2) itu berarti mereka yang terkenal telah menyerahkan diri pada suatu cara hidup yang baru. Teguran-teguran untuk memutuskan hubungan dengan hidup yang lama: perintah-perintah untuk memelihara kejujuran, kemurnian,ketulusan, kehidupan sederhana, dan bekerja keras, peraturan tentang kelurga yang sopan, inilah pokok utamanya. juga ’Khotbah di bukit’ dan nas-nas yang serupa itu dilain tempat dalam injil-injil. Ucapan-ucapan bahagia di Bukit Agung itu , sikap seperti anak-anak, pengampunan musuh, kasih yang serupa dengan kasih Allah sendiri- semuanya ini turut menafsirkan perkataan ”Jalan Tuhan itu”.
Sementara itu (Perkataan yang dianggap pra-Paulus) orang-orang diperintahkan untuk”berbalik dari berhala-berhala kepada Allah, untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitknya dari antara orang mati, yaitu Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang ”(1 Tes 1:9-10). Namun apa yang memberi isi pengharapan Kristen itu adalah Kebangkitan Tuhan, satu orang sudah meniggalkan kubur yang terbuka di tengah-tengah pekuburan luas yang adalah dunia. yaitu orang dalam pribadi-Nya sendiri menanggung masa depan umat Allah. Karena Ia sudah bangkit dan ditinggikan di Surga yang tinggi, tentulah para pengikut-Nya yang setia akan ambil bagian dalam kehidupan yang abadi itu.

Bab 5 RASUL PAULUS

Seorang Ibrani asli, itulah komentar Paulus tentang asal-usul rohaninya (Flp 3:5), secara Teologis, ini berarti bahwa dia diasuh dalam credo orang Yahudi saleh dari zamannya. ia membaca Alkitab dalam bahasa Yunani-septuaginta. Ia menulis suratnya dalam bahasa Yunani koine. Ia menghabiskan sebagian dari tiga puluh tahun waktunya sebagai utusan Injil di negeri-negeri tempat ia berhadapan dengan orang Yunani, ia gemar metafora yang diambil dari permainan-permainan Yunani; disana-sini ia menggunakan sepatah kata dan ungkapan Stoa dan kadang-kadang ia memakai istilah-istilah yang berlaku diantara para penganut-penganut agama-agama misteri Yunani, sekalipun seringkali dengan arti yang berlainan.
Kekristenan Menurut Paulus
Sebagaimana Paulus mengartikannya, adalah Kabar Kesukaan tentang ”Keselamatan” yang telah disediakan Allah bagi orang-orang berdosa melalui inkarnasi, kematian, kebangkitan dan kuasa hidup Kristus, dan yang kini ditawarkan Allah kepada semua orang yang akan percaya. Lewat ”Injil Keselamatan (Ef 1:13) menandakan kesejateraan dalam segala bentuknya dan keutuhan tubuh sampai pada ideal tertinggi, yakni kesehatan Rohani.
Ada tiga jangkau waktu yang dipikirkan Paulus tentang Keselamatan orang Kristen, yaitu; masa lampau, masa kini dan suatu pengharapan di masa depan. Penyelamatan Kristus itu oleh Iman ”Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman(Ef 2:8)”. Bukan oleh perbuatan-perbuatan mentaati hukun Taurat; bukan hasil usaha kegiatan moral manusia, maka kita akan mendapat Hidup Baru, artinya berada dalam persekutuan Kristus; menjadi seorang anggota umat Allah yang baru, dan Dia sendiri sebagai kepala. Roh Kudus adalah daya penggerak Allah untuk Hidup Baru itu (Lih 1Tes 1:5 dan Rm 15:13 ”kekuatan Roh Kudus”).

Bab 6 RASUL PETRUS

Paulus menandaskan bahwa pengertian Petrus tentang Keselamatan tidaklah berbeda dengan pengertiannya sendiri. Katnya kepada Petrus: ”kita tahu bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristud Yesus ”(Gal 2:16).

Kekristenan Menurut Rasul Petrus

Ia menggambarkan permulaan kehidupan Kristen sebagai suatu kelahiran baru yang diberikan oleh Allah kepada manusia melalui Firman-Nya (1 Petrus 1:23). Lalu Allah ” telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”(1 Petrus 2:9). Tanda yang menyelamatkan peristiwa ini ialah Baptisan, yang maknanya bukanlah dalam pembersihan jasmani, melainkan dalam ”janji orang yang bertobat itu kepada Allah dan suara hati yang tulus ikhlas”(1 Petrus 3:21).
Iman bagi Petrus adalah percaya kepada Allah melalui Yesus Kristus sebagai perantara (Lih, 1 Pet 1:21: ”oleh Dialah kamu percaya kepada Allah ” ). yang dimaksud Petrus dengan Iman dapat kita pelajari dengan baik dari 1 Pet 1:8. Adalah kasih dan percaya kapada Juruselamat yang tidak kelihatan itu, yang membawa serta kegembiraan besar. Kekristenan adalah suatu Anastrofe suatu cara hidup. Yesus ”sudah mati untuk menjadikan kita baik”, dan kita dipanggil sebagai anak-anak yang taat kepada suatu hidup yang Kudus, kemurnian, kerendahan hati dan kasih. Seorang Kristen akan mempertahankan tingkah laku yang baik diantara para tetangganya yang kafir, memelihara kehidupan rumah tangga yang berwatak tinggi dan terhormat, menggunakan karunia-karunianya sebagai ”pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” yang beragam itu.
Tujuan kasih karunia ialah ”Kemuliaan”, suatu kata yang disukai Petrus untuk menyatakan kebahagiaan masa depan. Inilah pengharapan hidup yang dijalankan oleh Kebangkitan Kristus, yang membekali orang-orang Kristen dalam perjalanan mereka sebagai pendatang dan perantau. Petrus menemukakan bahwa Skopus(bidang cakup) penebusan itu tidak terbas kepada kehidupan ini.”Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati”, ”Kristus pergi memberitakan Injil kepada roh-roh dalam penjara” (1 Pet 3:18-19), dan denga itu yang ia maksudkan barangkali orang-orang jahat pada zaman Nuh. Upah Iman yang tekun ialah ”Mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu”(1 Pet 5:4) yang termasuk dalam ”Warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, tersimpan di surga bagi mereka” (1 Pet 1:4).

Bab 7 PENULIS SURAT-SURAT KEPADA ORANG IBRANI

Penafsir dapat disebut Auctor (pengarang) sebab sebagaimana dilihat dari Origenes dulu, nama yang sebenarnya hanyalah diletahui oleh Allah.

Kekristenan Menurut Auctor
Pertama-tama Auctor Mengemukakan Yesus sebagai Anak yang melebihi para Malaikat, pengantara-pengantara penyataan lama dan Ia melebihi Musa. Lalu (4:14) ia mulai menggambarkan pekerjaan Anak itu sebagai Imam. Yesus adalah Imam Besar (Sempurna)yang ditunjuk Allah. Ia melayani ditempat kudus yang sempurna(sorga: fs.8). Dan Ia mempersembahkan korban yang sempurna(fs.9) yang berguna untuk menghapuskan dosa manusia.Karena Imam Besar yang agung ini sudah membuka ”jalan masuk” yang baru ke hadirat Allah.
Kekristenan Auctor memelihara hubungan hidup dengan Injil tertua, diuraikan dalam garis-garis besar Kerygma:
”Nubuat-nubuat tekah digenapi oleh penyataan Allah di dalam Anak-Nya(1:1)”
“Ia adalah Yesus , Mesias, dan keturunan Daud(7:14)”
“Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati(13:20)”
Jadi yang mendasari Teologi sang Auctor itu ialah Injil purba dengan eskatologi Yahudi pada pusatnya.Bagi Auctor, inti pokok agama yang sebenarnya ialah ”hak menghampiri”Allah, suatu hak yang bekerja melalui kebaktian. (4:16,7:25; 10:22;12:22. ). Auctor memiliki Tiga Doktrin Keselamatan;
 Keselamatan itu telah mulai ketika manusia mendengar ”Kabar Kesukaan”dan”Diterangi(4:2; 6:4)”.
 Mengecap karunia sorgawi Dan mendapat bagian dari Roh Kudus dan mengecap Firman yang baik dari Allah dan Karunia-karunia dunia yang akan datang(6:4-5)
 Keselamatan dalam segi kini sang Auctor menginjak ziarah yang dirintis Kristus (mendapat pertolongan Roh Kudus, menikmati hak masuk ke Hadirat Allah, hak yang di capai oleh Kristus )
Jadi, Kristus adalah ”satu-satunya korban yang sejati, yang murni dan yang kekal”, yang sudah mentahirkan Umat Allah dari dosa mereka dan menjadikan mereka layak untuk masuk menghadap hadirat Allah; dan di dalam kuat kuasa korban it, Ia sudah masuk kedalam tempat kudus sorgawi, tempat Ia tetp tinggal untu melakukan syafaat bagi mereka.

Bab 8 YOHANES

Banyak orang mau menyebut Yohanes penafsir yang paling ulung, dia menganggap Kristus tidak seBagai tokoh dalam sejarah lampau, tetapi tokoh sekarang yang Agung. Injilnya masih bebicara keadaan orang kebijaksanaan dan orang sederhana, dan sekaligus berguna sebagai”buku pelajaran bagi pendeta-pendeta dalam jemaat” dan sebagai falsafah Ilahi bagi pernyair seperti Wordsworth atau seorang Teolog seperti westcott.

