RSS

Arsip Kategori: SEPUTAR PAPUA

PEMBUKAAN PKKMB (PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA BARU) DI LAPANGAN MAHACENDRA DI KAMPUS UNCEN WAENA.

PKKMB Uncen yang dilaksanakan dari tanggal 18 – 21 Agustus 2009 dibuka pada pukul 08.00 WIT di Lapangan Macendra, Kampus Uncen Waena dan dipimpin oleh Rektor Universitas Cenderawasih, Prof Dr Berth Kambuaya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1700 -an orang mahasiswa baru reguler dan ekstensi yang berasal dari delapan fakultas di Universitas Cenderawasih yang bertujuan untuk memberikan pengenalan bagi peserta PKKMB tentang aktifitas kampus yang akan mereka hadapi pada saat mereka berkuliah. Selain menyampaikan ceramah tentang ”Kebijakan Pendidikan Tinggi di Indonesia dan di UNCEN” Rektor Uncen juga secara pribadi menegaskan kepada para mahasiswa baru agar dapat Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Agustus 2009 in BERITA, LIPUTAN KEGIATAN, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

LPMI Perwakilan Jayapura Selenggarakan STUDENT MISSION KE 16, di Supiori Selatan

PMKuncen :: Pelayanan Rohani ini berlangsung dari tanggal 13 Juni sampai dengan 25 Juni dan diikuti oleh 31 mahasiswa yang berkuliah dibeberapa universitas dan sekolah tinggi di Jayapura  antara lain UNCEN, USTJ, STIE-OG, STT-ISK, STIPER Sentani, STAKPEN Sentani dan STIE Port Numbay serta didampingi oleh 5 Staf LPMI dan beberapa Alumni. kegiatan ini adalah merupakan kegiatan lanjutan dari Pelatihan Pemuridan yang dilaksanakan di USTJ Jayapura. dan Tim STUDENT MISSION ini berangkat dari Jayapura  pada tanggal 13 Juni menggunakan KM SINABUNG tiba di kota Biak tangah malam (Terima Kasih buat Keluarga Sada di Dolog) keesokan harinya kemudian pagi harinya Tim  langsung bergerak menuju Korido untuk menunggu Jonson (Perahu Motor) yang akan menyeberangkan tim ke tempat pelayanan.

Kegiatan STUDENT MISSION kali ini dilakukan di dua tempat terpisah yakni di kepulauan Arui,  Distrik Supiori Selatan, Kab Supiori. Papua dari tanggal 15-22 Juni. Pembagian wilayah pelayanan pada kepaulauan Arui adalah dalam 4 Posko  pada 3 pulau berbeda yakni  Pulau Rani (2 Posko), Pulau Insumbabi (1 Posko) dan Pulau Aiburambondi (1 Posko).

Student mission supiori

Pelayanan di tiga pulau ini ditujukan pada masyarakat yang berada di 3 kampung tersebut.  Bentuk pelayanan yang diberikan di tiga pulau ini antara lain Seminar-Seminar, pelayanan ibadah di Gereja, kunjungan pastori ke rumah, Follow-Up BLD (1-6) dan pemutaran film Yesus. dengan tujuan agar masyarakat menyadari kasih penyertaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai ajang tukar pikiran antar mahasiswa dan warga jemaat yang berada di kampung tersebut. materi-materi yang diseminarkan di 3 pulau ini antara lain; Doa, Bagaimana mamiliki saat Teduh yang baik, Okultisme, Etika pergaulan Muda Mudi (CIPAS) , Keluarga, Berkhotbah  dan Bagaimana Menyusun Liturgi. ”Kami merasa diberkati dengan kegiatan ini dan mengharapkan agar dilain waktu LPMI dapat sekali lagi berkunjung dan melayani lagi di kampung kami” Ujar Pakomis Wambraw, salah satu anggota Majelis GKI Nazareth Aiburambondi.

