Pembahasan tentang metode pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa meliputi :
1). Metode kerja kelompok
2). Metode karya wisata
3). Metode penemuan
4). Metode eksperimen
5). Metode pengajaran unit
6). Metode pengajaran dengan modul
1). Metode kerja kelompok
a. Pengertian
Metode kerja kelompok adalah cara pembelajaran dimana siswa didalam kelas di bagi dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditetapkan untuk diselesaikan secara bersama.
b. Tujuan
Tujuan penggunaan metode kerja kelompok dalam suatu strategi pembelajaran yaitu :
1). Memecahkan masalah pembelajaran melalui proses kelompok
2). Mengemban gkan kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
c. Alasan
Alasan penggunaan metode kerja kelompok yaitu :
1). Kerja kelompok dapat mengembangkan perilaku gotong royong
2). Kerja kelompok dapat memacu siswa aktif belajar
3). Kerja kelompok tidak membosankan siswa melakukan kegiatan belajar.
d. Kekuatan dan kelemahan
1. kekuatan metode kerja kelompok
a). membiasakan siswa bekerja sama,musyawarah dan bertanggung jawab
b). menimbulkan kompetisi yang sehat antar kelompok
c). Guru dipermudah tugasnya karena tugas kerja kelompok cukup disampaikan kepada para ketua kelompok.
d). ketua kelompok dilatih menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dan anggotanya dibiasakan patuh pada aturan yang ada.
2. kelemahan metode kerja kelompok
a). sulit membentuk kelompok yang homogen baik segi minat, bakat, prestasi maupun intelegensi.
b). pemimpin kelompok sering sukar untuk memberikan pengertian kepada anggota, menjelaskan
dan pembagian kerja.
c). anggota kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan pemimpin kelompok.
d). dalam menyelesaikan tugas, sering menyimpang dari rencana karena kurang dikontrol oleh pemimpin kelompok dan guru.
e). sulit membuat tugas yang sama sulit dan luasnya terutama bagi kerja kelompok yang komplementer.
e. cara mengatasi kelemahan metode kerja kelompok
Kelemahan metode kerja kelompok dapat diatasi dengan cara :
○ Mengkaji lebih dulu materi pelajaran dengan cermat, lalu buat garis besar rincian tugasnya untuk setiap kelompok agar bobot tugas tersebut sama beratnya.
○ Adakan tes sosiometri dan hasilnya digunakan untuk pembentukan kelompok yang mereka kehendaki.
○ bimbingan dan pengawasan kepada setiap kelompok harus dilakukan terus menerus
○ jumlah anggota dalam satu kelompok jangan terlalu banyak
○ Motivasi yang diberikan jangan sampai menimbulkan persaingan antara kelompok yang kurang sehat.
f. langkah-langkah pembelajaran dengan metode kerja kelompok
1. Kegiatan persiapan.
◊ Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
◊ Menyiapkan materi pembelajaran dan menjabarkan materi tersebut kedalam tugas – tugas kelompok.
◊ Mengidentifikasi sumber-sumber yang akan menjadi sasaran kegiatan kerja kelompok
◊ Menyusun peraturan pembentukan kelompok, cara kerja, saat memulai dan mengakhiri dan tata tertib lainnya.
2. Kegiatan pelaksanaan
a). kegiatan membuka pelajaran
* Melaksanakan apersepsi, yaitu pertanyaan tentang materi pelajaran sebelumnya
* memotivasi belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan
* mengemukakan tujuan pelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pelajaran itu.
b). kegiatan inti pelajaran
* mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari
* membentuk kelompok
* mengemukakan tugas setiap kelompok kepada ketua kelompok atau langsung kepada semua siswa.
* mengemukakan peraturan dan tata tertib serta saat memulai dan mengakhiri kegiatan kerja kelompok.
* mengawasi, memonitor, dan bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok
* pertemuaan klasikal untuk pelaporan hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau dari guru.
c). kegiatan mengakhiri pelajaran
* meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui kerja kelompok
* melakukan evaluasi hasil dari proses
* melaksanakan tindak lanjut.
2). Metode karya wisata
a. Pengertian
Metode karya wisata atau studi wisata sebagai metode pembelajaran adalah siswa dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat – tempat tertentu dengan maksud mempelajari obyek belajar yang terjadi ditempat itu.
b. Tujuan
Tujuan karya wisata sebagai metode pembelajaran adalah untuk.