1. Yohanes, Karangannya, dan Latar Belakang

Yang umumnya diterima adalah Injil dan tiga Surat Yohanes dari Efesus kira-kira Dasawarsa terakhir abad ke-1. Kemungkinan besar ”murid yang kekasih” dan”saksi”(19:35) sama denga Rasul Yohanes. Pengetahuannya tentang adat-kebiasaan Yahudi dan bahasa Yunani dipengaruhi oleh bahasa Semit, menunjukan bahwa penulisnya adalah seorang Yahudi yang berbahasa Aram dan dulu tinggal di Palestina sebelum menetap di efesus. Barangkali tradisi-tradisi tentang Yesus , dipakai dalam injilnya, telah di bawah ke Asi kecil sebelum kerubtuhan Yerusalem pada tahun 70 M.
Gaya bahasa Yohanes, ”Rasa”teologinya dalam istilah-istilah pokok”Hidup”dan ”kemuliaan” semakin tampak jelas bahwa Latar belakang langsung untuk pemikirannya adalah agama Yahudi. Setiap pokoknya dapat dijejaki oengaruh Yudaisme; Kadang-kadang Yudaisme rabinis, kadang-kadang Yudaisme mistik, suatu aliran yang baru di temukan dalam dead Sea Scroll(Gulungan-gulungan kitab Laut Mati).
Dalam surat pertama Yohanes berusaha membantah aliran Doketisma yang mengganggu kesejahteraan gereja. Dengan maksud menguatkan lagi secara bernafsu bahwa ingkarnasi – yaitu fakta bahwa Anak Allah sudah betul-betul menjadi manusia(daging) – merupakan puncak dari mahkota kebenaran Kristen.

2. Kekristenan Menurut Yohanes

Menurut Yohanes Adalah kehidupan ”segenap Agama” Dalam pandangan Yohanes, Allah telah mengabulkan doa ini dengan jalan mengaruniakan Kristus(Yoh 3:16)”Di dalam Dia ada hidup”- Begitu tertulis tentang Logos dan Kristus datang supaya manusia ”mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”.
Yohanes menyatakan bahwa Allah, oleh sebab kasih-Nya, telah memberi Anak-Nya untuk hidup dan untuk mati karena manusia supaya oleh kelahiran baru itu dan oleh iman, kita beroleh pengealan akan Alla, yang adalah kehidupan yag kekal ”Inilah hidup yang Kekal itu, yaitu mereka yang mengenal engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”(Yoh 17:3). jadi bagi Yohanes, Kehidupan Kekal adalah suatu keuntungan sekarang, sebab Kristus sudah datang, mati, dan bangkit, dan Roh Kudus ada disini dilepaskan bagi manusia oleh kematian-Nya (Yoh 7:39)

3. Kristus Menurut Yohanes

Menurut Yohanes Kristus adalah Anak Allah, yang dengan mencangkup dalam diri-Nya sendiri rencana penyelamatan oleh Allah, mengambil rupa manusia demi kita, dan yang oleh kematian-Nya sudah memberikan hidup kepada kita. Ia adalah Yesus Kristus, Tuhan yang sudah bangkit; Ia adalah juruselamat yang Mahahadir, yang, melalui Roh Kudus, sudah kembali untuk menyertai umat-Nya ; Ia adalah pribadi agung yang tak terprikkan.
Yohanes juga memakai Gelar ”Anak Allah”, sebagaimana terdapat dalam (Mat 11:25-27) dan dalam perumpamaan tentang para pengarap kebun anggur(Mrk 12:1-12).

Kesimpulan: Jadi di dalam pribadi dan pekerjaan Yesus orang Nasaret itu, rencana penyelamatan dari pihak Allah telah diwujudkan, Dialah Kata (Firman) yang Dinamis dan yang menebus dari pihak Allah. Dia telah membuat terang pikiran dan rencana kasih karunia Alla; rencana itu adalah rencana cinta-kasih yang suci yang bergiat untuk keselamatan manusia, yang adalah hidup yang kekal.

**Diringkas Oleh: Edy F Batlayeri, mahasiswa STTGKI IZAAK SAMUEL KIJNE semester 4

 
1 Komentar

Posted by pada 29 April 2009 in KARYA TULIS, MATERI KULIAH, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , ,

MEMPERKENALKAN ALLAH YANG BENAR KISAH 17:22-34**

PENGANTAR

1. Seberapa seringkah Anda memperkenalkan Yesus kepada mereka yang terhilang atau kepada mereka yang belum mengenal Yesus sebagai Allah yang benar dan satu-satunya Juru selamat manusia?
2. Tahukah Anda bahwa ada tiga hakekat dan panggilan utama Gereja (umat Allah):
• Untuk menyembah Allah (Worshipping Community )
• Untuk menyelamatkan dunia (The Community of the Sent)
• Untuk memelihara, mengajar dan melatih jemaat (Nurturing Mother)
3. Di Kisah Para Rasul 17:22-34 dokter Lukas menceritakan tentang bagaimana Rasul Paulus selalu menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan Injil (Kabar Baik).

I. MEMPERKENALKAN ALLAH YANG BELUM
DIKENAL (KISAH 17:22-29)

1. Pendengarnya adalah orang-orang yang telah beribadah (17:22)
2. Pemberitaan tentang Allah yang tidak dikenal (17:23-29)

II. MENANTANG PENDENGARNYA UNTUK
BERTOBAT (KISAH 17:30-32)

1. Semua manusia harus bertobat (17:30)
2. Allah pasti menghakimi dunia melalui Kristus Yesus
(17:31)

III. TANGGAPAN PENDENGAR INJIL (KISAH 17:32-34)

1. Dia diejek dan ditolak oleh sebagian pendengarnya (17:32)
2. Sebagian pendengarnya menggabungkan diri dan percaya kepada pemberitaannya (17:34)

IV. KESIMPULAN DAN APLIKASI
1. Marilah kita hidup sesuai dengan hakekat dan panggilan kita sebagai umat Allah yang: Menyembah Allah, Memberitakan Kabar Baik dan Melatih orang lain.

2. Lihatlah sekeliling kita dan pakailah setiap kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik.

3. Mintalah urapan Roh Kudus untuk menunjukkan jalan kepada mereka yang terhilang, cara untuk Bersaksi, dan Keberanian untuk menantang pendengar kita untuk bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan mereka.

** (Oleh: Rev. Agustinus Titi)

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 20 April 2009 in RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , ,

Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab ?

Pengantar

Kata “Allah” masih dipersoalkan oleh sebagian pengguna Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Persoalan ini mencuat ke permukaan, karena ada beberapa kelompok yang menolak penggunaan kata “Allah” dan ingin menghidupkan kembali penggunaan nama Yahweh atau Yahwe. Dalam teks Ibrani sebenarnya nama Yahweh atau Yahwe ditulis hanya dengan empat huruf konsonan (YOD-HE-WAW-HE, “YHWH”) tanpa huruf vokal. Tetapi, ada yang bersikeras, keempat huruf ini harus diucapkan. Terjemahan LAI dianggap telah menyimpang, bahkan menyesat­kan umat kristiani di tanah air. Apakah LAI yang dipercaya gereja-gereja untuk menerjemah­kan Alkitab telah melakukan kesalahan yang begitu mendasar? Di mana sebenarnya letak persoalannya? Penjelasan berikut bertujuan untuk memaparkan secara singkat pertimbangan-pertimbangan yang melandasi kebijakan LAI dalam persoalan ini.

Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?
Dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974) yang digunakan secara luas di tanah air, baik oleh umat Katolik maupun Protestan, kata “Allah” merupakan padanan ’ELOHIM, ’ELOAH dan ’EL dalam Alkitab Ibrani:

* Kej 1:1 “Pada mulanya Allah (’ELOHIM) menciptakan langit dan bumi”.
* Ul 32:17 “Mereka mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah (’ELOAH).
* Mzm 22:2 “Allahku (EL), Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Dari segi bahasa, tidak dapat dipungkiri, kata ’ELOHIM, ’ELOAH dan ’EL berkaitan dengan akar kata ’L, dewa yang disembah dalam dunia Semit kuno. EL, ILU atau ILAH adalah bentuk-bentuk serumpun yang umum digunakan untuk dewa tertinggi. Umat Israel kuno ternyata memakai istilah yang digunakan oleh bangsa-bangsa sekitarnya. Apakah hal itu berarti bahwa mereka penganut politeisme? Tentu saja, tidak! Umat Israel kuno memahami kata-kata itu secara baru. Yang mereka sembah adalah satu-satunya Pencipta langit dan bumi. Proses seperti inilah yang masih terus bergulir ketika firman Tuhan mencapai berbagai bangsa dan budaya di seluruh dunia.

Beberapa kelompok yang menolak kata “Allah” memang ber­pendapat, kata itu tidak boleh hadir dalam Alkitab umat kristiani. Ada yang memberi alasan bahwa “Allah” adalah nama Tuhan yang disembah umat Muslim. Ada pula yang mengait­kannya dengan dewa-dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu ’EL, ’ELOAH dan ’ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani! Lagi pula, beberapa inskripsi yang ditemukan pada abad keenam menunjukkan bahwa kata “Allah” telah digunakan umat kristiani Ortodoks sebelum lahirnya Islam. Hingga kini, umat kristiani di negeri seperti Mesir, Irak, Aljazair, Yordania dan Libanon tetap memakai “Allah” dalam Alkitab mereka. Jadi, kata “Allah” tidak dapat diklaim sebagai milik satu agama saja.