Sesudah kegiatan di Supiori, Tim Student Mission dengan menggunakan bis langsung menuju ke tempat pelayanan kedua yakni di kota Biak, setibanya di sana Tim langsung berkunjung ke beberapa SMA yakni SMA Negeri 1 Biak, SMA YPK 1, SMA Mandala dan SMK YPK. dengan bentuk pelayanan yakni Seminar Etika Pergaulan Muda Mudi. mengingat banyaknya remaja yang masih belum mengetahui secara benar pengertian dari Pacaran, cinta dan sex yang sering  disalah artikan menurut pengertian duniawi. ”Seminar Ini membuka wawasan saya tentang apa yang seharusnya saya lakukan jika saya bersama teman-teman saya, apa yang tidak boleh saya perbuat pada teman perempuan saya ” Ungkap Samuel Rumaropen siswa kelas XII, SMA YPK 1 Ridge.

Tim pun beristirahat pada hari minggu untuk menunggu kapal menuju Jayapura, dan puji Tuhan semuanya kembali ke Jayapura berkat lindungan dan penyertaan Yesus Kristus sehingga tak ada yang mendapat celaka. (walau beberapa mahasiswa turut membawa oleh-oleh batuk dan demam panas dari Biak…)

Oleh : AB+LE+AK

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2009 in BERITA, LIPUTAN KEGIATAN, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

PPD UNCEN RESMI JADI FAKULTAS KEDOKTERAN

Jayapura, 17/7 (FINROLL News) – Jurusan Program Pendidikan Dokter (PPD) Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Papua, secara resmi berubah status menjadi Fakultas Kedokteran, Jumat.

Acara peresmian Fakultas Kedokteran tersebut secara langsung dilakukan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, serta Rektor Uncen, Prof. DR. Berth Kambuaya, MBA, dengan dihadiri unsur Muspida, Lembaga Swadaya Masyarakat serta undangan lainnya, di Jayapura, Jumat.

Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Sekretaris Daerah (Setda) Papua, Ibrahim Is Badarudin, menyambut baik kehadiran Fakultas Kedokteran Uncen sebagai langkah awal meningkatkan kesehatan masyarakat Papua.

“Semoga dengan adanya Fakultas Kedokteran di Papua ini dapat menjadi tonggak perubahan tingkat kesehatan masyarakat Papua,” kata Gubernur.

Ia mengharapkan, kedepannya, Fakultas Kedokteran Uncen dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang baik, terutama dalam bidang kesehatan, yang nantinya akan menjadi pelaya masyarakat.

“Dengan tenaga pengajar yang baik serta fasilitas yang memadai, tentu kita bersama menginginkan lulusan Kedokteran yang benar-benar berkualitas di bidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, rektor Uncen, Prof. DR. Berth Kambuaya, MBA, mengungkapkan, terwujudnya PPD menjadi Fakultas kedokteran Uncen, tidak terlepas dari kerja keras semua pihak yang telah memperjuangkan pembentukannya.

“Kita sudah mengusulkan kepada adanya Fakultas Kedokteran Uncen ini sejak tahun 2000 pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi serta Menteri Pendidikan, dan akhirnya berhasil terealisasi,” kata Berth.

Lebih lanjut, kata Berth, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan mutu lulusan Fakultas Kedokteran agar saat kembali bertugas ditengah masyarakat dapat berbuat yang terbaik.

“Untuk lulusannya harus bisa menjadi orang yang berguna dan selalu siap membantu masyarakat,” lanjutnya. (PSO-126/17/07/2009)

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Juli 2009 in BERITA, INFO UNCEN, SEKITAR KITA, SEPUTAR PAPUA

 