1). Mengkaji materi pembelajaran tertentu sebagaimana direncanakan dalam kurikulum/ silabus.
2). Melengkapi materi pelajaran yang tertulis dibuku sehingga pemahaman siswa menjadi lebih jelas dan kongkrit.
3). Memupuk rasa cinta lingkungan, daerah, tanah air, dan penghargaan terhadap pahlawan serta pemimpin yang berjasa dimasa silam.
c. Alasan
Alasan menggunakan metode karya wisata adalah :
1). Memvariasikan penggunaan metode pembelajaran agar siswa termotivasi
2). Dengan karya wisata siswa berkembang rasa kebersamaannya, tanggung jawabnya, dan toleransinya.
3). Penguasaan materi yang dipelajari secara langsung melalui karya wisata akan lebih cepat dikuasai dan lama diingat.
4). Karena keunggulan dan tujuan karya wisata sebagai metode pembelajaran sebagaimana dikemukakan dalam naskah ini.
d .keunggulan dan kelemahan metode karya wisata.
1. keunggulan
Metode karya wisata mempunyai keunggulan sebagai berikut :
◘ siswa dapat belajar langsung dilapangan sehingga pengetahuan yang diperoleh nyata,hidup, bermakna, dan komperhensif.
◘ siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari masalah.
◘ motivasi dan minat belajar siswa tinggi.
◘ guru diperingan tugasnya dalam menyampaikan materi pelajaran, karena materi disampaikan oleh nara sumber atau observasi langsung oleh siswa sendiri.
◘ siswa aktif belajar melalui observasi, wawancara, percobaan, dan menggolong-golongkan.
2. Kelemahan
Metode karya wisata mempunyai kelemahan sebagai berikut :
◘ memerlukan kesiapan yang melibatkan banyak pihak
◘ memerlukan waktu yang cukup lama
◘ memerlukan biaya yang relative tinggi
◘ memerlukan pengawasan yang ketat agar siswa fokus kepada tugasnya
◘ laporan hasil karya wisata biasanya diserahkan tidak tepat waktu.
e.cara mengatasi kelemahan metode karya wisata.
Cara mengatasi metode karya wisata adalah :
- Rumuskan tujuan secara jelas dan kongkrit
- Tentukan secara jelas tugas – tugas yang harus sewaktu karya wisata dan sesudah karya wisata
- Pilih waktu libur untuk melaksanakan karya wisata
- Renanakan pembiayaan jauh sebelum karya wisata itu dilaksanakan.
- Buat tata tertib pelaksanaan karya wisata secara jelas dan dikomunikasikan secepatnya kepada siswa.
f. langkah-langkah pelaksanaan metode karya wisata dalam pembelajaran.
a. Kegiatan persiapan.
Merumuskan tujuan pembelaran.
Menyiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan silabus/ kurikulum yang ada
Melakukan studi awal kelokasi sasaran karya wisata
Menyiapkan scenario pelaksanaan karya wisata
Menyiapkan tata tertib pelaksanaan karya wisata.
b. Kegiatan pelaksanaan karya wisata
a. kegiatan pembukaan
Mengingatkan kembali pelajaran yang diberikan melalui kegiatan apresiasi
Memotivasi siswa dengan membuat kaitan materi pelajaran yang akan dipelajari dengan perisitiwa – Peristiwa yang terjadi di masyarakat atau melalui pertanyaan – pertanyaan.
Mengemukakan tujuan pelajaran yang akan dipelajari dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk Mencapai tujuan tersebut selama karya wisata
Mengemukakan tata tertib selama karya wisata.
b. kegiatan inti
Melakukan observasi terhadap obyek sasaran belajar, lalu mendiskripskannya dalam bentuk kalimat,mengambuil gambarnya dan sebagainya.
Mewawancarai nara sumber dan mencatat informasi yang disampaikan secara lisan oleh nara sumber.
Mengumpulkan leaflet atau booklet yang ada
Sesuai dengan skenario yang disiapkan guru, dapat diselenggarakan seminar atau diskusi dengan nara sumber, penguasa/pejabat yang relevan.
c. Kegiatan penutup
Menyuruh siswa melaporkan hasil karya wisata dan membuat rangkuman
Melakukan evaluasi proses dan hasil karya wisata
Melakukan tindak lanjut berupa tugas yang sifatnya memperkaya hasil karya wisata.