Kebijakan LAI dalam menerjemahkan ’ELOHIM, ’ELOAH dan ’EL sama sekali bukan hal baru. Terjemahan Alkitab yang pertama ke dalam bahasa Yunani sekitar abad ketiga SM. merupakan contoh tertua yang kita miliki. Terjemahan yang dikenal dengan nama “Septuaginta” dikerjakan di Aleksandria, Mesir, dan ditujukan bagi umat Yahudi berbahasa Yunani. Dalam Kejadian 1:1, misalnya, Septuaginta meng­guna­kan istilah THEOS yang biasa dipakai untuk dewa-dewa Yunani. Nyatanya, Perjanjian Baru pun memakai kata yang sama, seperti contoh berikut: ”Terpujilah Allah (THEOS), Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (2 Kor 1:3). Tentu, THEOS dalam kutipan ini tidak dipahami sebagai sembahan politeis.
Kata “Allah” dalam sejarah penerjemahan Alkitab di nusantara

Sebelum Alkitab TB-LAI diterbitkan pada tahun 1974, telah ada beberapa Alkitab dalam bahasa Melayu yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Injil Matius terjemahan A. C. Ruyl (1629) adalah upaya pertama dalam penerjemahan Alkitab di nusantara. Menariknya, dalam terjemahan perdana ini, kata “Allah” telah digunakan, seperti contoh berikut: “maka angkou memerin’ja nama Emanuel artin’ja Allahu (THEOS) ſerta ſegala kita” (Mat 1:23). Terjemahan selanjutnya juga mempertahankan kata “Allah”, antara lain:

* Terjemahan Kitab Kejadian oleh D. Brouwerius (1662): “Lagi trang itou Alla ſouda bernamma ſeang” (Kej 1:5).
* Terjemahan M. Leijdecker (1733): “Pada mulanja dedjadikanlah Allah akan ſwarga dan dunja” (Kej 1:1).
* Terjemahan H.C. Klinkert (1879): “Bahwa-sanja Allah djoega salamatkoe” (Yes 12:2).
* Terjemahan W.A. Bode (1938): “Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah”.

Seperti tampak pada contoh-contoh di atas, kata “Allah” yang baru belakangan ini dipersoalkan oleh sebagian umat kristiani telah digunakan selama ratusan tahun dalam terjemahan-terjemahan Alkitab yang beredar di nusantara. Singkatnya, ketika meneruskan penggunaan kata “Allah”, tim penerjemah LAI mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas-budaya yang sudah terlihat dalam Alkitab sendiri.

Apa dasar kebijakan LAI dalam soal “YHWH”?

Harus diakui, asal-usul nama YHWH tidak mudah ditelusuri. Dari segi bahasa, YHWH sering dikaitkan dengan kata HAYAH ‘ada, menjadi’, seperti yang terungkap dalam Keluaran 3:14: “Firman Allah (’ELOHIM) kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ (’EHYEH ’ASHER ’EHYEH). Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (’EHYEH) telah mengutus aku kepadamu.’” Maknanya yang persis tidak diketahui lagi, namun ada yang menafsirkannya sebagai kehadiran Tuhan yang senantiasa ‘ADA’ menyertai sejarah umat-Nya.

Apa dasar LAI menggunakan kata “TUHAN” (seluruhnya huruf besar) sebagai padanan untuk YHWH? Untuk menjawab ini, kita perlu memperhatikan sejarah. Umat Yahudi sesudah masa pembuangan amat segan menye­but nama sakral YHWH secara langsung oleh karena rasa hormat yang mendalam. Lagi pula, pengucapan YHWH yang persis tidak diketahui lagi. Setiap kali bertemu kata YHWH dalam Alkitab Ibrani, mereka menyebut ’ADONAY yang berarti ‘Tuhan’. Tradisi pengucapan ini juga terlihat jelas dalam Septuaginta yang menggunakan kata KYRIOS (‘Tuhan’) untuk YHWH, seperti contoh berikut: ”KYRIOS menggembala­kan aku, dan aku tidak kekurangan apa pun” (Mzm 23:1).

Ternyata, Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama! Sebagai contoh, dalam pen­cobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dengan kutipan dari Ulangan 6:16: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan (KYRIOS), Allahmu” (Mat 4:7). Dalam kutipan ini tidak ditemukan nama YHWH melainkan KYRIOS. Jika nama YHWH harus ditulis seperti dalam teks Ibrani, mengapa penulis Injil Matius tidak mempertahankannya? Begitu pula, dalam surat-surat rasul Paulus tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam Roma 10:13, misalnya, Paulus mengutip Yoel 2:32: “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan (KYRIOS) akan diselamatkan”. Terbukti, kata yang digunakan adalah KYRIOS, bukan YHWH.

Mungkinkah Yesus dan para rasul telah mengikuti suatu tradisi yang “keliru”? Tentu saja, tidak! Para penulis Perjanjian Baru justru mengikuti tradisi umat Yahudi yang menyebut ’ADONAY (‘TUHAN’) setiap kali bertemu nama YHWH. Karena Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, kata KYRIOS dipakai sebagai padanan untuk ’ADONAY yang mencerminkan tradisi pengucapan YHWH.

Singkatnya, LAI mengikuti teladan Yesus dan umat kristiani per­dana menyangkut pengucapan YHWH. Dalam Alkitab TB-LAI, kata “TUHAN” ditulis dengan huruf besar semua sebagai padanan untuk ’ADONAY yang mengingat­kan tradisi pengucapan itu. Penulisan ini memang sengaja dibedakan ­dengan “Tuhan” (hanya huruf pertama besar), padanan untuk ’ADONAY yang tidak merepresentasi YHWH. Perhatikan contoh berikut: “Sion berkata: ‘TUHAN (YHWH) telah mening­gal­kan aku dan Tuhanku (’ADONAY) telah melupakan aku.’” (Yes 49:14). Pem­bedaan ini tentu tidak relevan untuk Perjanjian Baru yang tidak memper­tahankan penulisan YHWH.

Berbagai terjemahan modern juga mengikuti tradisi yang sama, misalnya, dalam bahasa Inggris: “the LORD” (New Jewish Publication Society Version; New Revised Standard Version, New International Version, New King James Version, Today’s English Version); Jerman: “der HERR” (Einheits­übersetzung; die Bibel nach der Übersetzung Martin Luthers); Belanda: “de HEER” (Nieuwe Bijbelvertaling); Perancis”: “le SEIGNEUR” (Traduction Oecumé­ni­que de la Bible).
Penutup

Kebijakan LAI mengenai padanan untuk nama-nama ilahi tidak diambil secara simplistis. Berbagai aspek harus dipertimbangkan dengan matang, antara lain:

* Teks sumber (Ibrani dan Aram untuk Perjanjian Lama; Yunani untuk Perjan­jian Baru) dan tafsirannya.
* Tradisi umat Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
* Sejarah pemakaian nama-nama ilahi dalam penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan budaya dari zaman ke zaman.
* Kebijakan yang diikuti tim-tim penerjemahan Alkitab di seluruh dunia, khususnya yang bergabung dalam Perserikatan Lembaga-lembaga Alkitab se-Dunia (United Bible Societies).

Kesepakatan yang diambil bersama dengan gereja-gereja, baik Katolik mau­pun Protestan, yang menggunakan Alkitab terbitan LAI hingga saat ini. Menjelang penyelesaian Alkitab TB-LAI, misalnya, pada tahun 1968 diadakan konsultasi di Cipayung dengan para pimpinan dan wakil gereja-gereja dari berbagai denominasi. Dalam konsultasi ini, antara lain, disepakati agar kata “Allah” tetap digunakan seperti dalam terjemahan-terjemahan sebelumnya.

LAI tidak pernah berpretensi seolah-olah terjemahannya sudah sempurna dan tidak perlu diperbaiki lagi. Akan tetapi, mengingat proses panjang dan berhati-hati yang ditempuh dalam menerbitkan Alkitab, tuntutan beberapa kelompok yang ingin menyingkirkan atau memulihkan nama tertentu, tidak dapat dituruti begitu saja. Dalam semua proses pengambilan keputusan menyangkut terjemahan Alkitab, berbagai faktor harus dipertimbangkan dengan saksama menyangkut teks-teks sumber, tafsirannya, tradisi penerjemahan sampai dampaknya bagi persekutuan dan kesaksian umat Tuhan bersama-sama, khususnya di tanah air kita.
Akhirnya, dengan penuh kesadaran akan terbatasnya kemampuan manusia di hadapan Allah, kita patut mempersembahkan puji syukur kepada Dia yang telah menyatakan firman yang diilhamkan-Nya untuk mendidik orang dalam kebenaran dan memperlengkapi umat-Nya untuk setiap perbuatan baik (2 Tim 3:16-17). Dialah yang telah mempersiapkan orang-orang untuk menjelmakan firman kebenaran-Nya dalam aneka bahasa dan budaya dari masa ke masa. Segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. [bfk]

disalin dari http://www.alkitab.or.id/

 
1 Komentar

Posted by pada 7 April 2009 in KARYA TULIS, REFERENSI, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

SIAPAKAH AKU DIHADAPAN ALLAH

Berapa banyak jumlah penduduk di kota kita, di propinsi, dinegara kita, bahkan diseluruh dunia. Kemungkinan besar di negara kita hari ini belum mengetahuinya secara pasti, meskipun ada pendataan di Dinas Kependudukan namun masih ada yang tidak terdata. Tetapi kita bersyukur kepada Allah pencipta langit dan bumi, yang memiliki pendataan yang akurat. Tanpa mengandalkan kecanggihan teknologi dunia. Pendataan tekah berlangsung sejak kehadiran manusia dunia pertama sampai hari ini, bahkan seterusnya sampai pada akhir zaman. MENGAPA ALLAH MELAKUKAN SEMUA INI?  Epenkah…???

  1. Yohanes 3 : 16 …..…………………………………………………………

  2. Kejadian 1 : 26 ……………………………………………………………..

  3. Yohanes 1 : 12 ……………………………………………………………..

  4. Efesus 2 : 10 ……………………………………………….……………..

  5. Matius 10 : 29, 30 ………………………………………………………….

MILIKILAH JATI DIRI YANG SESUNGGUHNYA

DI DALAM TUHAN YESUS KRISTUS

Oleh : Pdt. Marthen Mauri, S.Th

 
 

Tag: , , , ,

JALAN KESELAMATAN YANG LAIN????