Beto Absen Persipura Hanya Andalkan Tuhan

JAYAPURA-Abesennya striker Persipura Beto ternyata membawa hikmah bagi kubu Persipura. Ketua umum Persipura Menase Robert Kambu MSi mengatakan inilah pembuktian tim Persipura sesungguhnya.
Ya, karena selama ini Kambu menilai trisula Persipura Boaz, Beto, dan Jeremiah selalu disanjung-sanjung, padahal Persipura adalah permainan tim. Jadi tidak ada satu atau dua pemain yang hebat tapi Persipura. Dan Persipura harus bisa membuktikan kehebatan tanpa Beto.
“Saya selalu katakan bahwa yang penting kami andalkan Tuhan saja, pasti Tuhan akan menjawab doa dan pergumulan kami, saya berharap semua masyarakat mendoakan Persipura,”ajaknya.
Diungkapkan Kambu, dirinya juga bakal berangkat menuju Palembang dalam rangka memberikan spirit kepada para pemain Persipura, tujuannya agar Boaz Solossa dkk tetap semangat dalam laga final nanti.
“Saya sudah sampaikan kepada Boaz dirinya harus mengandalkan Tuhan dalam bermain, jika andalan diri sendiri maka Tuhan tidak akan memberikan berkat, kebetulan kemarin dia tak mencetak gol, sehingga saya sendiri akan memberikan motivasi kepadanya secara khusus,”tuturnya.
Menyoal pemberian bonus kepada Persipura yang hattrik ke final Copa Dji Sam Soe, Kambu menegaskan pemberian bonus tersebut sudah diatur dalam kontrak pemain. Jadi manajemen tidak memberi bonus secara khusus. Sebaliknya Walikota Jayapura ini menantang pihak-pihak lain untuk berpartisipasi dalam pemberian bonus.
Lebih lanjut Kambu mengatakan dalam musim depan pihaknya akan berupaya menarik sponsorship Persipura karena nantinya Persipura tidak hanya main di Indonesia tapi juga di tingkat Asia, sehingga secara tidak langsung Persipura akan ikut mempromosikan perusahaan tersebut.
“Untuk sponsor memang sudah diatur seperti ketentuan BLI seperti loga Djarum di kaos setiap tim ISL, tapi juga ada sponsor dari klub. Dan karena musim depan Persipura akan bermain di level Asia tentu Persipura akan ikut memperomosikan perusahaan tersebut sampai ke mancanegara,” terangnya. (cak)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Juni 2009 in BERITA, INFO UMUM, LIPUTAN KEGIATAN, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , , , , ,

CARA MEMBUAT API OLEH SUKU ONATE

A. Latar Belakang
Suku Onate terletak di Provinsi Papua, Kabupaten Kepulauan Yapen. Suku ini merupakan salah satu suku terbesar di Papua terutama di Kabupaten Yapen. Tempat aktivitas kehidupan suku ini pada awalnya di daerah pegunungan, namun sekitar Tahun ± 80an sebagian suku ini berpindah dari daerah pegunungan ke daerah lembah bahkan kedaerah pesisir pantai. Suku ini trerdapat ± 150an marga. Bahasa daerahnya disebut bahasa gunung atau sehari-hari biasa disebut bahasa darat.
Mata pencaharian pada zaman purba kala (nenek moyanmg) yaitu berburuh dan berkebun. Ketika sebagian dari suku ini berpindah dari pegunungan kedaerah lembah bahkan ke pesisir mata pencaharian mereka adalah berburu, berkebun dan bernelayan hingga saat ini tempat tinggal aktivitas suku ini sebagian masih di daerah pegunungan dan sebagian besar di daerah lembah dan pesisir. Mata pencahariannya masih tetap berburu, berkebun dan bernelayan. Meskipun aktivitas kehidupan / tempat tinggal mereka berbeda-beda namun kebersamaan tetap terjalin

Suku ini mengenal adanya system gotong royong sejak zaman purba kala (Nenek Moyang), hingga saat ini system tersebut masih tetap dipergunakan. System ini bertujuan membantu, menolong, meringankan beban / suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang keluarga, organisasi atau lembaga.
Selain itu dikenal juga dengan system barter. Hingga saat ini system barter merupakan tradisi yang sangat susah dihilangkan. Latar belakang system ini memberikan rasa keperdulian antara sesame/family.

Berikut ini adalah salah satu unsur kebudayaan Suku Onate

Membuat Api
Pada zaman purba kala Moyang Suku Onate membuat / memperoleh api dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:

A. Alat : 1. Serpihan /Pecahan (piring/botol)
2. Parang / Pemotong

B. Bahan : 1. Mayuri
2. Bambu Kering Berukuran panjang ± 20 cm
3. Daun Kering
*) Serpihan Pecahan = Pecahan yang berukuran kecil yang bisa dipegang
**) Mayuri = Bentuknya seperti kapas namun kapas lebih halus. Mayuri di dapatkan dari pelepah pohon kapirokhi yang masih kecil / muda
***) Bambu Kering = Yang digunakan adalah bambu.