3). Metode penemuan (discovery)
a. Pengertian
Penemuan diartikan sebagai prosedur pembelajaran yang mementingkan pembelajaran perseorangan, manipulasi obyek, melakukan percobaan, sebelum sampai ke generalisasi. Metode penemuan mengutamakan cara belajar siswa aktif( CBSA ).
b. Tujuan
Tujuan penggunaan metode ini antara lain :
Untuk memperoleh metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Untuk mengaktifkan siswa belajar ( CBSA ) sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran
Untuk memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan agar siswa tidak bosan
Agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, dan memecahkan sendiri masalah yang dipelajari, sehingga hasilnya setia dan tahan lama dalam ingatan, dan tidak mudah dilupakan.
c. Alasan
Alasan menggunakan metode ini adalah :
Memungkinkan untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif
Pengetahuan yang ditemukan sendiri melalui metode penemuan akan betul-betul dikuasai, dan mudah digunakan / ditransfer dalam situasi lain.
Siswa dapat menguasai salah satu metode ilmiah yang sangat berguna dalam kehidupannya.
Siswa dibiasakan berpikir analitis dan mencobah memecahkan masalah yang akan ditransfer dalam kehidupan masyarakat.
d. kebaikan dan kelemahan metode penemuan
1. Kebaikan metode penemuan
siswa belajar bagaimana belajar melalui proses penemuan
pengetahuan yang diperoleh melalui penemuan sangat kokoh
metode penemuan membangkitkan gairah siswa dalam belajar
metode penemuan memungkinkan siswa bergerak untuk maju sesuai dengan kemampuannya sendiri
metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia merasa lebih terlibat dan termotivasi sendiri untu8k belajar
metode ini berpusat pada anak, dan guru sebagai teman belajar atau fasilitat
2. kelemahan
metode ini mempersyaratkan kesiapan mental, dalam arti siswa yang pandai akan memonopoli penemuan dan siswa yang bodoh akan frustasi
metode ini kurang berhasil untuk kelas besar karena habis waktu guru untuk membantu siswa dalam kegiatan penemuannya.
Dalam pelajaran tertentu ( misalnya IPA ) fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide – ide mungkin terbatas
Metode ini terlalu mementingkan untuk memperoleh pengertian, sebaliknya kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan
Metode ini kurang memberi kesempatan untuk berpikir kreatif kaklau pengertian – pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi oleh guru, begitu pula proses – prosesnya dibawah pembinaannya.
e. cara mengatasi kelemahan metode penemuan
bentuklah kelompok – kelompok kecil,yang anggotanya terdiri dari siswa pandai dan siswa kurang pandai, agar siswa yang pandai bias membimbing siswa yang kurang pandai
metode penemuan untuk IPA dapat pula dilakukan diluar kelas sehingga tidak memerlukan fasilitas atau bahan yang umum mahal.
Mulailah dengan penemuan terbimbing, kemudian jika siswa sudah terbiasa dengan metode ini maka gunakanlah metode penemuan bebas, agar siswa benar – benar dapat berkembang berpikir kreatifnya.
f. langkah – langkah pelakasanaan metode penemuan
1. Kegiatan persiapan.
Mengidentifikasi belajar siswa
Merumuskan tujuan pembelajaran
Menyiapkan problem yang akan dipecahkan
Menyiapkan alat dan bahan yabng diperlukan.
2. Kegiatan pelaksanaan penemuan
a.kegiatan pembukaan
Melakukan apersepsi, yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah diajarkan.
Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan
Mengemukakan tujuan pembelajaran dan kegiatan / tugas yang dilakukan untuk melakukan tujuan pembelajaran itu.
b. kegiatan inti
Mengemukakan problema yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan
Diskusi pengarahan tentang cara pelakasanaan penemuan / pemecahan problema yang telah ditetapkan
Membantu siswa dengan informasi atau data, jika diperlukan siswa
Membantu siswa melakukan analisisi data hasil penemuan, jika diperlukan siswa
Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa
Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan
Memberi kesempatan siswa melaporkan hasil penem
c. kegiatan penutup
Meminta siswa membuat rangkuman hasil – hasil penemuannya
Melakukan evaluasi hasil dan proses penemuan
Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.