Baru-baru ini di Universitas Texas, seorang mahasiswa pasca sarjana mendekati saya dan bertanya, “Mengapa Isa itu satu-satunya jalan untuk berhubungan dengan Allah?” Saya telah menunjukan bahwa Isa menyatakan diriNya sebagai satu-satunya jalan kepada Allah, bahwa kesaksian Alkitab dan para rasul itu dapat dipercaya penuh, dan bahwa ada cukup banyak bukti hingga kita bisa percaya kepada Isa sebagai Juruselamat dan Tuhan.

Namun ia mempunyai pertanyaan lain, “Mengapa Isa? Tidak adakah jalan lain untuk berhubungan dengan Allah? Tak mungkiankah seorang dapat menjalankan hidup yang baik-baik saja agar dia bisa diterima Allah? Kalau Allah begitu mengasihi manusia, tidakkah Ia akan menerima semua orang sebagaimana adanya?”

Seorang pengusaha berkata kepada saya, “Rupa-rupanya anda telah membuktikan bahwa Isa Almasih adalah anak Allah. Selain Isa, masih adakah jalan-jalan lain untuk berhubungan dengan Allah?”

Komentar-komentar di atas merupakan contoh-contoh dari pertanyaan-pertanyaan banyak orang di masakini tentang apa sebabnya seorang harus percaya kepada Isa sebagai Juruselamat dan Tuhan supaya bisa memiliki hubungan dengan Allah dan mengalami pengampunan dosa. Saya menjawab mahasiswa tersebut dengan mengatakan bahwa banyak orang tidak mengerti tabiat Allah. Biasanya pertanyaan begini, “Bagaimana mungkin Allah begitu mengasihi manusia dapat membiarkan seorang berdosa masuk neraka?”

Saya bertanya balik, “Bagaimana mungkin Allah yang kudus, adil dan benar dapat membiarkan seorang berdosa masuk ke dalam kehadiranNya?”

Kesalahpahaman tentang tabiat Allah yang dasar telah menimbulkan begitu banyak masalah theologis dan etis. Kebanyakan orang mengerti bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi manusia. Cuma itu. Masalahnya ialah Bahwa Allah bukan saja Allah yang mengasihi manusia. Ia pun Allah yang benar, adil dan kudus.

Pada dasarnya kita mengenal Allah melalui sifat-sifatNya. Tetapi sifat-sifat itu bukanlah bagian-bagian dari Allah. Dulu saya mengira bahwa bila saya mengumpulkan semua sifat Allah, yaitu kekudusan, kasih, keadilan, kebenaran, dan menjumlahkannya, maka hasil akhirnya akan sama dengan Allah. Tetapi, hal ini tidak benar. Suatu sifat bukanlah sesuatu yang menjadi sebagian dari Allah, melainkan sesuatu yang benar mengenai Allah. Misalnya, bila kita mengatakan bahwa Allah itu kasih, kita tidak bermaksud mengatakan bahwa suatu bagian dari Allah adalah kasih, melainkan bahwa kasih itu merupakan sesuatu yang memang benar tentang Allah. Bila Allah mengasihi maka Dia semata-mata menjadi diriNya yang sebenarnya.

Inilah masalah yang berkembang sebagai akibat dari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Allah dalam masa kekekalan yang telah lewat memutuskan untuk menciptakan laki-laki dan perempuan. Pada dasarnya saya percaya bahwa Alkitab menunjukan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan supaya Dia bisa memberi sebagian dari kasih dan kemuliaanNya kepada mereka. Tetapi ketika Adam dan Hawa memberontak dan mulai mengikuti jalanya sendiri, dosa masuk ke dalam umat manusia. Pada titik ini manusia sudah menjadi berdosa dan terpisah dari Allah. Inilah “kesulitan” yang dihadapi Allah. Ia sudah menciptakan manusia untuk memberi sebagian dari kemuliaanNya kepada mereka. Namun mereka menolak nasihat dan perintahNya dan memilih melakukan dosa. Karena itu Allah menghampiri mereka dengan kasihNya untuk menyelamatkan mereka. Tetapi dia bukan saja Allah yang mengasihi, melainkan juga Allah yang kudus, adil dan benar, maka tabiatNya itu sendiri akan menghancurkan orang berdosa manapun. Alkitab berkata, “Sebab upah dosa ialah maut” (Rm 6:23). Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa menghadapi masalah.

Dalam Trinitas Allah, yaitu Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus, suatu keputusan diambil. Isa, Anak Allah, akan mengenakan kepada diriNya tubuh manusia. Ia akan tetap Allah, tetapi akan menjelma menjadi manusia juga. Inilah yang digambarkan dalam Yohanes 1 ketika dikatakan bahwa firman itu menjadi daging dan tinggal di antara kita. Dan juga dalam Filipus 2 dimana dikatakan bahwa Isa mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang manusia.

Isa adalah Allah dan manusia. Dia benar-benar manusia, sama seperti seorang manusia lain yang tak pernah adalah Allah. Begitu pula, ia benar-benar Allah, sama seperti Allah yang tak pernah menjadi manusia. Berdasar pilihanNya sendiri, Dia menjalani hidupNya sebagai seorang manusia tampa melakukan dosa. Dia sepenuhnya taat kepada BapaNya. Pernyataan Alkitab bahwa “ upah dosa ialah maut” tidak berlaku bagi Dia. Karena Dia bukan saja manusia yang terbatas, melainkan juga Allah yang tidak terbatas, Dia mempunyai kemampuan yang tak terbatas untuk memikul semua dosa dunia ini. Ketika Dia disalibkan hampir 2000 tahu lalu, maka Allah Bapa yang kudus, adil dan benar, menumpahkan kemarahanNya pada AnakNya sendiri. Dan ketika Isa berkata, “Sudah selesai,” (Yoh 19:30) maka syarat-syarat tabiat Allah yang adil dan benar itu telah dipenuhi. Kita dapat mengatakan bahwa pada titik itu Allah “dibebaskan” untuk menangani kaum manusia dengan kasih tampa harus menghancurkan seorang berdosa, karena melalui kematian Isa pada salib, maka syarat-syarat tabiat Allah yang benar itu telah dipenuhi.

Sering saya bertanya orang lain, “Untuk siapakah Isa mati?” Jawabnya biasanya adalah, “Untuk saya” atau “Untuk dunia.” Dan saya pun berkata, “Ya, benar, tetapi untuk siapa lagi?” Dan biasanya mereka berkata, “Saya tidak tahu.” Sahut saya, “Untuk Allah Bapa.” Begini, Mesias tidak saja mati untuk kita, melainkan juga untuk BapaNya. Hal ini digambarkan dalam Roma 3 yang berbicara tentang pendamaian. Pendamaian pada dasarnya berarti pemenuhan akan suatu syarat. Dan bila Isa mati disalib, Ia tidak saja mati untuk kita, melainkan juga untuk memenuhi syarat-syarat yang kudus dan adil dari tabiat dasar Allah.

Suatu peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu di California menjelaskan apa yang dilakukan Isa di kayu salib guna memecahkan masalah Allah dalam menghadapi dosa umat manusia. Seorang wanita muda ditangkap karena melanggar batas kecepatan kenderaan. Ia ditilang dan dihadapkan ke muka hakim. Hakim itu membacakan tuntutan dan berkata, “Bersalah atau tidak bersalah?” Wanita itu mengaku, “Bersalah.” Hakim itu mengetuk palunya dan mendendanya $100 atau dipenjarakan selama 10 hari.

Kemudian sesuatu yang mengejutkan terjadi. Hakim itu bangkit, membuka jubahnya, turun dari kursinya menuju tertuduh, mengeluarkan dompetnya dan membayar denda itu.

Apa keterangan dari semua ini? Hakim itu ternyata ayah dari si wanita tersebut. Ia mengasihi anaknya, namun ia seorang hakim yang adil. Anaknya telah melanggar hukum dan ia tak bisa berkata begitu saja kepadanya, “Karena saya begitu mengasihi kamu, saya mengampunimu. Kamu boleh Pergi.” Kalau ia melakukan hal itu, tentulah ia bukanlah seorang hakim yang adil. Dengan demikian ia tidak melaksanakan hukum dengan adil seperti seharusnya. Tetapi dia begitu mengasihi anaknya sehingga dia bersedia membuka jubah hakimnya dan turun ke muka serta mewakili anaknya sebagai ayahnya dan membayar denda itu.

Ilustrasi ini menggambarkan sampai batas tertentu apa yang Allah lakukan bagi kita melalui Isa Almasih. Kita telah berdosa. Alkitab berkata, “Upah dosa ialah maut.” Betapapun besar kasihNya pada kita, Allah harus mengetuk palu dan berkata, “Mati” sebagai hukuman kita, karena Dia adalah Allah yang benar dan adil. Namun demikian, sebagai Allah yang pengasih, Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia bersedia meninggalkan takhtaNya dalam rupa manusia Isa Almasih dan membayar harga itu bagi kita, yaitu kematian Almasih di salib.

Di titik ini banyak orang bertanya, “Mengapa Allah tidak bisa mengampuni saja?” Seorang pemimpin perusahaan besar berkata, “Pegawai-pegawai saya sering melakukan suatu pelangggaran atau memecahkan suatu barang, dan saya memaafkan mereka begitu saja.” Kemudian ia menambahkan, “Apakah anda bermaksud mengatakan pada saya bahwa ada sesuatu yang dapat saya lakukan yang Allah tak dapat lakukan?”

Orang sering tidak menyadari bahwa apabila ada pengampunan, ada harga yang harus dibayar. Misalnya, katakanlah anak perempuan saya memecahkan lampudi rumah saya. Saya seorang ayah yang pengasih dan penuh pengampunan. Karena itu saya memangku dan memeluknya serta berkata kepadanya, “Jangan menangis, sayang. Ayah mengasihimu dan mengampunimu.”