Prosedur Kerja
1. Mayuri di ambil dari pohonnya, dengan cara mengikis pelepah kapirokhi, kemudian di jemur hingga benar-benar kering.
2. Pecahan dipegang bersamaan dengan mayuri dengan meletakan mayuri di bagian bawah pecahan. Kemudian di gesek-gesek dengan bambu dari arah kiri ke kanan. Jika melatak mayuri di atas pecahan maka arah gesekannya dari kanan ke kiri. Gesekan dilakukan berulang kali hingga terasa panas dan akan menimbulkan asap.
3. Pada saat terjadi asap di tiup sambil di gesek hingga terjadi percikan-percikan api.
4. Pada saat terjadi percikan-percikan api semakin banyak ampas/bara api mulai tertenbek letakan ampas / bara tersebut di daun-daun kering lalu di tiup hingga terbentuknya api/menyala.

Oleh : Yesaya Y. Woru, Fak: MIPA Jur: Fisika

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Juni 2009 in MATERI KULIAH, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , , , , , ,

Amungme: Manusia Pertama dan Utama

Menurut cerita, nenek moyang suku Amungme di masa purba keluar dari sebuah gua besar yang gelap. Gua itu terletak di dalam bumi, namun manusia yang keluar dari dalamnya seolah-olah keluar dari rumah.