4). Metode Eksperimen
a. Pengertian
Eksperimen adalah percobaan untuk membuktikan suatu pertanyaan atau hipotesis tertentu. Eksperimen dapat dilakukan pada suatu laboratorium atau diluar laboratorium.sedangkan metode eksperimen dalam pembelajaran adalah cara penyajian bahan pelajaran yang memungkinkan siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.
b. Tujuan
Metode eksperimen bertujuan agar :
Siswa mampu menyimpulkan fakta, informasi atau data yang diperoleh.
Siswa mampu merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan percobaannya
Siswa mampu menggunakan logika berpikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang dikumpulkan melalui percobaan
Siswa mampu berpikir sistematis, disiplin tinggi, hidup teratur dan rapi.
c. Alasan
Alasan menggunakan metode eksperimen adalah :
Dapat menumbuhkan cara berpikir rasional dan ilmiah
Dapat memungkinkan siswa belajar secara aktif dan mandiri
Dapat mengembangkan sikap dan perilaku kritis, tidak mudah percaya sebelum ada bukti – bukti nyata.
d. kekuatan dan kelemahan metode eksperiman
1). kekuatan metode eksperimen.
Membuat siswa percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri daripada menurut cerita orang atau buku
Siswa aktif mengumpulkan fakta, informasi atau data yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukannya
Dapat digunakan untuk melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berpikir ilmiah
Hasil belajar dikuasai siswa dengan baik dan tahan lama dalam ingatan
Menghilankan verbalisme
2). Kelemahan metode eksperimen
Memerlukan peralatan dan bahan percobaan yang lengkap serta umumnya mahal
Dapat menghambat lajunya pembelajaran sebab eksperimen umumnya menggunakan waktu lama
Kesalahan dalam eksperimen akan berakibat pada kesalahan kesimpulannya
Belum tentu semua guru dan siswa menguasai metode eksperimen.
e. cara mengatasi kelemahan metode eksperimen
Cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode ini adalah :
o Guru harus menjelaskan secara gamblang hasil yang ingin dicapai dengan eksperimen
o Guru harus menjelaskan prosedur eksperimen, bahan – bahan eksperimen yang diperlukan, peralatan yang diperlukan dan cara penggunaannya, variable yang perlu dikontrol, dan hal yang perlu dicatat selama eksperimen
o Mengasasi pelaksanaan eksperimen dan memberi bantuan jika siswa mengalami kesulitan
o Meminta setiap siswa melaporkan proses dan hasil eksperimennya,
f. langkah – langkah pelakasanaan pembelajaran dengan metode eksperimen
langkah –langkah pembelajaran dengan metode eksperimen tersebut meliputi :
1. Kegiatan persiapan.
Merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Menyiapkan materi pembelajaran yang diajarkan melalui eksperimen
Menyiapkan alat,sarana dan bahan yang diperlukan
Menyiapkan panduan prosedur pelaksanaan eksperimen,termasuk LKS.
2. Kegiatan pelaksanaan Eksperimen
a.kegiatan pembukaan
Menanyakan materi pelajaran yang telah diajarkan minggu lalu
Memotivasi siswa dengan mengemukakan cerita yang berkaitan dengan pelajaran yang diajarkan
Mengemukakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dan prosedur eksperimen yang akan dilakukan.
b. kegiatan inti
Siswa diminta membantu menyiapkan alat dan bahan
Siswa melaksanakan eksperimen berdasarkan panduan dan LKS yang telah disiapkan guru
Guru memonitor dan membantu siswa yang mengalami kesulitan
Pelaporan hasil eksperimen dan diskusi balikan
c. kegiatan penutup
Meminta siswa untuk merangkum hasil eksperimen
Guru mengadakan evaluasi hasil dan proses eksperimen
Tindak lanjut, yaitu meminta siswa yang belum menguasai meteri untuk mengulang lagi eksperimennya, dan bagi yang sudah menguasai diberi tugas untuk pendalaman.
`
5). Metode Pembelajaran unit
a. Pengertian
Metode pembelajaran unit adalah suatu cara pembelajaran dimana siswa dan guru mengarahkan segala kegiatannya pada suatu pemecahan masalah yang dipelajari.
b. Tujuan
Metode ini bertujuan :
Melatih siswa berpikir komprehensif dengan cara mengkaji dan memecahkan masalah dari berbagai disiplin ilmu.
Melatih siswa menggunakan ketrampilan proses atau metode ilmiah dalam pemecahan masalah.