Biasanya orang kepada siapa saya ceritakan kisah itu berkata, “Nah, itulah yang harus saya lakukan,”

Kemudian saya bertanya, “Tetapi siapa yang harus membayar harga lampu iyu?” Kenyataannya ialah saya. Dalam pengampunan selalu ada harga yang harus dibayar. Misalnya saja seseorang menghina anda dihadapan orang lain dan kemudian anda dengan penuh kasih berkata, “Saya mengampunimu.” Siapa yang menanggung harga penghinaan itu? Anda sendiri.

Inilah yang telah Allah lakukan. Allah telah berkata, “Aku mengampunimu.” Tetapi Dia membayar harga itu sendiri melalui salib.

Sumber : http://www.jesuswho.org/

 
3 Komentar

Posted by pada 31 Januari 2009 in REFERENSI, RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , ,

Yesus Memiliki Sifat Allah?

Pengantar

Perjanjian Lama memberikan banyak mengenai sifat-sifat Tuhan. Tuhan dijelaskan sebagai: Maha Hadir, Maha Tahu, Maha Kuasa, kekal dan tak berubah. Ia mengasihi, kudus, benar, bijaksana dan adil.

Yesus Menyatakan diri sebagai Allah, Namun apakah Ia memiliki sifat-sifat ketuhanan ini? Jika kita memeriksa dengan teliti, apakah Ia sesuai dengan sketsa Tuhan yang kita temukan di bagian-bagian Alkitab yang lain?

Sebagai contoh, ketika Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit, di sebuah bukit di luar Kapernaum, pada saat yang bersamaan Ia tidak berdiri di Jalan Utama Yerikho; Jadi dalam pengertian apa Ia disebut Maha Hadir?
Bagaimana Ia dapat disebut Maha Tahu jika dalam Markus 13:32 Ia mengakui bahwa Ia tidak mengetahui kedatangan-Nya yang kedua kali?
Jika Ia kekal adanya, mengapa Kolose 1:15 menyebut-Nya: ‘yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan’?

Yesus Mengampuni Dosa

Apa yang Ia katakan atau Ia lakukan, yang meyakinkan Anda bahwa Yesus adalah Tuhan?

Seseorang dapat menunjuk pada hal-hal seperti mujizat-mujizat-Nya, tetapi orang lain juga melakukan mujizat-mujizat, jadi meskipun ini bisa memberikan indikasi, ini tidak menentukan. Tentu saja, Kebangkitan adalah pembenaran puncak identitas-Nya. Dari banyak hal yang Ia lakukan, yang paling menyolok adalah pengampunan-Nya atas dosa.

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu – “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan orang itupun bangun lalu pulang.
Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.
(Matius 9:2-8 )

Jika Anda melakukan sesuatu yang melukai saya, saya memiliki hak untuk mengampuni Anda. Tetapi jika Anda melukai saya dan seseorang lain datang menimbrung dan berkata, ‘Aku mengampuni’, kelancangan macam apa itu?

Satu-satunya orang yang dapat mengatakan hal semacam itu dengan penuh makna adalah Tuhan sendiri, karena dosa, bahkan jika dilakukan terhadap orang lain, pertama-tama dan terutama adalah suatu penentangan terhadap Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Jelas di sini Yesus melakukan pekerjaan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya Allah yang mempunyai hak untuk melakukannya.

Ketika Daud berdosa dengan melakukan perzinahan dan mengatur kematian suami wanita itu, akhirnya ia berkata kepada Tuhan dalam Mazmur 51:6, “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan yang Kau anggap jahat”. Daud mengakui, bahwa meskipun ia telah berbuat salah kepada orang-orang, pada akhirnya ia berdosa terhadap Tuhan yang menciptakannya dan Tuhan perlu mengampuninya.

Yesus tidak hanya mengampuni dosa, namun juga Ia tidak berdosa. Dan tentu saja ketidakberdosaan merupakan sifat ketuhanan.

Pengosongan Diri

Bagaimana Yesus bisa Maha Hadir, jika Ia tidak dapat berada di dua tempat secara bersamaan? Bagaimana Ia bisa Maha Tahu, jika Ia berkata, ‘Bahkan Anak Manusia pun tidak tahu jamnya Ia datang kembali’? Bagaimana Ia bisa Maha Kuasa sedangkan Injil-injil dengan terus terang memberitahu kita bahwa Ia tidak mampu mengadakan banyak mujizat di kampung halaman-Nya?

Dalam Filipi 2:5-7 dijelaskan:
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Yesus telah mengosongkan diri-Nya dalam penggunaan independen sifat-sifat-Nya. Ia berfungsi sebagai Tuhan ketika Bapa memberi-Nya persetujuan untuk melakukannya.

Pengosongan diri Yesus akan pemakaian independen sifat-sifat-Nya menjelaskan kepada kita mengapa dalam beberapa kasus Ia tidak mempertunjukkan kemahakuasaan, kemahatahuan, kemahahadiran dalam keberadaan-Nya di bumi, bahkan meskipun Perjanjian Baru dengan jelas menyebutkan bahwa semua kualitas ini pada akhirnya memang benar dimiliki-Nya.

Pencipta atau Diciptakan?

Ada ayat yang mengisyaratkan bahwa Yesus adalah makhluk yang diciptakan, misalnya Kolose 1:15 mengatakan bahwa Ia adalah ‘yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan’. Tidakkah ini dengan jelas mengimplikasikan bahwa Yesus diciptakan, berlawanan dengan keberadaan sebagai Pencipta?

Dalam Perjanjian Baru, anak sulung, normalnya menerima bagian tanah yang terbesar, atau anak sulung akan menjadi raja dalam kasus sebuah keluarga kerajaan. Anak sulung dengan demikian adalah yang pada akhirnya memiliki semua hak dari ayah.

Pada abad kedua sebelum Kristus, ada tempat-tempat di mana kata ‘sulung’ tidak lagi mengandung makna yang pertama diperanakkan atau dilahirkan, namun memuat gagasan kewenangan yang disertai dengan posisi sebagai pewaris yang berhak. Pengertian itulah yang diterapkan kepada Yesus.

Jika Anda hendak mengutip Kolose 1:15, Anda harus tetap mempertahankannya dalam konteks dengan melanjutkannya ke Kolose 1:19, ‘Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia’.
Jadi istilah ‘sulung’ tidak dapat meniadakan kekekalan Yesus, karena itu adalah bagian dari memiliki kepenuhan Allah.

Dalam Yohanes 1:3 dikatakan Yesus adalah pencipta: ‘Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.’

Guru yang Baik

Dalam Markus 10:17-18 dikisahkan ada seorang yang bertanya, ‘Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?’
kemudian Yesus menjawab, ‘Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja’.
Tidakkah Ia menyangkali ketuhanan-Nya dengan mengatakan seperti itu?

Tidak. Ia sedang membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa yang Ia katakan: Engkau mengatakan Aku baik, hanya untuk kesopanan, ataukah karena kamu tahu siapa Aku? Apakah engkau benar menganggap Aku memiliki sifat yang seharusnya hanya dimiliki Tuhan? Justru di sinilah Yesus menyatakan diri-Nya Allah.

Bapa Lebih Besar daripada Aku

Yesus berkata dalam Yohanes 14:28, ‘Bapa lebih besar daripada Aku’ .
Apakah ini berarti Yesus kurang daripada Tuhan?

Murid-murid meratap karena Yesus berkata bahwa Ia akan pergi. Dalam Yohanes 14:28, Yesus berkata ‘Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku’. Ini artinya Yesus akan kembali ke kemuliaan yang adalah milik-Nya.

Dalam Yohanes 17:5, Yesus berkata, ‘Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada’, yang artinya ‘Bapa lebih besar dari Aku’.
Yesus berada dalam batasan-batasan inkarnasi, Ia sedang menuju ke salib, Ia sedang menuju ke kematian, namun Ia sedang akan kembali kepada Bapa dan kepada kemuliaan yang Ia miliki bersama Bapa sebelum dunia ada.

Ketika saya berkata ‘Presiden Indonesia’ lebih besar dari saya, tidak berarti dia punya sifat/esensi lebih besar dari saya. Ia lebih besar dalam kapasitas politik dan sambutan publik, tetapi ia tidak lebih daripada saya sebagai manusia.

Andaikata saya naik ke mimbar dan berkhotbah dan berkata ‘Dengan sungguh-sungguh saya menyatakan kepada Anda sekalian bahwa Bapa lebih besar daripada saya’, itu adalah suatu perkataan yang agak konyol karena semua orang tahu dengan jelas.

Pernyataan ini akan menjadi bermakna jika yang dibandingkan adalah 2 pribadi yang setara, dalam hal ini Yesus dan Bapa. Dalam hal ini justru jelas bahwa Yesus adalah setara dengan Bapa.

Menyesuaikan Sketsa Tuhan

Dalam Perjanjian Baru semua atribut Tuhan ditemukan dalam diri Yesus Kristus:

  • Maha Tahu
    Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu. (Yohanes 16:30)

  • Maha Hadir
    Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman. (Matius 28:20)

  • Maha Kuasa
    Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18 )

  • Kekekalan
    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1)

  • Tidak Berubah
    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8 )

Juga, Perjanjian Lama melukiskan suatu gambaran akan Tuhan dengan menggunakan gelar-gelar dan deskripsi-deskripsi sebagai: Alfa dan Omega, Tuhan, Juruselamat, Raja, Hakim, Terang, Batu Karang, Penebus, Gembala, Pencipta, Pemberi Kehidupan, Pengampun Dosa, dan Pembicara dengan Kekuasaan Ilahi. Sungguh memukau bila diperhatikan bahwa dalam Perjanjian Baru setiap dan semuanya itu diaplikasikan kepada Yesus.