Gua itu bernama Mepingama Buk yang berarti gunung tempat manusia pertama keluar atau gunung yang menghasilkan manusia. Menurut cerita orang-orang tua, gua tersebut terletak di timur. Gua yang berfungsi sebagai rumah itu gelap gulita, namun didalamnya terdapat berbagai makanan dan bibit-bibit tanaman yang diatur rapi. Pada suatu pagi mereka bermaksud membuka pintu gua itu, namun tak pernah berhasil; satu demi satu, menurut keret (klan) masing masing, berusaha dengan sekuat tenaga sambil berdoa pada leluhur, namun semuanya gagal. Kemudian mereka meminta bantuan pada seorang wanita tua yang bernama Anganitmangin dan Aimgatsin.
Wanita itu lantas menugasi anak gadisnya yang masih perawan untuk berdiri dan meletakkan tangannya di depan pintu gua itu seraya berkata ,”Sabongamtek-Mebongamtek “, yang berarti “Pintu bukalah dirimu sendiri” pada saat itu terbukalah pintu itu. Itu terjadi di suatu pagi. Kemudian berduyun-duyun manusia keluar. Mereka terbagi dalam tiga kelompok. Kaka yang tertua, Wompal Meki, memimpin kelompok pertama dan langsung berjalan ke arah barat. Adiknya Womkelaki, memimpin kelompok yang kedua dengan membawa bibit-bibit pepohonan yang berguna bagi manusia dan hewan. Bibit-bibit itu ditaburkan di semua tempat yang mereka lalui. Adik yang ketiga, Kamki atau Olipungki, memimpin kelompok yang terakhir. Mereka ini membawa semua peraturan, tentang peribadatan, adat, cerita rakyat, dan lain -lain. Mereka juga menuju ke barat. Berapa lama waktu mereka berjalan. Tak ada yang tahu.
Suatu ketika tibalah mereka di Kuyawagai, di sekitar Lembah Baliem. Dari situ mereka terus ke gunung Meamabuk. Disini mereka ditimpa malapetaka kedinginan yang dahsyat. Segera mereka membuat api unggun yang besar. Orang Amungme berada dekat dengan api, sementara yang datang belakangan berdiri di belakang sehingga mereka tetap menggigil kedinginan dengan gigi bergemeretuk. Akibatnya, mereka saling tak mengerti apa yang diucapkan. Ketika seorang meminta api, ia diberi batu, ketika meminta makan, kayu yang diterima, dan sebagainya. Mulailah kelompok orang-orang itu berbicara dalam bahasa mereka sendiri-sendiri, dan mereka pun saling berpisah.
Mite yang dimiliki oleh tiap klan Amungme, walaupun seolah berbeda versinya namun isi dan tujuannya sama. Mite ini kerap kali menjadi latar belakang timbulnya pengharapan akan pengenapan janji yang disampaikan oleh moyang purba – yaitu bahwa kelak mereka akan memperoleh kehidupan penuh bahagia. Manusia Amungme menunggu dengan penuh harapan akan terwujudnya dunia yang penuh bahagia itu. Siapa yang memiliki kunci akan dapat membuka pintu rahasia itu, dan ia akan masuk kedalamnya dengan tubuh yang ada. Itu sebabnya orang Amungme bekerja dengan rajin, bersemangat dan penuh dengan kegembiraan agar dapat menarik hati roh para leluhur, atau Hai Jogon Nerek. Dengan cara itu mereka berharap dapat mempercepat datangnya dunia yang penuh bahagia itu. Walaupun begitu, harapan itu bisa juga membuat mereka mengabaikan pekerjaan di ladang karena mereka menganggap akan segera mengadakan ‘ perjalanan’.
Sewaktu misi Katolik masuk ke lembah-lembah Tsinga dan Noemba, masyarakat disana rajin dan patuh membangun gedung gereja, sekolah, rumah-rumah guru, pastoran, jalan -jalan antar kampung dan sebagainya. Jalan antara Bujaulaki da Umpliga-Sanggalagon dibuat dengan cara menimbunnya dengan kayu sehingga yang melewatinya seolah -olah berjalan diatas jembatan. Pekerjaan ini diatur dan dipimpin Paulus Selinggi Solme. Ia juga membangun rumah bentuk baru dan tinggal di rumah itu bersama dengan istri dan anak -anaknya. Demikianlah harapan orang Amungme itu bagaikan api yang membakar rumah dan sulit dipadamkan.
Janji moyang purba terkait dengan lima manusia luar biasa yang telah gaib: Womkela, Isip, Isep, Imbong dan anak gadisnya – semuanya telah pergi. Tetapi mereka akan bertemu dengan Eniwit yang akan menunjuk jalan menuju padang atau rumah bahagia abadi – dunia Hai Jogon dimana tak ada penyakit, lapar, dahaga, kebencian, permusuhan dan maut. Dari sana mereka berlima akan kembali untuk memimpin suku Amungme ke dunia/rumah bahagia abadi itu. Suku Amungme memandang rahasia ini sebagai pusaka yang memberikan kekuatan jiwa – raga bagi ahli waris/keturunan, tetapi tak boleh disebarluaskan. Kata -kata rahasia yang harus diwariskan itu berbunyi: Kolevogolki mingamo jore, Nadala ilege, Nilang jolaye; Dingkaikinung wongomong, Kalekgo ivongonmok muiye, Avulkeveng – aranyok dolle, Ningaleye. Yang berarti: Pembebasan akan datang Sebuah daun lebar akan turun di sebelah barat Tetapi akan terbang kembali Laksana kuncup bungan ubi, tumbuh dan besar di tanah Demikian pula daun lebar itu akan muncul di kaki gunung Lihatlah, perhatikanlah dan waspadalah. (*)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Juni 2009 in KARYA TULIS, SEBAIKNYA ANDA TAU!, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , ,

Indahnya alamku Papua

Terbentang luas teduh lautmu
Berbaris liku gunung lembahmu
Sungai mengalir setia bernyanyi
Melepas duka lara pribumi

Rimba mu sunyi menyimpan misteri
Alammu suci pelindung margasatwa
Barisan pohon teguh berdiri
Simbol kegagahan yang mempesona

Bila malam menjemput pagi
Camar terbang melayang bersuka
Awan dan kabut berjela, berkaca
Pada danau dan hijau daun

Sementara,, cenderawasih terbang merdeka
Menmyambut sang surya di ufuk timur
Yang perlahan – lahan,,
Menunjukan kuasaNya,,,

Buah karya : Rocky warpur
April 2006

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2009 in RENUNGAN, SEPUTAR PAPUA

 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.