Membentuk sikap kritis, kerjasama, rasa ingin tahu, menghargai waktu, dan menghargai pendapat orang lain
Melatih siswa agar memiliki kemampuan merencanakan, mengorganisasikan,dan memimpin suatu kegiatan.
Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi.
c. Alasan
Alasan menggunakan metode pembelajaran unit adalah :
Dalam kurikulum terdapat keterkaitan antara satu topik dengan topik lain, atau bidang studi yang satu dengan lainnya dalam suatu pemecahan masalah, sehingga perlu ada satu metode yang dapat menciptakan kesatuannya
Dapat memberikan pengalaman belajar tentang pemecahan masalah dari berbagai disiplin ilmu
Dapat melibatkan peserta didik secara fisik maupun psikis.
d. kekuatan dan kelemahan metode pembelajaran unit
1). kekuatan metode pembelajaran unit
Siswa dapat belajar secara keseluruhan
Pelajaran menjadi lebih berarti
Situasi kelas lebih demokratis
Digunakan asas – asas didaktik secara lebih wajar
Digunakan prinsip – prinsip psikologi belajar modern.
2. kelemahan
Memilih pokok masalah yang akan dijadikan unit bukan suatun pekerjaan yang mudah
Melaksanakan pembelajaran unit menuntut kecakapan sendiri
Memerlukan ketekunan, pekerjaan dan waktu yang lebih banyak
Melibatkan banyak siswa maka memerlukan biaya yang lebih banyak.
e. cara mengatasi kelemahan metode
kesulitan dalam memilih pokok masalah dapat diatasi dengan cara membentuk tim atau panitia
kesulitan guru karena dalam pembelajaran unit diperlukan banyak waktu, energi, biaya.
Masalah kadangkala pelajaran dapat diatasi dengan perencanaan yang matang.
f. langkah – langkah pelakasanaan metode pembelajaran unit
1. Kegiatan persiapan.
Menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan metode unit
Guru bersama siswa menetapkan pokok masalah yang akan dijadikan unit
Guru dan siswa menetapkan aspek – aspek pokok masalah dan mata pelajaran yang ikut serta pada pemecahan pokok masalah tersebut.
Guru bersama siswa menetapkan tujuan instruksional khusus untuk setiap aspek masalah
Guru dan siswa menetapkan kelompok – kelompok kerja dan tugas – tugasnya.
Guru dan siswa menetapkan organisasi kelas.
Guru dan siswa menetapkan jadwal kegiatan, sasaran, target, dan tata tertib yang harus dipatuhi selama pembelajaran unit ini.
2. Kegiatan pelaksanaan
a.kegiatan pembukaan
Guru menanyakan materi pelajaran sebelumnya
Guru bercerita tentang kehidupan dimasyarakat yang berkaitan dengan materi pelajaran yang di ajarkan
Guru mengingatkan kembali tentang TIK yang telah dirumuskan dan bagaimana penyelesaian oleh kelompok.
b. kegiatan inti
Para siswa mengatur tempat mereka belajar,apakah dalam kelas ataupun diluar kelas
Mempelajari sesuatu sesuai dengan tugas masing – masing
Siswa mengadakan diskusi, mengatur bahan, dan berkoordinasi dengan kelompok lain
Menyiapkan laporan kelompok untuk disajikan
Laporan kelompok berbentuk lisan dan tertulis yang dilakukan oleh setiap kelompok
Pameran. Pameran berbentuk : statis, dan dinamis. Statis, yaitu pameran tentang karya belajar yang berwujud laporan tertulis, gambar – gambar, hasil pekerjaan tangan, hasil memasak, grafik,bagan,dll.Sedangkan Dinamis yaitu, pameran tentang hasil belajar yang berupa pementasan sandiwaram,membaca puisi, pagelaran seni,pidato, dll.
c. kegiatan penutup
Guru meminta siswa merangkum hasil belajar melalui kegiatan dalam metode pembelajaran unit
Melakukan evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pelaksanaan pembelajaran
Tindak lanjut, yaitu menjelaskan kembali materi pelajaran yang belum dikuasai siswa dan menugasi untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran melalui PR.