Yesus mengatakan dalam Yohanes 14:7, ‘Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku’.
Artinya, ‘Bila kamu melihat sketsa Tuhan dari Perjanjian Lama, kamu akan melihat hal itu di dalam Aku’.

Sumber: http://www.pemudakristen.com/artikel/apakah_yesus_tuhan.php
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press,
PO BOX 238, Batam Center, 29432. Fax 021-7470-9281.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 31 Januari 2009 in RENUNGAN, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , ,

Kebenaran Alkitab = 100%

Ratusan buku telah ditulis mengenai bukti-bukti pengilhaman ilahi Alkitab, dan bukti-bukti ini sangat banyak dan bervariasi. Sayangnya, kebanyakan orang tidak pernah membaca satu buku pun mengenai topik ini. Bahkan, tidak banyak yang membaca Alkitab itu sendiri! Jadi, banyak orang terpengaruh oleh gambaran populer yang keliru bahwa Alkitab mengandung banyak kekeliruan dan tidak lagi bermanfaat bagi kehidupan modern kita.

Namun para penulis Alkitab berulangkali menyatakan bahwa mereka menyampaikan Firman Allah itu sendiri, yang sama sekali tidak mengandung kesalahan dan memiliki otoritas. Sangatlah menakjubkan jika seorang penulis mengatakan hal tersebut, dan jika 40 orang penulis Kitab Suci dengan keliru mengklaim hal tersebut, maka pastilah mereka semua berdusta atau tidak waras atau keduanya.

Namun di pihak lain, jika kitab yang teragung dan paling berpengaruh di sepanjang zaman, yang mengandung kesusastraan yang sangat indah dan tuntunan moral yang paling sempurna yang pernah disusun, ternyata ditulis oleh para penipu fanatik, maka harapan apa yang masih tersisa dalam usaha menemukan arti dan tujuan hidup di dunia ini?

Jika seseorang dengan sungguh-sungguh menyelidiki bukti-bukti alkitabiah ini, ia akan menemukan bahwa klaim pengilhaman ilahi tersebut (yang dinyatakan lebih dari 3.000 kali dengan berbagai cara) sangat bisa dibenarkan.

Nubuat Yang Digenapi

Bukti mengagumkan tentang nubuat yang digenapi hanyalah salah satunya. Ratusan nubuat di dalam Alkitab telah digenapi, secara spesifik dan mendetail, seringkali lama setelah penulis nubuat tersebut meninggal.

Contohnya, Daniel meramalkan pada tahun 538 SM (Daniel 9:24-27) bahwa Kristus akan datang sebagai Juru Selamat dan Raja Israel yang dijanjikan 483 tahun setelah Raja Persia mengijinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Yerusalem, yang pada saat itu masih berupa reruntuhan. Nubuat ini, dengan jelas dan pasti, digenapi beberapa ratus tahun kemudian.

Banyak nubuat yang berkenaan dengan berbagai bangsa dan kota yang dengan berjalannya sejarah secara umum, digenapi semuanya secara literal. Lebih dari 300 nubuat digenapi oleh Kristus sendiri pada kedatangan-Nya yang pertama. Nubuat lain berhubungan dengan penyebaran kekristenan, agama-agama palsu, dan pokok-pokok lainnya.

Tidak ada kitab kuno maupun modern lain yang serupa dengan kitab ini. Nubuatan-nubuatan yang samar-samar dan biasanya keliru dari orang-orang seperti Jeanne Dixon, Nostradamus, Edgar Cayce, dan yang lainnya sama sekali tidak dapat dimasukkan dalam kategori yang sama, demikian pula kitab-kitab agama lainnya seperti Al-Quran, Ucapan-ucapan Khong Hu Cu dan tulisan-tulisan agama lainnya. Hanya Alkitab yang memperlihatkan bukti nubuatan yang mengagumkan ini, dan menunjukkannya dengan skala yang begitu luar biasa sehingga menjadikan semua penjelasan mengenai asal-usulnya terlihat absurd, kecuali penjelasan bahwa Kitab ini adalah penyataan ilahi.

Ketepatan Sejarah Yang Unik

Ketepatan sejarah dalam Kitab Suci menempatkannya dalam kelas tersendiri, jauh lebih superior dibandingkan tulisan-tulisan Mesir, Asyur dan bangsa-bangsa kuno lainnya. Peneguhan arkeologi atas catatan Alkitab sepanjang abad 20 demikian banyaknya. Dr. Nelson Glueck, yang barangkali adalah ahli arkeologi Israel terbesar di jaman modern ini, mengatakan:

“Tidak ada penemuan arkeologi yang menyanggah suatu pernyataan Alkitab. Banyak penemuan arkeologi yang telah meneguhkan, baik secara garis besar maupun rinci, berbagai pernyataan sejarah di dalam Alkitab. Dengan cara serupa, tinjauan yang sesuai atas pernyataan Alkitab seringkali membawa pada penemuan yang mengagumkan.”

Ketepatan Ilmiah

Bukti penyataan ilahi yang mengagumkan lainnya diperlihatkan dalam banyaknya prinsip-prinsip ilmu pengetahuan modern yang dicatat sebagai fakta-fakta di dalam Alkitab jauh sebelum para ilmuwan meneguhkannya secara eksperimen. Beberapa hal diantaranya:

Tentu saja semua hal ini tidak diungkapkan dalam bahasa teknis ilmu pengetahuan modern, melainkan dalam ungkapan pengalaman hidup manusia sehari-hari. Namun demikian, semuanya sangat sesuai dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan modern.

Penting dicatat bahwa tidak ada kekeliruan nyata yang pernah ditunjukkan di dalam Alkitab, baik mengenai ilmu pengetahuan, sejarah atau pokok lainnya. Memang banyak kekeliruan yang sudah diklaim orang, namun para ahli Alkitab selalu mampu menyajikan penyelesaian yang masuk akal atas semua masalah yang muncul.

Struktur Yang Unik

Struktur Alkitab yang mengagumkan juga perlu ditekankan. Meskipun Alkitab merupakan kumpulan dari 66 buah kitab, yang ditulis oleh 40 penulis atau lebih dalam rentang waktu 2000 tahun, namun Alkitab tetap merupakan satu Kitab, yang memiliki kesatuan dan konsistensi sempurna di setiap bagiannya.

Para penulis Alkitab, pada saat menuliskan kitabnya, tidak memiliki bayangan bahwa pesan mereka pada akhirnya akan dikumpulkan menjadi sebuah Kitab seperti ini, namun demikian semuanya tersusun rapi dan menyampaikan tujuan uniknya sendiri sebagai sebuah komponen dari keseluruhannya. Setiap orang yang mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan menemukan pola struktur dan matematis yang mengagumkan yang terjalin di setiap bagiannya, dengan keterkaitan dan simetri yang tidak dapat dijelaskan sebagai sesuatu yang bersifat kebetulan belaka atau yang dengan sengaja disusun demikian.

Satu-satunya tema Alkitab yang secara konsisten dikembangkan dengan agung dari Kejadian sampai Wahyu adalah karya Allah yang besar dalam penciptaan dan penebusan segala sesuatu, melalui Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus.

Efek Alkitab Yang Unik

Discovering the Bible video curriculum

Discovering the Bible (video curriculum)
Highly Recommended!

Alkitab juga unik dalam hal pengaruh yang diberikannya kepada orang-orang dan kepada sejarah bangsa-bangsa. Kitab ini merupakan kitab yang paling laku sepanjang zaman, menarik bagi hati maupun pikiran, dicintai oleh setidaknya sebagian orang dari setiap ras atau bangsa atau suku bangsa yang pernah dibawakan kitab ini, kaya atau miskin, orang terpelajar atau sederhana, raja atau orang biasa, dan semua orang dari berbagai latar belakang dan garis kehidupan yang berbeda. Tidak ada kitab lain yang pernah mendapat sambutan universal atau yang pernah menghasilkan efek yang tak berkesudahan seperti itu.

Satu bukti terakhir bahwa Alkitab itu benar diperoleh melalui kesaksian mereka yang sudah mempercayainya. Banyak sekali orang, dahulu maupun sekarang, yang berdasarkan pengalaman pribadinya telah menemukan bahwa janji-janji yang ada di dalam Kitab itu benar, nasihatnya tepat, perintah dan larangannya bijaksana dan pesan keselamatannya yang indah memenuhi semua kebutuhan baik untuk hidup sekarang maupun hidup kekal.

[ Jika informasi ini berguna, pertimbangkanlah dalam doa untuk memberi sumbangan guna membantu menutupi biaya-biaya agar menjadikan pelayanan yang membangun iman ini tersedia bagi Anda dan keluarga Anda! Sumbangan bersifat tax-deductible (di Amerika). ]

Diterjemahkan oleh: Tjia Djie Kian

Penulis: Henry Morris dan Martin Clark, diadaptasi dari buku mereka The Bible Has the Answer, diterbitkan oleh Master Books, 1987. Disampaikan oleh Eden Communications seizin Master Books.

Hak Cipta © 1995, Master Books, Semua hak dilindungi – kecuali seperti yang tercantum pada halaman “Usage and Copyright” yang memberi pengguna ChristianAnswers.Net hak untuk menggunakan halaman ini untuk pekerjaan mereka di rumah, kesaksian pribadi, gereja dan sekolah.

 
2 Komentar

Posted by pada 10 Desember 2008 in TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , , , , ,

Adakah Yesus pernah berkata “Sembahlah Aku”?

TUDUHAN:
Yesus bukan Tuhan!
Adakah sepatah kata yesus menyebutkan
dengan frase sederhana kata “sembahlah aku”?


Terus terang, tuntutan para skeptis ini sungguh merupakan lelucon tersendiri. Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!
Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan. Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedasyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggetarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui, diandalkan, ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Allah Abraham, Ishak, dan Yakub

Tuhan tetaplah Tuhan, sekalipun tidak ada orang yang menyembahNya. Maka yang terutama dituntut Allah adalah Janganlah menyembah Allah selain YHVH, yaitu Tuhan yang selalu diistilahkan oleh Allah sendiri secara baku sebagai Allah Abraham, Isak, dan Yakub.

* Keluaran 3:15
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.’

KJV, And God said moreover unto Moses, Thus shalt thou say unto the children of Israel, the LORD God of your fathers, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob, hath sent me unto you: this is my name for ever, and this is my memorial unto all generations.

Hebrew Interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} OD {lagi} ‘ELOHIM {Allah} ‘EL-MOSHEH {kepada Musa} KOH-TO’MAR {demikian engkau akan berkata} ‘EL-BENEI {kepada anak-anak} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {baca: ‘ADONAI, TUHAN} ‘ELOHEI {Allah dari} ‘AVOTEIKHEM {ayah/leluhur dari kalian} ‘ELOHÊI {Allah dari} ‘AVRAHAM {Abraham} ‘ELOHEI {Allah dari} YITSKHAK {Ishak} VÊ’LOHEI {dan Allah dari} YA’AKOV {Yakub} SHELAKHANI (Dia sudah mengutus aku) ‘ALEIKHEM (ke atas kalian) ZEH-SHEMÎ {inilah nama-Ku} LE’OLAM {kepada kekal} VEZEH {dan inilah} ZIKHRI {peringatan-Ku} LEDOR {kepada generasi} DOR {generasi}

Menarik sekali ayat diatas ini jika dilinearkan dengan QS 19:49.

TUHAN Allah (YHVH Elohim) adalah Tuhannya nabi-nabi yang hidup, bukannya Tuhannya orang-orang yang mati ataupun nabi palsu.

* Markus 12:27
Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

KJV, He is not the God of the dead, but the God of the living: ye therefore do greatly err.

Interlinear, ouk estin{Ia bukan} ho theos {Allah} nekrôn {orang-orang mati} alla{tetapi} theos {Allah} zôntôn {orang-orang yang hidup} humeis {kamu} oun polu {sangat} planasthe {tersesat}

Di zaman Musa, Allah sendiri memerintahkan untuk “Jangan ada padamu allah lain dihadapanku” (Keluaran 20:3). Yang dituntut Allah kepada orang percaya bukanlah semata-mata “sembahlah Aku”, tetapi penyembahan ekslusif yang tidak bersandingan dengan menyembah allah selainNya. Dalam penyembahan, Allah tidak mau dimadu (selengkap penjelasannya bisa dibaca di judul Artikel Allah Pencemburu)

Sekarang, bila Yesus harus memerintahkan orang-orang se-zamanNya untuk sujud-menyembah Dia, maka sesungguhnya tidak ada signifikansinya sama sekali. Namun demikian dapat kita temukan dalam bukti-bukti Alkitabiah, bahwa meskipun Yesus tidak minta disembah, namun Ia tidak pernah menolak/melarang orang menyembahNya.

* Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

* Matius 28:17
“Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”

* Markus 5:6
“Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,”

* Lukas 24:52
“Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”

* Yohanes 9:38
“Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembah-Nya.”

Bahkan Yesus sejak mulanya hadir di dunia sudah menerima penyembahan, ayat dibawah ini menulis kali-pertama Ia disembah :

* Matius 2:2, 11
2:2 [color=green]dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

KJV, Saying, Where is he that is born King of the Jews? for we have seen his star in the east, and are come to worship him.

Interlinear, legontes {berkata} pou {dimanakah} estin ho {Dia yang} techtheis {telah dilahirkan} basileus {(menjadi) Raja} tôn {orang-orang} ioudaiôn {Yahudi?} eidomen {kami telah melihat} gar {karena} autou {Nya} ton astera {Bintang} en {di} tê anatolê {timur} kai {dan} êlthomen {datang} proskunêsai {untuk menyembah} autô {Dia}

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
KJV, And when they were come into the house, they saw the young child with Mary his mother, and fell down, and worshipped him: and when they had opened their treasures, they presented unto him gifts; gold, and frankincense and myrrh.

Interlinear, kai {lalu} elthontes {pergi} eis {kedalam} tên {itu} oikian {rumah} euron {mereka melihat} to {itu} paidion {bayi} meta {bersama} marias {Maria} tês mêtros {ibu} autou {Nya} kai {dan} pesontes {setelah sujud} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Dia} kai {lalu} anoixantes {setelah membuka} tous thêsaurous {kotak-kotak harta} autôn {mereka} prosênegkan {mereka menyembahkan} autô {kepada Dia} dôra {pemberian} chruson {emas} kai {dan} libanon {kemenyan} kai {dan} smurnan {mur}

“proskunêsai” dan “prosekunêsan” kata dasarnya adalah “proskunêo”, “menyembah”

Yesus tidak perlu minta orang untuk menyembahNya, apalagi kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya (seperti contohnya para Ahli Taurat/ kaum Farisi dizamanNya), karena orang-orang yang demikian tetap tak akan sujud-menyembah Yesus sebelum mereka percaya.

Sementara orang-orang yang percaya, memang sudah menyembah Yesus sebagai konsekwensi kepercayaan mereka kepada ketuhananNya. Sehingga bukanlah hal yang perlu bagi Yesus meminta orang yahudi untuk sujud-menyembah Dia. Itu tidak berguna sama-sekali. Malahan jadi aneh, seperti orang gila-hormat dan bodoh. Kebodohan mana akan mengundang resiko politik dan social dikala itu (dari musush-musuh Yesus) yang akan langsung mengancam kelangsungan misi penginjilanNya.

Proskuneo (sembah-sujud), kepada Bapa atau Anak?

Disini, logika dan tuntutan “sembahlah Aku” dari orang-orang yang skeptis seharusnya dijungkir-balikkan 180 derajat.

Lihat, Yesus tidak pernah meliciki musuh-musuhNya, apalagi murid-muridNya. Dia tidak berlagak mengutarakan suatu rahasia Allah, atau sebaliknya menyembunyikan secara tidak benar. Ia mengajar kita

* Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Untuk sesuatu yang perlu diketahui oleh pengikutNya, namun yang tidak dikenal oleh kapasitas manusia, Yesus selalu terus terang berkata apa-adanya kepada murid-muridNya :

* Yohanes 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Jadi, dalam kasus diatas, bila Yesus benar hanya seorang Guru atau Nabi dan bukan Tuhan, maka Ia pasti dan harus berteriak lantang : “Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku”. Bahkan teriakan ini harus dilakukan segera dan berulang-ulang demi mencegah jangan ada seorangpun yang sampai memper-tuhan-kan dan menyembah diriNya. Karena bosa ini adalah dosa yang amat serius (yang diperingatkan secara khusus), ketimbang dosa yang tidak menyembah Tuhan karena ia tahu itu Tuhannya!.

Bagaimanapun Yesus dan BapaNya, harus bertanggung-jawab atas “keterlanjuran” pen-tuhan-an Yesus akibat dari kehebatan mujizat yang ditampilkanNya. Bahkan Maria tidak akan tinggal diam atas kesesatan manusia karena kasus Anaknya.

Yesus dan Maria pasti akan berseru mengkoreksi

Yesus pasti akan berseru mengkoreksi persepsi manusia yang sesat : “Awas, Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku. Yang sudah terlanjur segera bertobatlah!”
Dan Maria ibuNya, wanita yang paling saleh itu paling tahu siapa Sang Anak, tentu akan berseru : “Bukan, Yesus bukan Tuhan, bukan Anak Allah, Ia anaj saya saja!”

Gaung Protes Maria bersama-sama Yesus tentu akan sangat luas dan vokal memenuhi seluruh rumah Ibadah, Bait Allah, bahkan seluruh Galilea dan Yudea…. Namun itu hanyalah isapan jempol belaka. Diseluruh Injil, tidak pernah dijumpai dokumen abash dimana disebutkan Yesus itu bukan Tuhan, Yesus itu bukan Anak Allah!. Yesus sebaliknya tidak pernah melarang siapapun yang menyembahNya. Ia malahan mengizinkan diriNya disembah sebagaimana Allah disembah.
Dan fakta-fakta justru menunjukkan betapa banyak orang-orang beriman melakukan penyembahan kepada Yesus, yang tak satupun ditolakNya!.

Kata Yunani yang dipakai untuk penyembahan kepada Allah Bapa adalah “proskunêo”. Penyembahan ini tidak bisa lain karena Allah itu Mahamulia yang tidak dimiliki dan tidak pernah diberikan kepada siapapun lainnya :

* Yesaya 42:5-8
42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Namun justru Bapa dan Anak adalah oknum yang saling mempermuliakan satu terhadap lainnya dengan kemuliaan yang sama :

* Yohanes 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.

* Yohanes 17:1
17:1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

* Matius 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Itu sebabnya “proskunêo” yang sama kepada Allah Bapa terbukti dipakai untuk penyembahan kepada Yesus Kristus di seluruh Alkitab Perjanjian Baru, contoh-contoh ayatnya demikian :

Seorang yang sakit kusta :

* Matius 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

KJV, And, behold, there came a leper and worshipped him, saying, Lord, if thou wilt, thou canst make me clean.

Interlinear, kai {lalu} idou {lihatlah} lepros {seorang yg sakit kusta} elthôn {mendekati} prosekunei {menyembah} autô {Dia} legôn {berkata} kurie {Tuhan} ean {jika} thelês {Engkau menghendaki} dunasai {Engkau dapat} me {aku} katharisai {mentahirkan}

Seorang kepala rumah ibadah :

* Matius 9:18
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

KJV, While he spake these things unto them, behold, there came a certain ruler, and worshipped him, saying, My daughter is even now dead: but come and lay thy hand upon her, and she shall live.