6). Metode Pembelajaran dengan modul
a. Pengertian
Modul adalah suatu paket pembelajaran yang membicarakan satu satuan konsep tungggal mata pelajaran. Jadi yang dimaksud dengan Metode pembelajaran dengan modul merupakan salah satu bentuk dari bentuk – bentuk belajar mandiri.
b. Tujuan
Metode pembelajaran dengan modul bertujuan
Agar siswa aktif belajar secara mandiri
Agar siswa terbiasa mengontrol kecepatan dan mengevaluasi belajarnya sendiri
Memberi reinforcement secepatnya setelah siswa selesai mengerjakan materi modul dengan memperbolehkan pindah ke modul berikutnya
Melatih disiplin, taat peraturan dan petunjuk yang ada, serta melatih kebiasaan mengoreksi diri sendiri dan kejujuran.
c. Alasan
Alasan menggunakan metode pembelajaran dengan modul :
Agar siswa dapat belajar dengan aktif dan mandiri (CBSA )
Siswa dapat menyesuaikan diri dengan keunikan cara belajar masing – masing
Siswa dapat berkembang secara optimal
Dimungkinkan untuk mendukung modul digunakan multi media, seperti audio visual, internet, web, dsbgnya.
Dengan metode pembelajaran dengan modul mutu proses pembelajaran dapat ditingkatkan
Dapat mengatasi kekurangan guru, dan mengatasi persoalan jauhnya tempat tinggal siswa.
d. kekuatan dan kelemahan metode pembelajaran dengan modul
1). kekuatan metode pembelajaran dengan modul
Ratio guru dan siswa dapat ditingkatkan menjadi sekitar 1 : 200, padahal dengan sistem biasa rati tersebut adalah 1 : 40
Siswa aktif belajar secara mandiri
Meningkatkan kualitas hasil belajar
Siswa termotivasi untuk belajar dengan sungguh – sungguh
2). kelemahan metode pembelajaran dengan modul
Ikatan kelas renggang, belajar bersama kurang, padahal motivasi belajar dipengaruhi oleh kebersamaan
Aspek estetis dan etis kurang diperhatikan
Kesulitan dalam menulis modul
Pembelajaran dengan modul umumnya kurang memperhatikan aspek perasaan
Cenderung untuk memuat materi yang banyak dalam modul, sehingga memberatkan siswa
Modul menuntut siswa pintar membaca dengan pemahaman,hal ini menjadi hambatan bagi siswa yang kurang trampil membaca.
e. cara mengatasi kelemahan metode eksperimen
Perlu dibuat modul yang penguasaannya dilakukan melalui diskusi atau kerja kelompok
Modul harus disusun oleh orang yang selaibn ahli bidang matakuliah juga berpengalaman dalam menulis modul
Materi harus disusun berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai
Bahasa yang digunakan hendaknya bahasa baku, yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar.
f. langkah – langkah pembelajaran dengan modul
1.kegiatan persiapan
Guru menyiapkan modul yang akan dipelajari oleh siswa dan berbagai media pendukungnya
Guru membaca modul yang akan diajarkan agar isi modul dikuasai.
2. Kegiatan pelaksanaan
a.kegiatan pembukaan
Guru menanyakan isi materi modul yang telah diselesaikan (apersepsi)
Motivasi
Guru cukup memberi petunjuk untuk membaca tujuan pembelajaran yang ada didalam modul
b. kegiatan inti
Guru meminta siswa menyiapkan dan mempelajari modul
Guru mengawasi kegiatan belajar siswa
Guru sebagai fasilitator membantu siswa memecahkan kesulitan belajar.
c. kegiatan penutup
Memberi kesempatan siswa membuat rangkuman pokok – pokok materi yang dipelajari dari modul
Evaluasi telah dilaksanakan sewaktu mempelajari modul
Tindak lanjut, berupa PR.
Disusun Oleh :Bartolomius Nandotrai, Helena Matui, Apolos Ronggaimusi (FKIP / PGSD)






Esther
9 April 2010 at 10:03 pm
Thanks bt info yg ini. Berkat “metode pembelajaran yg lebih berpusat pd siswa” ini, akhirnya sy dpt menyelesaikan tugas2 kuliah. Thanks before
Kobe]
24 Mei 2009 at 9:20 pm
asliii….. matap lanjut!
kaitokid724
29 April 2009 at 7:37 pm
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & Gratis Musik dan Lirik untuk para netter Indonesia. Salam!
http://pendidikan.infogue.com/metode_pembelajaran_yang_lebih_berpusat_pada_siswa