Interlinear, tauta {hal-hal ini} autou {Dia} lalountos {ketika membicarakan} autois {kepada mereka} idou {lihatlah} archôn {pemimpin (sinagoge)} elthôn {datang} prosekunei {menyembah} autô {Dia} legôn {berkata} hoti hê thugatêr {anak perempuan} mou {ku} arti {barusaja} eteleutêsen {meninggal} alla {sekarang} elthôn {datanglah} epithes {letakkanlah} tên cheira {tangan} sou {Mu} ep {atas} autên {dia} kai {dan} zêsetai {ia akan hidup}

Seorang buta :

* Yohanes 9:38
Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.

KJV, And he said, Lord, I believe. And he worshipped him.

Interlinear, ho {ia} de {maka} ephê {berkata} pisteuô {aku percaya} kurie {ya Tuhan} kai {lalu} prosekunêsen {ia menyembah} autô {kepadaNya}

Seorang perempuan Kanaan :

* Matius 15:25
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”

KJV, Then came she and worshipped him, saying, Lord, help me.

Interlinear, hê {ia} de {tetapi} elthousa {datang} prosekunei {menyembah} autô {kepadaNya} legousa {sambil berkata} kurie {Tuhan} boêthei {tolonglah} moi {aku}

Maria Magdalena :

* Matius 28:9
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

KJV, And as they went to tell his disciples, behold, Jesus met them, saying, All hail. And they came and held him by the feet, and worshipped him.


Interlinear, hôs de {tetapi} eporeuonto {mereka pergi} apaggeilai {untuk menceritakan} tois mathêtais {kepada murid-murid} autou {Nya} kai {dan} idou {lihatlah} ho iêsous {Yesus} apêntêsen {berjumpa} autais {dengan mereka} legôn {berkata} chairete {salam bagimu} ai {mereka} de {lalu} proselthousai {datang mendekati} ekratêsan {memegang erat} autou {Nya} tous podas {kaki-kaki} kai {dan} prosekunêsan {menyembah} autô {Nya}

Murid-murid Yesus :

* Matius 28:17
Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

KJV, And when they saw him, they worshipped him: but some doubted.

Interlinear, kai {lalu} idontes {ketika melihat} auton {Nya} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Nya} oi {beberapa rang-orang} de {tetapi} edistasan {ragu-ragu}

Orang Majus :

* Matius 2:11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

KJV, And when they were come into the house, they saw the young child with Mary his mother, and fell down, and worshipped him: and when they had opened their treasures, they presented unto him gifts; gold, and frankincense and myrrh.

Interlinear, kai {lalu} elthontes {pergi} eis {kedalam} tên {itu} oikian {rumah} euron {mereka melihat} to {itu} paidion {bayi} meta {bersama} marias {Maria} tês mêtros {ibu} autou {Nya} kai {dan} pesontes {setelah sujud} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Dia} kai {lalu} anoixantes {setelah membuka} tous thêsaurous {kotak-kotak harta} autôn {mereka} prosênegkan {mereka menyembahkan} autô {kepada Dia} dôra {pemberian} chruson {emas} kai {dan} libanon {kemenyan} kai {dan} smurnan {mur}

Para Malaikat :

* Ibrani 1:6
Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

KJV, And again, when he bringeth in the firstbegotten into the world, he saith, And let all the angels of God worship him.

Interlinear, otan {pada waktu} de {lalu} palin {lagi/selanjutnya} eisagagê {Ia membawa masuk} ton prôtotokon {(Anak) sulungNya} eis {kedalam} tên oikoumenên {dunia} legei {Ia berkata} kai {dan} proskunêsatôsan {harus menyembah} autô {Dia} pantes {semua} aggeloi {malaikat-malaikat} theou {Allah}

Bahkan Kitab Wahyu mencatat bahwa sembah-sujud yang Bapa terima adalah sama persis dengan sembah-sujud yang Yesus terima :

* Wahyu 4:10
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

KJV, The four and twenty elders fall down before him that sat on the throne, and worship him that liveth for ever and ever, and cast their crowns before the throne, saying,

Interlinear, pesountai {akan sujud} hoi eikosi {duapuluh} kai {dan} tessares {empat} presbuteroi {tua-tua} enôpion {dihadapan} tou {Dia} kathêmenou {yang duduk} epi {diatas} tou {itu} thronou {takhta} kai {dan} proskunousin {mereka akan menyembah} tô {Dia yang} zônti {hidup} eis tous aiônas tôn aiônôn {sampai selama-lamanya} kai {dan} ballousin {akan meletakkan} tous stephanous {mahkota-mahkota} autôn {mereka} enôpion {dihadapan} tou {itu} thronou {takhta} legontes {sambil berkata}

* Wahyu 5:11-14
5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12 katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”
5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
KJV And the four beasts said, Amen. And the four and twenty elders fell down and worshipped him that liveth for ever and ever.

Interlinear, kai {maka} ta tessara {empat} zôa {makhluk-makhluk} elegon {berkata} amên {amin} kai {lalu} oi {itu} eikositessares {ke-empat dan duapuluh} presbuteroi {tua-tua} epesan {sujud} kai {dan} prosekunêsan {menyembah} zônti {Dia yang hidup} eis tous aiônas tôn aiônôn {selama-lamanya}

Haleluyah
Amin.

(SOURCE:http://www.sabdaspace.org/yesus_gak_minta_di_sembah_bro_sis_napa_ye)

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 9 Desember 2008 in REFERENSI, TENTANG ALKITAB

 

Tag: , , , , ,

KRISTEN RAJAWALI

Rajawali adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sangat indah.
Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak
dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya. Seekor rajawali dewasa memiliki
tinggi
badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 m. Ia membangun sarangnya
di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat
tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.

Dengan berdasarkan firman Tuhan, kita akan melihat mengenai beberapa hal yang
dapat kita pelajari dari burung rajawali ini, baik itu menyangkut keTuhanan
maupun kehidupan kekristenan kita. Semoga pengetahuan
singkat ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.


PELAJARAN I : SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK
TERBANG

Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah bayi
rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai
oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan
tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di dalam
sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk
bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan.
Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung
berulang-ulang dalam hidupnya.

Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini
tebang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memeperhatikan anaknya yang
ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar
beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju
sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangkannya. Kemudian ia
merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara
tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha
terbang , tapi gagal. Beberapa saat jatuh melayang ke bawah mendekati batu-batu
karang, induk rajawali ini dengan cepat meraih anaknya kembali dan dibawa
terbang tinggi. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini
dilakukan berulang-ulang, setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu
anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya
terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai
bisa terbang.

Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di
dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan
makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka “makanan
rohani” kedalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan
“tidur” lagi, tanpa melakukan firman Tuhan dan hidup tidak berubah.
Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita merasakan
“lapar” dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke
gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus
berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita. Sampai
suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang digoncangkan
dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mulai
menyalahkan Tuhan,”Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!….”

Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti
Bapa di surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi, agar kita bisa
siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia
tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak
pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini : setiap pencobaan
datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh
tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya
untuk diangkat kembali.

Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa.
Mulailah membuka Alkitab dan membaca firman Tuhan. Kemudian kita akan menyadari
bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan
kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika
kita tetap berdiri pada kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi ?
Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita! Kita sedang belajar terbang !
Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang
kita alami.

Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya,
Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmanNya dan mempergunakan iman kita.


PELAJARAN 2 : RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT
TINGGI

Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di
tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari
jangkauan para pemburu.

Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas, akan menjadi
burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di
dalam ‘penjara’dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini
dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).

Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk terbang dan selalu berada di tempat yang
tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari kontrol dunia. Jika
orang kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan
menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.


PELAJARAN 3 : RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG

Rajawali tidak terbang (Fly) seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka
terbang dengan mengepak-kepakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang
dilakukan rajawali ialah melayang (Soar) dengan anggun, membuka lebar-lebar
kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Yang
membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk
meluncur terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca keadaan
angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong
terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan
menggunakan kekuatan angin itu.

Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari Roh
Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya
mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali
kita ‘terbang’ dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak
kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar dari rajawali,
kita mau untuk ‘terbang’ melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus.

Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering
menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah
media yang tepat untuk belajar menguatkan sayapnya. Dia terbang
menembus badai itu, melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat
lagi. Orang ‘Kristen Rajawali’ seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi
berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk
mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap
iman kita.


PELAJARAN 4 : RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN

Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor
rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam
disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu.
Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama
kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan
setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat
proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh,
dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup
hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.

Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus
untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak
berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan.
Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang
tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat.
Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.


PELAJARAN 5 : RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI
MANUSIA

Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat yang
sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar matahari.
Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan
rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya .

Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah
tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga mencari
Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga merupakan
sumber kesembuhan bagi segala macam ‘penyakit’ ?


PELAJARAN 6 : SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI

Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke
tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua
sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari, lalu….mati.

Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap
tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di dalam
kehidupan kekal.

Jadilah KRISTEN RAJAWALI

 
1 Komentar

Posted by pada 24 November 2008 in TENTANG ALKITAB

 

Tag: , ,

Ayat Sentral di Alkitab

Tahukah anda bahwa:

- Mazmur 118 adalah pasal yang terletak di tengah-2 Alkitab?

- Sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab?

- Setelah Mazmur 118, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dari Alkitab?

- Ada 594 pasal pada masing-masing sebelum dan sesudah Mazmur 118?

- Kalau seluruh pasal dijumlahkan, di luar Mazmur 118, semuanya berjumlah 1188 pasal?

- Bahwa angka 1188 atau Mazmur 118:8 juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah Alkitab?

- Ayat yang terletak di tengah (ayat sentral) seharusnya memiliki arti yang tersendiri dan penting bukan?

“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.”
Mazmur 118:8

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 24 November 2008 in TENTANG ALKITAB

 

Tag: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.